Cinta Dan Dosa

Cinta Dan Dosa
PERMINTAAN ADRIAN


__ADS_3

Malam ini Adrian lagi sibuk mengerjakan pekerjaannya.


Riko yang biasa membantunya lagi pergi keluar kota menggantikan dirinya. Adrian tidak di perbolehkan pergi pergi lagi.


Akhirnya dialah yamg harus mengerjakan semuanya di bantu sekretarisnya Putri.


Tadi dia membawa pulang berjas yang harus diperiksanya karena dia tak mau Lina sendirian di apartemen.


Lina bebrbalas chat dengan sahabatnya.


Lina


bagaimana perkembangan hubungan loe dengan Riko din?


Yessi


Iya tuh?? udah sampai mana?,


Andine


Sampai ancol!!


Yessi


Perasaan hati ini pak Riko ke surabaya deh bukan ke Ancol


Andine


Bodo ahh


Lina


jangan terlalu membencinya, nanti kamu bucin sendiri.


Imel


Benar tuh , buka hati loe sedikit saja Din, loe harus lupakan masa lalumu!


Andine


bodo ahhh.. gua gak mau!! Liat nanti saja


Lina


gak seru loe din!!


Andine


jangan godain gua mulu, liat tuh laki loe lagi ngapain??


Imel


Iya tuh laki perhatiin, nanti ngambek lagi loe cuekin!


Lina


Dia lagi kerja.!

__ADS_1


Imel


benar benar ya laki loe gila kerja, pernikahan loe tinggal 4 hari lagi masih aja fokus ke kerjaan sampe jam segini.


Lina


Udah biarin saja, dia memang menikmati waktu kerjanya.


Andine


Makanya dia kaya mel, kerja.mulu seh..


hahahhahaha


Yessi


hahahahhahaahaha


Akhirnya perkerjaan Adrian beres, dia menutup laptopnya dan merapikan berkas berkasnya. Dia mencari keberadaan Lina.


Dia menemukan Lina sedang asyik memainkan ponselnya dengan sekali kali tersenyum.


Dia tiba tiba mengingat perbincangannya dengan ayahnya.


Hanya chating dengan teman mu saja kamu sudah bisa melupakan aku, apalagi kalau kita punya anak.


Adrian menggelengkan kepalanya, dan menghampiri Lina.


Adrian duduk di samping Lina, Lina tetap masih asyik dengan ponselnya. Merasa dicueki Adrian menarik ponsel Lina.


Kenapa?? tanya Lina heran.


Aku hanya membalas chating teman ku Ian!


Iya aku tau, tapi kamu melupakan aku!


Siapa yang melupakanmu??


Kamu baby.. jawab Ian tak mau kalah.


Lina meghela nafasnya dan memutar badannya berhadapan dengan Ian.


Aku akan menikah denganmu, kenapa kamu katakan kalau aku melupakanmu??


Iya aku tau, tapi dengan ponsel ini saja kamu sudah melupakanku!


Pasti ada yang lain kan?? ada apa sebenarnya?? selidik Lina yang yakin kalau masalahnya bukan di ponsel saja.


Aku belum siap kalau kamu membagi perhatianmu?,


Maksudnya? tanya Lina tak mengerti.


Aku belum siap baby kalau nanti kita punya anak dan kamu membagi perhatianmu.


Tapi sudah seharusnya begitu kan, masak aku tidak memperhatikan anak kita??


Iya tapi akau belum siap berbagi!! tolak Ian.

__ADS_1


Sekalipun dengan darah daging mu sendiri?, tanyaLina tak percaya.


Adrian hanya mengangguk.


Lagi lagi Lina menghela nafasnya, dia tak tau harus berkata apa karena calon mertuamya menginginkan mereka segera memberi cucu.


Tapi mama pengen cepat cepat kita kasih cucu sayang.


Tapi aku belum siap sayang dan papa juga setuju dengan ku.


Lina berpikir sejenak.


Benar juga bagaimana dia bisa memiliki anak kalau suaminya saja belum siap dengan kehadiran anak mereka.


Ini permintaan ku baby.. kita tunda punya anak dulu ya.... satu tahun saja pinta Adrian.


Jangan berjanji.. kita akan punya anak kalau kamu sudah siap kata Lina.


kamu setuju baby??


Iya aku setuju menundanya.. tapi kita harus membicarakannya sama mama.


Iya nanti akan kita bicarakan , papa juga mendukung keputusan aku kok baby.


Humm jawab Lina sekenanya.


Baiklah.. tadi papa sudah mengabari aku kalau persiapannya sudah 90%.


Lusa ibu dan mbak Reni akan sampai disini.


Mereka akan tinggal di hotel untuk sementara tutur Ian.


Lina tersenyum mendengar penjelasan Adrian.


Adrian memang sudah mengatur semuanya, Riko pun sudah membagikan undangan kepada rekan kerja dan teman kantor.


Lina tiba tiba memeluk Adrian, dia sangat


bahagia saat ini.


Adrian senyum mendapat pelukan itu, dia semakin kaget saat Lina merengkuh wajahnya dan mencium bibirnya.


Adrian tak menyia nyiakan kesempatan ini.


Diangkat nya Lina duduk di pangkuannya. Lina melingkarkan tangan nya di leher Adrian sementara Adrian memeluk pinggang Lina.


Semakin lama ciuman itu semakin brutal. Adrian sudah dikuasai nafsu. Kini dia berpindah ke leher Lina, puas disana tanganya pun pindah kedua gundukan kenyal Lina yang masih tertutup piyama.


Adrian menggendong Lina ke dalam kamar. Lina melingkarkan kakinya di pinggang Adrian tanpa melepaskan ciumannya.


Merebahkan Lina di ranjang dan Adrian pun menindihnya. Perlahan Adrian membuka kancing piyama Lina. Akhirnya terlepas semua terpampamglah dua gundukan kenyal Lina yang memang sangat montok. Adrian melahapnya tanpa ampun.


Terdengar suara desahan Lina yang menikamati semua permainan Adrian.Desahan itu semakin membuat Adrian tergila gila.


Adrian masih saja bermain di dada Lina.


Adrian yang sudah tak kuat dengan pertahananya menarik tangan Lina menuju si boynya.

__ADS_1


Dia meminta Lina melakukan senam lima jari lagi. Walaupun terbuai nafsu tapi dia ingin memiliki Lina seutuhnya setelah acara pernikahannya.


Kali ini dia harus cukup puas dengan senam lima jari itu.


__ADS_2