Cinta Dan Dosa

Cinta Dan Dosa
Episode Riko


__ADS_3

Pagi ini Lina tidak pergi lagi ke kantor. Sudah 3 hari sejak Adrian sadar dia menemani Adrian di rumah sakit.


Masih ada beberapa pemeriksaan yang harus di jalani Adrian. Lina selalu setia mendampinginya. Seperti pagi ini Lina sengaja membawanya ke taman rumah sakit untuk sekedar menghirup udara pagi.


Selama aku koma apa saja yang kamu lakukan baby??


Menangis..


Kenapa menangis??


Menangis karena aku ketakukan!!


Ketakutan kenapa tanya Ian yang sibuk melihat wajah Lina yang sedang mendorongnya di kursi roda.


Takut kalau kamu benar benar meninggalkan aku, dan pastinya aku merasa bersalah.


Merasa bersalah kenapa?, tany Ian heran.


Merasa bersalah karena kamu sampai begini!!


Kamu begini karena Adit yang.


Jangan pernah menyalahkan dirimu, aku menyayangimu lebih dari apapun!!


Lina berputar dan berjongkok di hadapan Adrian.


Aku juga menyayangimu lebih dari diriku sendiri Ian.


Ian menangkup wajah Lina dan mencium kening nya.


Pastikan kau selalu mencintaiku, sekalipun nanti aku benar benar pergi.


Jangan berkata seperti itu Ian! rengek Lina.


Iya.. maafkan aku baby!!


Maaf kan aku sudah membuat mu menunggu, dan pernikahan kita akhirnya batal.


Sudahlah Ian yang penting sekaramg kamu sudah sadar. Semuanya bisa kita tata ulang!


Bagaimana hubungan mu dengan ibu dan mbak Reni??? tanya Ian


Lina bangkit dari jongkoknya dan menutup matanya. Dia mengingat semua kejadian di kamar Adrian waktu itu. Semua begitu menyakitkan dia berusaha menahan airmatanya.


Aku gak tau yang bagaimana perasaan mbak Reni sekarang. Kalau aku hubungi dia tak pernah jawab, ibu juga sama saja. Jawab Lina dan dia sudah tak kuasa menahan tangisnya.


Hey.. jangan menangis kata Adrian menarik pergelangan tangan Lina dan mendudukkannya di pangkuannya.


Jangan menangis aku gak.pernah suka melihat mu menangis jempol Adrian menghapus airmata Lina yang sudah mengalir.


Adrian memeluk nya dan mencium binir Lina sekilas. Memeluk erat pinggang nya.


EHEMMM EHEMMMM


Suara orang berdehem itu mengagetkan Lina.


Ohhh papa kata Lina yang berbalik melihat keberadaan Hendra dan Miskha di belakang mereka.

__ADS_1


Papa dan mama nyari nyari ternyata kalian asyik bermesraan disini!!


Lina hanya menunduk malu kepergok sedang bermesraan.


Ahh papa kaya gak pernah muda aja jawab Ian dengan cueknya.


Iya.. iya.. papa dan mama ngerti kom jawab Hendra dan mengedipkan mata ke istrinya.


Miskha hanya melotot.


Apaan seh ma?? melotot begitu jelek tau ejek Hendra.


Biarin jelek.. jelek jelek begini juga istri papa.


Hendra menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Istrinya selalu punya jawaban yntuk membuat dia diam.


Udah seh pa gak malu apa berantem disini kata Ian.


ohh ya ada apa pagi pagi udah nyamper kesini tanya Ian lagi.


Plak... bukannya mendapat jawab Miskha malah memukul kepala Adrian.


Apaan seh ma?? bukannya jawab malah mukul.


Kami ini orangtua kamu kenapa nanya ada perlu apa?? jawab Miskha kesal.


Emang siapa bilang mama bukan orang tua Ian.


Ini anak masih aja ngejawab!! Ya mama mau lihat anak mama lah!! Ya udah kalau kamu gak mau ngelihat mama dan papa disini kami pulang aja.


Idihh kaya anak kecil aja seh ma!! gitu aja ngambek ledek Ian.


*****


Tokk.. tok.. tok..


Masuk aja kata Lina yamg mendengar pintu kamar Ian di ketok.


Andine??? Lina kaget melihat kedatangan Andine malam malam ke rumah sakit.


Ada apa din?? tanya Lina heran melihat Andine yang masih ngos ngosan.


Bisa bicara berdua sebentar Lin!!


Bicara saja!!


Bukan disini!! jawab Andine cepat.


Lina melirik Adrian yang sudah berbaring dan sia pun mengangguk tanda setuju.


Ada apa din?? tanya Lina yang sedikit khawatir melihat wajah Andine yang sedikit pucat.


Gimana ya?? kata Andine dan asyik melihat ke bawah.


Kamu sakit din?? atau mau butuh apa?? tanya Lina lagi semakin penasaran.


Gua mau loe tau sesuatu Lin Andine memberanikan diri membuka suara.

__ADS_1


Iya apa?? jawab Lina penasaran.


Tapi tolong loe janji jangan marah!!


Iya gua gak akan marah janji kata Kina dan mengangkat kelingking nya.


Keduanya pun menautkan kelingking nya.


Lin loe harus temui Riko!!


Riko?? tanya Lina heran.


Kemana aja tu anak?? udah 3 hari ini dia gak datang jenguk Adrian setelah dia sadar.


Dia gak sanggup lihat loe sana Ian!!


Maksudnya?? tanya Kina heran.


Dia suka sama loe Lin!!


JLEBBB


Gak mungkin Din kata Lina menutupi rasa keterkejutannya.


Gua serius Lin!! Entah sejak kapan dia menyukai loe.


Kenapa?? kenapa gua?? bukannya dia suka sama loe??


Cinta gak butuh alasan dan cinta gak tau pada siapa dia akan berlabuh.


Mungkin dia menyukai mu karena kalian sering bareng. Bisa aja rasa itu tumbuh Lin sama kaya loe ke Ian.


Mungkin juga dia sudah melupakan perasannya padaku sejak dia menyukaimu Lin.


Lina menghela nafas nya. Cobaan apa agi ini din??


Tenang aja Lin dia gak akan seperti mas Adit mu itu.


Trus untuk apa loe kasih tau ini ke gua Din?


Loe harus lihat Riko!!


Hah loe gila ya din!! bentak Lina.


Lin please tolong lihat dia sebentar.


Gua gak mau din!!


Lina beranjak dari duduk nya dan meninggalkan Andine.


Riko sakit di apartemennya dan dia gak mau makan, dia pengen ketemu kamu.


Lina menghentikan langkahnya. Orang yang selama ini menjaga dia sakit. Dia menyayangi Riko sebagai sahabat terbaiknya. Tapi Riko lebih dari itu.


Bawa aja ke dokter Din!!


Dia gak mau Lin,, gua udah berusaha bujuk dia!!

__ADS_1


Lina terdiam dan kembali duduk untuk berbicara dengan Andine.


__ADS_2