
Lina menggeliat di atas tempat tidur nya dia melihat Adrian masih tidur di dekatnya.
Lina memandangi wajah itu.
Tampan, imut juga kalau kamu lagi tidur begini, semoga keputusanku menerimamu adalah keputusan yang benar. " I love you" ucap Lina sedikit berbisik.
Tiba tiba Lina menarik hidung Ian. Ian yang tidak bisa bernafas pun terbangun. Lina tertawa terbahak bahak.
Sakit baby... ucap Ian memegangi hidungnya.
Lagian siapa suruh jam segini maaih molor.... kamu gak kerja??
Ngakk hari ini akan ada kejutan besar buat kamu??
apaan?? bikin penasaran aja.
Ada deh kalau di kasih tau gak akan surprise dong baby.
Aku mandi dulu ya baby bisik Ian mencubit pipi Lina dengan genit.
Selesai membereskan administrasi Ian bergegas ke ruang rawat Lina untuk mengajaknya pulang.
Di rumah Miskha dan yang lain pun sedang heboh.
Kali ini Yessi, Andine, Imel, Ardan dan juga Chiko akan menjadi saksi hari pertunangan sahabatnya.
Mereka lega akhirnya sang sahabat menerima Adrian di hidup nya setelah selama ini mereka melihat berbagai cara Lina lakukan untuk menolak Addrian. Itu semua karena besar harapan Lina Adit akan menerima perasaannya.
Adit yang mengetahui Lina akan tunangan dar Yessi pun merasa kesal.
Kenapa selama ini aku tidak melihat cinta Lina kepadaku?? kenapa saat dia akan bahagia aku malah tidaj senang??
ada apa dengan hatiku?? Apa aku cemburu???
Batin Adit berperang dengan pikirannya. Hatinya berkata kalau dia memeng sangat cemburu tapi lagi lagi dia menepis nya.
AHH AKU HANYA KEHOLANGAN DIA SEBAGAI ADIKKU SAJA. itulah yang selalu dikatakan Adit.
Sementara di rumah Miskha Riko bukannya sibuk mempersiapkan segala sesuatunya malah sibuk menggoda Andine.
Din, gimana kabarnya??
Ehh pak Riko baik baik aja pak, seperti yang bapak lihat.
Jangan panggil pak donk!!! panggil sayang aja kek atau honey ucap Riko menggoda Andine dan menghasilkan tatapan maut untukknya.
Riko bergidik ngeri melihat tatapan Andine, baru kali ini aku dipelototin perempuan seperti ingin membunuhku saja gerutu Riko.
Dia pun pergi meninggalkan Andine yang sedang merapikan meja makan. Dia tak sanggup melihat tatapan mau Andine.
Sementara kedua sejoli itu sekarang berada di dalam mobil Adrian.
Kok bukan ke Apartemen yang??
__ADS_1
Kan aku sudah bilang bakal ada kejutan!!
Oklah.
Akhirnya sampai juga kata Adrian dengan senyum sumringah.
Ehh menantu mama udah nyampe ya sambut Miskha yang mekihat Lina dan Adrian memasuki rumah.
Ada acara apa mah?? tanya Lina.
Nanti juga kamu tau jawab Miskha singkat.
Gimana keadaan kamu nak?? tanya Miskha lagi kepada Lina.
Udah enakan kok ma lihat aja, Lina udah segar begini.
Ya udah kalian berdua bersih bersih dulu sana.
Baik ma jawab Adrian menarik tangan Lina menuju kamar nya.
Lina bingung didalam kamar iru ada beberapa wanita yang lengkap dengan peralatan make up.
Melihat kekasihmya bingung Adrian langsung mengerti.
Mereka yang akan membuat kekasih Adrian ini makin cantik sayang. Kamu mandi sana.
Emang ada acara apa seh sayang?? rengek Lina.
Ian....?? teriak Lina.
Lina kesal dengan tingkah Ian, tapi laki laki itu malah terkekeh karena dia tau Lina sedang malu karena ciuman mereka disaksikan mbak.mbak yang akan mengurus keperluan Lina.
Kamu mandi disini, aku akan bersiap siap di kamar sebelah titah Ian.
Sahabat sahabat Lina di suruh masuk ke dalam kamar tamu sejak Miskha tau kalau Adrian dan lina akan sampai di kediaman nya. Karena mereka adalah kejutan buat Lina.
Lina pun sudah menyelesaikan ritual mandinya, dan dirinya pun di rias.
Akhirnya Lina sudah beres dengan semuanya diapun mengenakan gaun yang sangat cantik.
Dia terlihat elegan dan seksi.
Tokk. tok.tok
Adrian mengetuk pintu kamarnya.
Sang perias pun membuka pintu kamar itu, Lina berdiri dari tempat duduk nya saat dirias.
Melihat siapa yang datang ke kamarnya dan dia pun begitu terpana dengan penampilan Adrian yang sangat ganteng dengan tuxedo nya.
Sama hal nya dengan Adrian yang begitu mengangumi kecantikan Lina dan juga kemolekan tubuhnya. Gaun itu mengikuti lekuk tubuh Lina dan menunjukkan belahan dada Lina yamg membuat Adrian menelan salvina nya dengan sangat kasar.
Calon istri nya cantik ya pak bisik sang perias membuyarkan lamunan Adrian.
__ADS_1
Lina hanya tersenyum.
Iya dong mbak istri siapa duku bals Ian dan menghampiri Lina.
Mbak perias yang masih jomblo oun memilih untuk meninggalkan pasangan itu.
Adrian langsung mengecup bibir Lina. Saat ingin mengecup lagi Lina menutup mulutnya.
Udah dong... nanti lipstik nya belepotan.
Iya baby iya... habis acara ini baru aku lahap bibir mu.
Acara apa seh ini Ian??
Katanya mau menyematkan cincin di jariku??
Hahh??? Lina kaget
Ini pertunangan kita sayang... kamu mau kan??
Ian.. kenpa gak ngomong daritadi??
Kenapa??? apa kamu gak mau??
Bukan gak mau tapi setidaknya izin dulu kek.
Izin sama siapa??
sama ku dong sayang, sama ibu dan mbak Reni ucap Lina manja.
Dia tau ini adalah saat yang sangat penting seharusnya ibunya tau acara ini. Walaupun dia masih kesal dengan ibunya tapi setidaknya dia berhak tau.
Aku sudah telepon ibu dan mbak Reni baby.. dan katanya mereka setuju terus apalagi??
Kapan kamu telepon?? dan kenapa gak suruh mereka datang??
Ibu masih takut kamu marah baby.. jadi ibu menyerahkan semuanya padaku.
Ibu juga sudah bicara sama mama dan papa.
Setelah acara ini dan kamu kuat kita akan ke rumah Ibu.
Mendengar penuturan Adrian tak terasa airmata Lina meleleh dia tak sangka Adrian akan melakukan semua ini.
Terimakasih sayang untuk semuanya.
Jangan nangis dong baby ini kita mau tuker cincin loh kata Adrian mengelus pipi Lina.
I love you Ian.
I love you to baby..
Kata kata wajib mereka sejak beberapa hari ini.
__ADS_1