
Lina, Reni, Adrian dan Irma dengan was was kembali menungggu di depan Igd.
Ayahnya tadi tiba tiba kritis.
Adrian mencoba menenangkan Lina yang begitu gelisah.
Yang ditunggu tunghu pun akhirnya keluar.
Bagaimana dok tanya Reni.
Maaf bu kami sudah berusaha tapi bapak menyerah.
Lina yang mendengarnya terjatuh di lantai dia tak sadarkan diri.
Sayang... sayang bangunlah...
Tak lama Lina terbangun.
Ayah mana Ian mana??
Sabar ya sayang Tuhan lebih sayang pada Ayah.
Seketika Lina menangis meraung raung.
Adrian memeluknya begitu erat. Dia tau saat ini kekasihnya begitu terpukul dengan semua kejadian ini.
Mbak sama ibu mana??
Ibu dan mbak Reni mengurus jenazah ayah.
Sakit Ian sakit aku baru menerima maaf ayah tapi dia sudah pergi.
Sabar sayang sabar....
Mungkin itu sudah lebih baik untuk ayah daripada dia selalu kesakitan.
Adrian yang tadinya akan pulang ke jakarta mengurungkan niatanya dan memberitahu Riko.
"Ko gua gak bisa balik karena ayah Kina meninggal kamu jaga perusahaan ya bro"
Baik lah sampaikan turut berduka ku kepada Lina Balas Riko.
Seusai pemakaman Lina masih saja termenung di dalam kamarnya. Dia hanya terdiam.
Ayah sakit, sakit sekali ... kenapa ayah pergi begitu saja meninggalkan ku. aku masih ingin bersamamu ayah. Ayah.... tak bisakah kau kembali lagi...... katamu aku harus menikah tapi kamu tak melihat aku di hari bahagia ku itu ayah. Ayah datanglah... walau hanya dalam mimpiku saja.
Bisik Lina yang sedari tadi memandang photonya dengan ayahnya.
__ADS_1
Karena saat tak mabuk Ayahnya adalah pribadi yang menyenangkan. Yang serimg mengajarai kedua putrinya itu.
Adrian sudah tak sanggup melihat Lina sedari kemarin juga tidak makan dia pun masuk ke kamar Lina membawa makanannya.
Makanlah.. apa kamu mau terlihat kurus di hari pernikahan kita???
Lina memeluk Ian dan menangis membenamkan wajahnya di dada Adrian.
Ian kita pulang saja aku tak sanggup kalau disini terus.
Bawa aku pergi dari sini sakit Ian sakit. Aku gak kuat kalau gak menahan amarah ku pada ibu Ian.
Kamu mau bawa aku pergikan dari sini??
Hati Lina masih begitu marah pada ibunya tapi dia mengingat janjinya kepada ayahnya. Dia pun memelih untuk diam kepada ibunya.
Iya besok kita pulang tapi kamu makan dulu.
Lina hanya menggelengkan kepalanya.
Bagaimana nanti kamu bisa kuat untuk berjalan kalu kamu tidak makan.
aaaaa Adrian menyodorkan sendok berisi makanan ke mulut Lina.
Lina pun memakannya.
Aku ikut pulang saja Ian.
Baiklah... baiklah.. nanti kita bicara kepada ibu dan mbak Reni.
Kamu saja Ian.
Adrian memahami situasi hati Lina jadi dia mengiyakan saja.
Di ruang tengah Irma dan Reni duduk menunggu Ian keluar dari kamar Lina.
Apa dia sudah makan??? tanya Reni yang melihat Ian keluar kamar.
Sudah mbak dia lagi tidur.
Bu, mbak Lina ingin ikut pulang dengan ku ke jakarta.
Apa dia masih marah pada ku?? tanya Irma
Adrian hanya mengangguk.
Tapi bu mungkin dia hanya butuh waktu untuk menerima ini semua.
__ADS_1
Dia juga sudah berjanji pada ayah untuk tidak pernah mengungkit masalah ini dan berjanji akan menikah dengan ku.
Iya kami sudah tau itu karena sebelum kalian masuk ayah telah mengatakan itu pada kami jawab Reni.
Lalu kapan kalian akan menikah???
Aku belum tau mbak kita lihat Lina saja. semua terserah Lina.
Tapi sepertinya unutk waktu dekat ini belum bisa, melihat Lina yang begitu terpukul dengan semua ini.
Iya ibu mengerti! Tolong jaga dia disana ya nak. Irma memohon kepada Adrian.
Tanpa ibu suruh pun aku akan menjaga calon istri ku bu.
Besok kami akan pulang bu dan untuk sementara Lina akan tinggal dengan ku di apartemen.
Lakukan lah yang menurut mu terbaik Tapi jangan kau lukai lagi hati adikku itu.
Baik mbak saya mengerti.
Saya pamit sebentat mbak, bu.
Adrian menuju teras rumah Lina dan mengotak atik ponsel nya. Untuk menelpon Riko.
Tutt tutt tutt
Iya ada apa bro???
Besok aku pulang dengan Lina.
Ohhh ok.
Suruh orang untuk memindahkan barang barang Lina ke apartemen ku! nanti aku kirim alamatnya.
Apa kau sudah menikah dengan Lina??? kenapa kau tak meminta restu orang tuamu???
Sejak kapan kau kepo dengan urusan ku???
Sejak tadi.
Lina kondisi nya tidak baik jadi aku putuskan untuk membawa dia ke apartemen ku saja.Banyak kekacauan disini yang membuat dia sedikit terguncang.
Baiklah... bro akan ku laksanakan.
Pesankan tiket untuk ku dan Lina.
Seppp.
__ADS_1