
Aku ikut aja sayang rengek Lina.
Baby.. kamu kenapa seh??
Aku mau ikut Ian... aku gak mau di tinggal
Lagi lagi Lina merengek pengen ikut Adrian yang mau rapat.
Selesai rapat aku pasti langaumg pulang baby... Adrian menahan rasa jengkel nya pada Lina.
Entah kenapa sedari tadi sampai di kantor Lina tak mau jauh jauh dari Adrian. Bahkan kerjaan kantor nya pun tak di kerjakan sama dia.
Yessi dan Alvian yang melihat tingkah Lina pun hanya bisa geleng geleng.
Kamu kenapa jadi posesif begini baby.., aku janji selesai rapat aku akan pulang nanti kita langsumg ke hotel tempat ibu dan mbak Reni nginap. Papa akan jemput mereka di bandara.
Lina menghembuskan nafas nya, dia pun tidak mengerti kenapa dia bisa seposesif itu pada Adrian. Padahal Adrian hanya pergi untuk rapat.
Adrian meraih pinggang Lina dan memeluk nya.
I love you bisik Ian langsung mencium bibir Lina.
Balasan ciuman Lina pun mampu meredam kekesalan Adrian. Mereka masih saja dengan ciuman panas nya.
GLEKK
ooo... ooo mulut Riko melihat adegan di hadapannya.
Kalau mau masuk ketuk pintu dulu ucap Ian dan melanjutkan ciumannya.
Riko memundurkan langkahnya. Lina sudah pasti malu dan wajahmya pasti sudah memerah.
Lina mendorong Adrian dengan lembut untuk melepas ciumannya.
__ADS_1
Aku malu Ian.. remgek Lina menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Ngapain malu?? kamu tuh ciuman sama calon suamimu ucap Ian mengacak rambut Lina.
Aku berangakat ya... pamit Ian.
Lina langsung memeluknya dari belakang cepat pulang ya... kata Lina.
Pasti donk...jawab Adrian.
********
BRUKKKKK... PRAKKKK.... PRANG... PRANG.....
Entah berapa kali mobil yang di bawa Adrian berbalik di jalan raya.
Yessi... keruangan saya titah Riko.
Ada apa pak tanya Yessi yang sudah berdiri di depan kerja Riko.
Riko mengacak rambutnya dan terlihat begitu khawatir.
Ada apa pak?? apa ada masalah??
Kamu tolong tenangkan Lina saya baru dapat kabar Adrian kecelakaan saya akan kesana.
Apa pak?? teriak Yessi
Shuttt jangan keras keras nanti Lina bisa dengar titah Riko.
Yessi langsung menutup.mulut nya dengan kedua tangannya.
Bagaimana keadaannya pak??
__ADS_1
Katanya lumayan parah!!!
Yessi berkaca kaca dia memikirkan sahabatnya. Bagaimana kalau.Lina mendengar ini semua. Bagaimana kalau Ian?? bagaimana?? bagaimana dan bagaimana?? itulah yang ada di otaknya.
Kamu bisa menenangkan Lina?? tanya Riko.
Nanti saya akan hubungi kamu kalau Adrian sudah di rumah sakit dan tolong catat no ponsel kamu di sini tita Riko menyodorkan ponselnya.
Buru buru Yessi mengetik no nya dan meninggalkan Riko.
Riko pun bergegas menuju tempat kecelakaan Adrian yang tak jauh dari kantornya.
Seorang teman nya tadi menelepon Riko yang melihat Adrian tergeletak dijalan setelah di tolong oleh beberapa warga. Tak lupa juga Riko mengabarai Miskha dan Hendra.
Mereka sepakat untuk tidak memberitahu Lina dulu.
Adrian.... teriak Miskha yang melihat anaknya bersimbah darah di angkat ke dalam ambulan.
Melihat keadaan mobilnya yang juga ringsek hati Miskha pun hancur.
Miskha dan Hendra mengikuti ambulan yang membawa Adrian ke rumah sakit terdekat. Didalam ambulan ada Riko yang menemaninya.
Riko mengirim pesan pada Yessi untuk memberitahu Kina dan mengajaknya ke rumah sakit yang akan di tuju Adrian.
Lin ikut gua yuk!!!
Mau kemana ?? gua mau nungguin Adrian!!
Mendengar itu Yessi melemah, dia tak sanggup lagi berkata apa apa pada sahabat nya itu.
Udah ikut gua aja bentar, Yessi menarik tangannya.
Dia pun tak lupa mengajak Alvian, Yessi sudah memberitahu Alvian dan mereka sepakat mengantar Lina ke rumah sakit menggunakan mobil Alvian.
__ADS_1