Cinta Dan Dosa

Cinta Dan Dosa
CAFE ARDAN DAN CHIKO


__ADS_3

Keempat sahabat itu sudah duduk di cafe baru Chiko dan Ardan. Jangan lupakan Adrian yang sudah pasti duduk disamping Lina.


Cafe yang dibuat dengan suasana romantis.


Ardan dan Chiko pun mengahmpir kelima sahabatnya itu.


Hey... sapa Chiko.


Hey.. selamat ya atas pembukaan cafe barunya ucap Lina.


Iya semoga laris manis ya dan sambung Andine.


Kali ini kita gratis ya Chik ucap Imel juga.


Iya kali ini kalian gratis mel, lain kali bayarnya tiga kali lipat ya ledek Ardan.


Bisa aja loe dan kata Imel.


Ehh nanti loe nyanyi ta Lin kta Chiko.


ok kata Lina mengangkat kedua jempolnya.


Sudah diberi Izin calon suami mu ini kan tamya Ardan.


Lina hanya tersenyum melihat Ardan yang menggoda Adrian dengan mengusap dagunya.


Sudah donk jawab Lina yang masih saja tersenyum.


Mendapat perlakuan seperti itu Adrian menatap tajam Ardan.


Gua masih normal ya Dan bentak Adrian.


Ardan hanya mengedipkan sebelah matamya ke arah Adrian.


Ke empat perempuan itu lun tertawa melihat tingkah Ardan.


Baby.. rengek Adrian.


Dia hanya bercanda Ian....


Tapi aku gak suka dia begitu padaku.


Lina kembail tersenyum dan menggenggam tangan Adrian di bawah meja.


Dengan perlakuan begitu saja sudah mampu membuat Adrian tenang. Lina bagaikan magnet bagi Adrian. Dia tak bisa berlama lama jauh darinya.


Lina memang selalu saja bisa meredam emosi Adrian.


Kelimanya di kagetkan kedatangan seorang pria yang tak asing bagi mereka. Ya dia adalah Riko yang mengetahui keberadaan mereka setelah bernegosiasi dengan Yessi.


Hy ndine.... sapa Riko.


Ngapain loe kesini?? tanya Adrian kesal.

__ADS_1


Suka suka gua lah bos ini bukan jam kerja kan! jawab Riko dengan kesal juga.


Andine yang mendengar itu pun memutar kedua bola matanya. Dia sangat jengah harus ketemu pria menyebalkan ini lagi.


Kenapa diam Ndine?? tanya Riko.


Emang mau saya jawab apa pak Riko?? ucao Andine kesal.


Emang enak di cuekin bisik Adrian pada Riko yamg duduk di sisi kirinya sedangkan Lina berada disisi kanan Adrian.


Giliran mu nyanyi bisik Chiko yang menghampiri meja mereka.


Lina hamya mengangguk dan mengikuti langkah Chiko. Sampai di panggun Lina oun mulai memainkan jemari nya di atas tuts piano nya.


Sesuatu yang tidak lernah Adrian tau kalau Lina bisa memainkan piano dan bernyanyi.


Sisi lain Lina membuat Adrian sangat terkesan dan sangat takjub.


Lagu ini untuk seseorang yang sangat aku cintai di sudut sana.


Tunjuk Lina ke arah Adrian yang langsung mendapatkan tepuk tamgan dari pengunjung cafe yang lain.


Heart beats fast


Colors and promises


How to be brave


How can I love when I'm afraid to fall


All of my doubt, suddenly goes away somehow


One step closer


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


Time stands still


Beauty in all she is


I will be brave


I will not let anything, take away


What's standing in front of me


Every breath, every hour has come to this


One step closer

__ADS_1


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


And all along I believed, I would find you


Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


One step closer


One step closer


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


And all along I believed, I would find you


Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


Adrian sampai berkaca kaca mendengarkan lagu yang di nyanyikan Lina. Dia tak menyangka kalau Lina sangat sangat mencintainya. Dan ungakpan perasaan Lina dari lagu ini memberikan angin segar buat Adrian.


Hanya satu lagi itu saja yang di nyanyikan Lina.Dia memang meminta pada Chiko untuk mencari penyanyi lain karena dia tak mau bernyanyi lama lama di cafe dia takut kalau Adrian marah lagi.


Kamu suka?? tanya Lina yamg sudah duduk di sampimg Adrian.


Kekasih mu itu sudah hampir menangis nyonya ledek Riko.


Ya aku hampit menangis mendengar ungkapan perasaan calon istri ku, lalu kamu mau apa??


Ngakunya playboy tapi menaklukan hati Andine saja kamu tak bisa gerutu Adrian.


Mendengar pemuturan Adrian yamg lain nya pun tak sanggup menaham tawa.


HAHAHAHHAHAHAH


Mendengar itu Riko menjadi ciut. Dia sadar dia memang belum bisa menaklukkan hati Andine. Jangankan mengajaknya berkencan, hanay sekedar mengantar nya saja bekerjapun hanya berhasil satu kaki di lakukan.


Sudahlah jamgan meledek Riko terus bela Lina.


Riko hanya mengangguk angguk berpura pura ngambek.


Dan ke enam nya pun asyik menikmati makanan yang sudah tersaji.


Di sela aktivitas makan itu Adrian selalu curi curi pandang pada Lina yang sedang asyik menyantap makananya.

__ADS_1


Sejak tadi hati nya sangat berbunga bunga.Tidak salah dia mengikuti permintaan Lina.


Sementara Lina pun memang menginginkan ini untuk memgungkapkan perasaannya pada kekasih nya itu lewat lagu.


__ADS_2