Cinta Dan Dosa

Cinta Dan Dosa
MERAWATMU


__ADS_3

Tokk tokk tokk


mbak masuk ya Lin..


Iya mbak


Kamu makan malam dulu Lin.


Iya nanti mbak


Mbak tau kamu sakit hati sama ibu tapi bermurah hatilah sedikit Lin.


Aku butuh waktu mbak!


Iya mbak tau, bagaimana nanti pernikahan mu dengan Adrian?


Kita lihat nanti saja mbak, aku belum bisa memikirkan nya.


Adrian sepertinya sangat menyanyangimu Lin. Terimalah dia di hatimu. Tidak usah mengingat masa masa lalu lagi, terutama masalah mbak dengan Reza. Tidak semua pernikahan seperti itu. Tidak semua lelaki seperti itu.


Iya mbak .. jawab Lina dengan mata yang sangat sembab karena kebanyakan menangis.


Adrian dimana mbak??


Lagi di depan sepertinya mengurus kerjaan nya.


OHHH...


Apa kau tak ingin bicara dengan ibu??


Ibu menanyaimu terus!


Aku belum siap mbak.


Baiklah makan lah dulu mbak bawa kesini ya.


Iya mbak.


Reni dengan telaten menyuapi adik semata wayang nya itu. Menurut Reni, Lina masih lah gadis kecil yang selalu bermanja manja padanya.


Mbak siapa calon mbak kali ini??,


Ada deh pengen tau banget.


Kapan mbak akan nikah???

__ADS_1


Mungkin dalam waktu dekat.


Baiklah kabari aku ya.


Ok adikku sayang...


Apa kau mencintai Adrian??


Aku gak tau mbak dia aja memaksaku untuk berpacaran dengan nya.


Maksudnya??? dengan wajah kebingungan


Mbak tau gak Adrian itu adalah atasan ku dan dia memaksa ku untuk berpacaran dengan nya karena kalau aku tidak mau aku akan di pecat.


Kejam sekali???


Hummmm


Tapi sepertinya dia anak baik baik.


Kita gak tau mbak, kita lihat saja nanti. Tapi aku merasa akhir akhir ini aku nyaman kalau di dekat dia.


Kalau begitu, kau sudah mulai menyukainya.


Sekarang waktunya istirahat, besok kau akan pulang dengan Adrian. Aku akan tidur bersama ibu. Karena ibu juga masih terpukul dengan kepergian ayah Lin.


Iya mbak temanin saja ibu. Aku gak apa apa kok.


Lina keluar kamar karena pengen ke toilet. Dia melihat Adrian tertidur di sofa depan tv.


Tak tega membangunkannya dia ambil selimut dan menyelimuti Adrian, membelai pipinya.


"Kamu pasti begitu lelah kan" SELAMAT MALAN bisik Lina dan berlalu.


Adrian hanya pura pura tidur dia tersenyum manis mendengar ucapan Lina.


kenapa kamu begitu sulit mengungkapkan perasaan mu??? hummm umpat Adrian


dan mulai menuju alam mimpi.


Ibu lina pamit ya Lina berpamitan kepada ibunya.


Dia tak menyalim ibunya seperti biasanya. Dia hanya memandang wanita paruh baya itu dengan tatapan kosong. Seperti tak ada rasa sayang lagi disana.


Iya sayang baik baik disana ya. Irma menahan derai airmatanya karena merasa bersalah kepada putri nya yang satu ini.

__ADS_1


Wajahmu pucat banget Lin apa kamu kuat tanya Reni.


Aku harus pulang mbak kalau disini malah aku semakin tak bisa melupakannya, mungkin kalau sudah jauh aku bisa melupakannya pelan pelan.


Baiklah hati hati dijalan ya. Jaga kesehatan mu Lin. Aku titip adikku ya Ian!


Baik mbak kami berangkat dulu ya mbak pamit Adrian sambil memberi salam kepada Irma dan Reni.


Adrian dan Lina pun menuju bandara dengan taxi.


Sampai juga mereka di jakarta dan mereka sudah berada di dalam mobil yamg disupiri oleh Riko karena tadi Adrian menyuruh Riko untuk menjemput mereka di bandara.


Tak ada suara didalam mobil itu Lina tertidur karena dia merasa begitu capek, sedangkan Riko berkonsentrasi untuk menyetir dan Adrian menatap kosong ke depan dan selalu menggenggam tangan kekasih nya itu.


Butuh waktu 45 menit untuk samoai di apartemen Ian. Dengan lembut Uan membangunkan Lina.


Sayang... sayang bangunlah kita sudah sampai.


Lina menggeliat dia tampak begitu lelah wajahnya masih begitu pucat. Walaupun disuapi makan Lina hanya memakan sedikit saja. Itu yang membuatnya tampak lesu.


Dia pun keluar dari dalam mobil dan mengikuti langkah Adrian. Sementara Riko langsung pergi menuju kantor atas perintah Adrian.


Sampai di apartemen Adrian,Adrian langsumg menunjukkan kamar Lina yang sudah di sulap Riko menjadi kamar nya.


Sontak Lina kaget dengan semua barang barang yang ada disana.


Kenapa barang barang ku ada disini??


Kamu akan tinggal bersamaku. jawab Ian


Kenapa??


Kamu masih sakit sayang di tempat kos siapa yang akan memerhatikan mu. Aku juga sudah mengatakannya kepada mbak Reni dan Ibu.


Terserah kamu saja jawab Lina dan membaringkan tubuhnya di atas kasur.


Tak lama dia langsung tertidur.


Adrian yang sudah selesai membersihakan diri mengahampiri Lina.


Cup


Adrian mencium kening Lina.


Melihat gadis itu masih tidur dia pun tak mau mengganggunya dia pergi ke ruang tv dan mengutak atik ponselnya untuk memesan makanan. Untuk mereka makan malam ini.

__ADS_1


__ADS_2