Cinta Dan Dosa

Cinta Dan Dosa
DITABRAK


__ADS_3

Lina masih saja meneteskan airmatanya, dia masih mengurung diri dan tak mau menemui Adrian.


Dia benar benar gak kuat untuk melihat kondisi Adrian setelah Miskha memberitahunya.


Lin.. loe gak bisa diam terus!! loe harus liat kondisi Adrian, loe kekuatan dia.


Please Lin loe lihat kondisinya! tutah Riko yang menemui Lina di ruangannya.


Lina tak bergeming, dia tetap saja diam dan hanya mengeluarkan airmatanya.


Drt..drt..drt... ponsel Riko berbunyi.


Halo.


......


Iya pak


.........


Hah bagaimana mungkin???


Mendengar itu Lina langsung mengangkat kepalanya dan memperhatikan ekspresi Riko yang begitu kecewa.


Ada apa ko?? tanya Lina setelah Riko memutus panggilannya.


Adrian begini bukan karena kecelakaan biasa tapi dia sengaja di tabrak!!


Mendengar itu Lina menjadi meraung raung, tangis nya lagi lagi pecah.


Dia berdiri dan berlari ke ruangan Adrian.


Entah apa yang menggerakkan kakinya sampai dia mau menemui Adrian.


Miskha, Hendra, ibu dan Reni heran melihat kedatangan Lina.


Dia langsung duduk di bangku dekat ranjang Adrian.


Bangun Ian.. bangun.. bangun... udah pagi.. ucap Lina sambil terisak.


Kamu gak ngantor??


Gak apa apa kalau kita gak nikah dulu asal kami bangun....


Bangun Ian... bangun.... kapan kamu mau bangun?????


Reni menghampirinya dan memeluk tubuh adik satu satunya itu. Dia sudah tidak kuat mendengar tangis Lina.


Dia akan baik baik saja Lin.


Dia bukan di tabrak orang mbak.. bukan kecelakaan biasa, siapa yang berani nabrak Ian. Mendengar itu semunya sontak kaget dan langsung menatap ke arah pintu yang melihat Riko sudah berdiri disana.


Riko hanya mengangguk mengiyakan penjelasan Lina.

__ADS_1


Siapa?? siapa yang berani nabrak anak saya?? anak saya gak punya musuh!! bentak Hendra.


Kita ke kantor polisi aja om. Katanya supir truk nya sudah ketemu tapi dia tidak mau mengakui siapa yang menyuruhnya.


Mama ikut pa, Hendra pun mengangguk.


Titip Adrian dan Lina ya bu kata Miskha ke calon besan nya itu.


Lina masih saja setia duduk di samping Adrian, beberapa kali tangis nya pecah melihat kondisi Adrian.


Reni mencoba menyuapi nya makanan tapi hasilna nihil. Lina masih saja menutup rapat rapat mulut nya.


Kamu harus makan nak,, kalau kamu gak makan bagaimana kamu bisa jaga nak Adrian????


Lina gak laper bu!!


Tapi kamu harus makan dari kemarin kamu gak makan nak!!


Kemarin Lina makan kok bu sama Adrian.


Iya kan sayang.. kata Lina dan mengelus wajah Adrian.


Reni hanya bisa meneteskan airmata melihat adiknya yang sangat berantakan.


Kamu harus makan ya Lin.. sini mbak suapain lagi ajak Reni.


Lina menepis tangan Reni yang bersarang dipundaknya.


Mendengar itu Reni semakin tak tau harus berbuat apa, dari kemarin Kina tak makan, infus yang di pasang pun dia cabut sendiri setelah sadar.


Lina... lihat mbak bentak Reni menarik kedua pundak Lina untuk menghadapnya.


Mbak tau kamu sedih, mbak tau kamu sakit hati, marah, kesal tapi apa begini kamu menghadapinya??


Apa kamu akan begini terus?? mbak juga yakin Adrian gak akan senang melihat keadaan kamu begini??


Mbak tau apa soal Adrian?? tamya Lina sinis.


PLLAAAKKKKK


Tamparan keras itu mendarat dipipi Lina.


Kamu bukan anak kecil Lina!!


Ibu yang menlihat itu langsung menghampiri keduanya.


Kenapa kamu pukul adikmu??


Biar dia sadar kakau bukan hanya dia yang bersedih bu!!


Lihat ibu Miskha dan bapak Hendra dia tak seperti kamu!!


Dia masih bisa tegar melihat keadaan anaknya.

__ADS_1


Tidak mungkin dia tidak sedih mekihat kondisi orang yang dia lahirkan itu sekarat, tapi dia masih bisa berpikir jernih. Tidak seperti kamu.


Kamu tau kalau kamu seperti ini, itu sama saja kamu menganggap Adrian sudah mati.


MMMMBBBAAAKKK teriak Lina


Jaga bicara mbak Arrian tidak mati.


Tapi cara kamu mengatakan kalau Adrian sudah tiada.


Mendengar itu tubuh Lina tiba tiba bergetar dan dingin.


Dia melihat Adrian dan langsung memeluknya tubuh Adrian yang masih saja diam.


Dia menangis di dada Adrian.


Reni kembali menariknya dan menamparnya untuk kedua kalinya.


Saat Reni menampar Riko sudah berada di dalam ruangan.


Kenapa kamu menamparnya??


Supaya dia sadar dan bisa melihat kenyataan !


Lina hanya menangis mendapat tamparan dari mbaknya.


Riko yang melihat Lina menangis langsung merengkuhnya dalam pelukannya.


Ko... Ian bakalan bangun kan??


Dia pasti bangun kok.. loe juga harus kuat untuk menemani Ian.


Loe gak mau kan kalau Ian sendirian??


Lina hanya menggeleng.


Baiklah karena loe harus menemani Adrian loe harus makan.


Gua gak laper Ko!!


Sedikit saja titah Riko dan mengambil makanna di nakas menyuapi Lina yang sudah duduk kembali di bangku dekat Adrian.


********


Sudah empat hari Adrian masih saja seperti itu tak menunjukkan kemajuan.


Lina masih saja setia menunggu Adrian. Kadang dia bergantian menunggu nya dengan yang lain.


Terkadang Lina sampai tertidur di samping Adrian seperti saat ini.


Riko akan menggedongnya dan memindahkannya ke sofa. Dia tak tega melihat Lina yang selaku tidur dengan keadaaan duduk dan kepala ke ranjang Adrian.


Dia terus saja melakukannya walaupun nanti Lina marah karena memindahkannya.

__ADS_1


__ADS_2