Cinta Dan Dosa

Cinta Dan Dosa
LAMARAN


__ADS_3

Hari ini keempatnya sudah berada di depan rumah Lina.


Disana lagi banyak wanita hamil yang sedang memeriksakan dirinya kepada ibu Lina yang seorang bidan desa.


Ibu mu bidan ya Lina?? tanya Miskha.


Iya ma.


Wahh.. enak ya!


Enak apanya ma ? tanya Kina yang berjalan mengikuti langkah Miskha.


Ya enak aja tiap hari ibumu bisa lihat bayi yang lahir perasaan punya cucu gitu.


Kalau mama belum bisa lihat bayi yang baru lahir, karena kalian belum kasih mama cucu.


Lina dan Adrian saling tatap.


Maksud mama?? Mama mau dapat cucu sekarang?? tanya Hendra.


Gak pa bercanda kata Miskha.


Ada ada saja seh ma kata Adrian.


Miskha hanya terkekeh penuh arti.


Keempatnya sudah berada di depan pintu tempat praktek lbu Lina.


Selamat siang bu sapa Adrian.


Siang.. nak Adrian jawab Irma yang kaget melihat Adrian.


Adrian menyalami Irma dan mencium punggung tangannya.


Lina pun mengikutinya, ada rasa canggung disana.


Apa kabarmu nak?? tanya Irma pada Lina.


Baik bu jawab Lina sedikit canggung.


Ohh ya bu saya sama orangtua saya kata Ian memperkenalkan kedua orangtuanya.


Setelah saling bersalaman kelima orang itu masuk kedalam rumah dan duduk di ruang tamu.


Lina langsung pergi kedapur untuk mengambilkan minum.


Ada apa nak Adrian datang kemari??


Gini bu maksud kedatangan kami kesini ingin melamar putri anda untuk anak kami jawab Hendra.


Irma tersenyum senang. Akhirnya putri nya akan menikah.


Bukannya waktu itu kalian sudah tunangan?? kenapa kesini lagi?? tanya Irma kepada Adrian.


Iya bu tapi mana dan papa bilang kalau Lina harus dilamar secara resmi kepada orang tuanya.


Mendengar itu Irma bahagia ketakutan nya selama ini kalau Lina gak mau lagi betemu dengannya ternyata salah.


Saat berbincang bincang Lina pun datang dengan nampan di tangannya dan memberikan minum kepada calon suami dan calon mertuanya dan juga ibunya.


Tak lama kemudian seseorang datang.


Lina.... teriak Reni.

__ADS_1


Mbak... kangen kata Lina.


Keduanya berpelukan, melepas rindu yang selama ini di pendam.


Ada apa ini kata Reni melihat banyak orang dirumahnya.


Aku di lamar mbak bisik Lina sambil tersenyum.


Cieeee cieee yang bakalan nikah ledek Reni.


Apaan seh mbak kata Lina.


Keenam orang itu pun bercerita panjang lebar.


Tak terasa waktu sudah sore. Miskha mengajak suami dan anak nya untuk mencari hotel didekat kediaman Lina. Sebelum mereka besok pulang.


Aku nginap disini aja ya ma kata Lina.


Adrian langsung menatap Lina dan menarik tangannya keluar .


Kenapa nginap disini seh beib?? tanya Adrian.


Sayang.. aku masih kangen sama mbak dan Ibu, dan ada hal yang harus aku bicarakan dengan ibu.


Besok kita pulang sayang!!!


Iya aku tau Ian... besok aku nyusul.


Besok kita berangkat jam berapa?


Jam 11.00 jawab Ian singkat. Dia tak mau berpisah dengan Lina walaupun Lina tidur di rumahnya sendiri.


Kamu jangan kaya anak anak deh Ian.. aku nginep di rumah orangtuaku loh.


Ian kesal dengan permintaan Lina.


Lina menatap Ian dengan tajam.


Iya.. iya.. deh aku ngalah sayang, kamu nginep disini aku di hotel sama mama dan papa.


Bagusss.. kata Lina mengangkat jempol nya.


Lina menarik Ian lagi masuk kerumah.


Kenapa dia Lin?? tanya Miskha.


Biasa ma jawab Lina mengangkat alisnya.


Ohhh jawab Miskha yang sudah mengerti anaknya yang tidak mau Lina menginap.


Baru ditinggal nginap semalam aja kamu udah ribut Ian ledek Miskha.


Apaan seh ma jawab adrian kata Adrian melotot ke arah Miskha.


Miskha, Hedra dan Adrian pun pamit pergi setelah taxi pesanan Adrian datang.


Ketiga nya masih saja duduk di ruang tengah rumahnya setelah kepergian Adrian dan kedua orangtuanya.


Diam itulah yang terjadi saat ini.


Kamu serius menerima lamaran Adrian Lin? tanya Lina


Serius mbak! tadi juga kan sudah minta restu sama ibu.

__ADS_1


Irma hanya mendengarkan perbincangan kedua putrinya.


Mbak katanya mau nikah sama mas Adit? tanya Lina.


Iya , tapi sekarang Adit aneh Lin.


Dia gak pernah angkat telepin mbak lagi.


Kenapa?? tanya Lina penasaran


Mbak berantem?


Gak Lin, gak tau kenapa Adit kayanya menjauhi mbak.


Harusnya minggu kemarin Adit pulang kesini untuk membicarakan pernikahan kami, tapi dia gak datang.


Lina menarik nafas dan membuangnya kasar. Dia sebenarnya tau kenapa Adit begitu kepda mbak nya.


Ya udahlah mbak biarkan aja. Mungkin dia lagi ada kerjaan kali mbak atau apalah.


Gak taulah Lin apa mungkin dia sudah mencintai perempuan lain?


Uhukk uhukkk


Lina yang lagi minum itu pun tersedak mendengar perkataan mbaknya.


Pelan pelan Lin kata ibunya.


Udahlah.. gak usah bahas dia lagi Lin kata Reni.


Bahas pernikahan kamu aja.


Ehh iya ya mbak. Nanti mbak sama ibu datang ya kata Lina dengan semangat.


Ibu bisa datang Lin?? tanya Irma.


Maksud ibu?? ibu gak hadir di pernikahan putri inu ini??


Ibu pikir kamu masih marah sama ibu??


Sudah lah bu gak usah di bahas lagi, semua orang pernah melakukan kesalahan kan!


Irma langaung berkaca kaca dan menitikkan airmatamya. Mengetahui Lina susah bisa menerima dirinya.


Tapi satu hal yang pengen aku minta sama ibu.


Apa nak??


Aku pengen tau nama ayah ku yang sebenarnya.


Irma pun bangkit dari sana menuju kamarnya.


Tak lama dia datang lagi dan memberi Lina selembar photo.


Dia adalah ayah mu, dan namanya Bastian adiputra.


Lina menatap photo itu dan memperhatikannya.


Ganteng juga ayah ku ya bu ucap Lina.


Iya, dia seorang pengusaha.


Sudah bu gak isah di perpanjang aku gak mau dengar. Aku hanya pengen tau aja namanya. Hanya saja ibu memnerikanku photonya.

__ADS_1


Aku gak mau berurusan sengan masa lalu ibu ucap Lina tegas.


Ya sudah kamu mandi dulu sana habis itu kita makan titah Reni.


__ADS_2