
Kenapa loe bisa tau semua Din?? Apa Riko cerita ke loe?? tanya Lina yang penasaran.
Dia gak cerita apa apa ke gua, tapi dari cara dia ngelihat loe, merhatiin loe, semua juga pasti tau kalau dia suka sama loe!! loe aja yang gak peka atau loe terlalu fokus sama Adrian jadi loe gak pernah merhatiin sikap dia ke loe.
Kenapa semua jadi makin rumit din??
Gua gak mungkin balas perasaan Riko dan loe tau itu kan!!
Iya gua tau!!
Lalu kenapa loe ngasih tau ini ke gua??
Karena gua gak tega ngelihat Riko seperti ini!! Andine menunjukkan gambar Riko di ponselnya yang dia ambil saat sia menemui Riko di apartemennya.
Lina hanya terdiam melihat photo Riko yang tampak terlihat pucat.
Please Lin Sekali saja temui dia dan berikan dia perhatiian layaknya pacar.
Hahh Loe gila Din!!
Cuma itu cara yang bisa buat dia bangkit.
Maksus loe gua pura pura jadi pacar Riko?? tanya Lina teriak.
Lin please hanya semalam ini setelah itu aku yang akan menjaga Riko. Aku sudah janji tadi ke dia untuk membawa kamu kesana.
Loe gila Din!!
Please Lin Andine memohon dengan sangat.
Gua tau Lin seperti apa sakitnya yang dirasakan Riko. Gua pernah ada di posisi itu. Mencintai kekasih sahabat kita sendiri.
Lina yang mendengar itu merasa tersentuh. Dia juga tau rasanya bagaimana mencintai orang tanpa mendapatkan balasan.
Yahh dulu dia mencintai Adit tanpa balasan.
Lina memghela nafasnya dan mulai berpikir apa yang harus dia lakukan.
__ADS_1
Gua bisa pergi ke tempat Riko tapi siapa yang akan jaga Adrian??
Alvian dan Yessi gua akan bilang kalau loe lagi ada urusan sama gua.
Lina hanya mengangguk pelan. Dosakah yang dia lakukan. Dia akan kencan buta dengan sahabat calon suaminya sendiri.
Maafkan aku Ian.. aku gak bermaksud seperti ini lirih nya dalan hati.
Andine langsung menghubungi Yessi dan Alvian, keduanya pun setuju untuk menjaga Adrian malam ini.
Din jangan pernah ceritakan ini pada siapapun!! mohon Lina.
Andine mengangguk dan memeluk Lina.
Aku mulai menyukai Riko dan aku akan menjaganya.
Lina kaget mendengar penuturan Andine.
Sejak kapan??
Maaf ya Din!!
Lin cinta itu bisa datang kapan saja dan pada siapa saja!!
Iya gua tau Din!!
Kita tunggu bocah berdua itu duku dan gua akan pamit sama Adrian.
Ya nanti gua juga ikut pamitain loe dan bilang kalau loe lagi ada urusan sana gua.
Okay!!!
Tak lama Alvian dan Yessi pun sampai. Lina dan Andine menyusul keduamya ke parkiran.
Keempatnya kini berjalan menyussuri lorong rumah sakit dan masuk ke kamar Adrian.Adrian lagi asyik memainkan poselnya.
Kelamaan ya yank??
__ADS_1
Iya lama banget jawab Ian bercanda.
Loh kok ada Yessi dan Alvian??
Heh malam pak jawab keduanya melambaikan tangan.
Malam juga jawab Adrian santai.
Sayang.. malam ini di jagain sama Yessi dan Al ya!
Emang kamu mau kemana?,
Andine ada masalah aku mau bantuin dia.
Iya Ian aku butuh Lina malam ini, malam ini aja! boleh ya mohon Andine dengan mata penuh harap.
Emang harus malam ini,?? gak bisa besok??
Harus malam ini Ian!!
Emang masalah apa seh??
Masalah pribadi seh Ian. Tolong ya ya boleh ya mohon Andine lagi.
Dengan berat hati Adrian mengangguk. Sebenarnya dia tak mau pisah dari Lina. Tapi dia berpikir kalau Andine benar benar lagi membutuhkan pacarnya itu.
Peluk aku dulu rengek Ian dan merentamgkan kedua tangannya.
Lina tak punya pilihan walau dia merasa malu dengan sahabatnya tapi mau tak mau dia harus melakukannya kalau tidak Adrian tidak akan memperbolehkannya pergi.
Di peluk nya Ian dengan cepat Ian mencium pucuk kepalanya.
Jangan lama lama ya perginya dan jangan naksir cowok lain.
Iya.. iya.. jawab Lina yang merasa bersalah telah berbohong pada Ian.
Lina dan Andine pun meninggalkan ruangan Adrian meninggalkan Yessi dan Alvian.
__ADS_1