
Andine, Yessi dan Alvian mencoba memberi semangat pada Lina.
Kamu harus kuat Lin!! titah Andine.
Humm jawab lina dan tak mau membuka matanya tapi airmatanya tetap mengalir.
Lin loe jangan sedih terus loe harus semangatin Adrian.
Gimana kalau seandainya Adrian bangun dan ngelihat loe dalam kondisi seperti ini?? Yessi mulai geram dengan tingkah Lina.
Iya gua tau.. gua hanya pengen bareng Ian aja.. bareng tidur ama dia dan gak ngelihat semua kejadian ini.
Maksud loe apa seh?? tanya Andine sewot.
Loe gak tau kalau Adit yang sengaja mencelakai Adrian?? Lina bertanya denga airmata yang sudah mengalir kemnali begitu derasnya.
Ketiga sahabatnya itu terperangah!!!
APA.... teriak mereka serentak.
Lina hanya diam dan tak bersuara.
Benaran Lin?? tanya Yesi penasaran.
Lina hanya menganggukan kepalanya.
Bentar bentar Adit itu siapa?? tanya Alvian.
Yessi dan Andine menatap Alvian dengan kejam seolah mengatakan kalau ini bukan saatnya untuk menanyakannya.
Biasa aja kali ngeliatnya.. gerutu Ian tak mau kalah.
Loe tuh waktunya gak tepat tau gak!!! bentak Yessi.
Gua cium juga loe yes kesal Alvian.
Yessi langaung menutup mulutnya gak maj ciuman pertamanya di ambil Alvian.
Andine yamg melihat pertengkaran keduanya pun memukul kepala Yessi dan Alvian bergantian.
plak.. plakkk
Keduaya mengaduh kesakitan memegang kepala maaimg masing.
Apa apaan seh loe Din??
__ADS_1
Andine menunjuk Lina dengan dagunya.
Yessi dan Alvian terdiam.
Lin maafin gua ya!! kata Alvian.
Lina hanya tersenyum tipis mendengar permintaan maaf Alvian.
Bukannya Lina yak memaafkannya tapi dia memang lagi gak mood.
Glekk
Pintu ruangan Lina terbuka Miskha, Hedra dan Riko datang.
Miskha langsung memeluk Lina dan menanyakan kenapa dia melakukannya.
Kenapa kamu melakukannya nak tamua Miskha berderai airmata.
Lina kembali menangis setelah tadi dia tenang.
Ini semua bukan salahmu. Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri. Miskha memeluknya sangat erat.
Jangan pernah melakukan itu lagi ya... titah Miskha.
Dia merasa seolah memeluk ibunya sendiri. Sementar ibu nya memutuskan pulang kampung bersama Reni.
Tangis Lina semakin pecah dan dia pun pingsan lagi.
Dokter pun kembali memeriksa Lina.
Tolong dijaga emosinya ya bu!! Emosinya belum stabil perimtah dokter itu.
Baik dok jawab Hendra.
Ma kita ke ruangan Ian aja biarkan Lina tenang disini ajak Hedra.
Iya pa kasihan juga Ian gak ada yamg nemanin.
Kalian pulang aja biar gua yang jaga Lina titah Riko.
Emang gak apa apa pak bapak yamg jaga Lina tanya Yessi.
Emangnya kenapa kalau saya yang jaga??
Saya aja pak yang jaga kata Alvian.
__ADS_1
Gak.. yang ada kamu modusin Lina bentak Riko.
Udah sana.. sana.. pulang usir Riko.
Andine memperhatikan Riko. Daritadi dia sama sekali tidak di sapa Riko. Fokus Riko hanya pada Lina.
Kenapa gua memikirkan itu?? tanya Andine.
Ada rasa yang hilang dalam diri Andine saat Riko tidak menggodanya seperti sebelumnya.
Andine hanya menggelengkan kepalanya seolah menolak semua yang ada di hatimya.
Kamu juga pulang aja, baju masih baju kantor lagi, besok kerja kan titah Riko.
Andine hamya mengangguk dan berjalan mengikuti langkah Alvian dan Yessi.
Riko duduk di tepi ranjang Lina dan memperhatikan wajah Lina.
Walaupun tidur tapi wajah itu seolah menampilakn banyak masalah.
Riki mengehela nafasnya. Dia tak kuasa setiap saat melihat Lina menangis. Apa yang harus dia lakukan??
Lina menggeliat, seolah ada yamg mengusik nya.
Riko mencoba menenangkan Lina demgan mengelus rambutnya dan sebelah tangan nya menggenggam tangan Lina.
Lina semakin tenang dan nafasnya pun mulai teratur.
Riko mencoba melepaskan tangannya tapi genggaman Lina sangat Kuat.
Lina tidak melepaskan tangan Riko.sampai Riko sudah mengantuk.
Riko memutuskan untuk tidur disamping Lina. Membaringkan tubuhnya di ranjang yang memang besar itu maklum lah ini kan kelas VVIP.
Saat Riko membaringkan tubuhnya Lina lasung memeluknya dan meletakkan kepalanya di dada Riko.
DEGG.
Jantung Riko berdetak tak beraturan. Entah perasaan apa ini. Lina yang merasa nyaman semakin mengeratkan pelukannya.
Ya Tuhan.... Riko menahan nafasnya.
Dia tak kuasa lagi menahan jantungnya yang semakin berdetak tak karuan.
Lina merasa Adrian lah yang ada disisinya!!
__ADS_1