Cinta Dan Dosa

Cinta Dan Dosa
LAGI LAGI DIA


__ADS_3

Lin mau makan siang bareng gak?? tamya Alvian.


Mau seh.. tapi jangan hari ini, aku ada urusan bye.. Lina melambaikan tangan nya dan bergegas keluar.


Sampai di cafe dekat kantornya Lina langsung menuju meja yang sudah di tempati oleh Adit.


Sudah lama mas??


Belum baru 10 menit.


Ohh jawab Lina ber ohh ria dengan santainya.


Mas udah pesan makan??


Belum, mas nunggu kamu!


Pelayan pun mengahampiri keduanya dan Lina langaung memesan makanan nya dan Adit.


Drt.. drt.. drt..


Calon Misua


Jangan lupakan makan siang mu, dan gak usah lama lama ketemu mas mas mu itu aku cemburu baby


I love you!!


Lina.


siap calon misua!!!


calon misua


*apa itu misua??


Lina*


Nanti aja bahas nya ok Aku makan duku

__ADS_1


Love you.


Adit memandang Lina yang lagi senyum senyum sendiri membaca pesan di ponsel nya. Ada seperti bara dihatinya yang membuat dia panas.


Adit begitu yakin kalau itu adalah Adrian.


Hemmm hemm


Adit berdehem agar Lina melihatnya.


Siapa?? tanya Adit.


Adrian mas! Ohh ya ada apa mas pengen ketemu??


Pengen bahas masalah pernikahan mas sama mbak Reni ya??


Misi mas pesanannya .. Adit tak menjawab pertamyaan Lina karena pesanan mereka sudah datang.


Kita makan dulu Lin baru.kita bicara nanti.


Tak butuh waktu lama Lina menghabiskan maknannya. Dia bukan wanita yang sok jaim saat berada dihadapan cowok.


Buat Lina makanan adalah hal yang membuat dia bahagia. Aneh memang ne cewek ya.


Mas Adit mau ngomong apa tadi tanya Lina lagi.


Hummm humm Itu Lin.


Itu apa?? tanya Lina serius.


Itu.. itu.. aku ... suka.. samamu Lin akhirnya Adit menyatakan perasaannya.


Perasaan yang sejak melihat Lina di rumah sakir bermesraan dengan Adrian. Perasaan cemburu nya dan perasaan kehilangan wanita yang selalu setia mencintainya dari dulu.


Hahahhahah mas Adit kalau nercanda kebangetan. Bikin jantung ku mau copot aja ucap Lina dan kembali tertawa.


Aku serius Lin aku cemburu melihat kamu dan Adrian bersama.

__ADS_1


Lina langsung terdiam, mencoba mencerna kata kata Adit. Lina menggelengkan kepalanya, mencubit pipinya. Dia merasa lagi bermimpi kalau cintanya di balas oleh Adit.


Gak usah cubit pipi mu nanti merah Lin larang Adit.


Mas serius??


Iya mas serius! Dan mau kan kamu.


meninggalkan Adrian untukku.


Trus mbak Reni gimana??


Aku akan putuskan dia dan akan bersamamu kita akan nikah.


Hahh jawab Lina heran.


Kenapa mas jadi tiba tiba begini??


Adit meraih tangan Lina yang berada di atas meja.


Setelah kehilangan sosok mu yang tidak pernah lagi menggangguku dan saat aku melihat kamu bermesraan dengan Adrian aku marah Lin, aku benci dan aku gak terima kamu dengan yang lain.Sudah aku pikirkan beberapa hari ini kalau aku memang menyukaimu.


Kamu yang nolak aku mas!


Iya aku tau maafin aku, mas gak akan membiarkan kamu untuk dimiliki orang lain.


Tapi mas salah mas! jawab Lina menarik tangan nya yang masih di genggam Adit. Aku sudah bertunangan Lina menunjukkan jari manis nya yang di hiasi cincin.


Apa aku ???? Adit tidak melanjutkan perkataannya.


Apa mas??


Mas aku akan bahagia dengan Adrian karena


aku sudah memutuskan untuk mencintainya.


Baiklah kalau itu keputusanmu! Aku akan mengusik teman temanmu.

__ADS_1


__ADS_2