Cinta Dan Dosa

Cinta Dan Dosa
FITING BAJU


__ADS_3

Siang ini mereka akan ketemu dengan Miskha dan Hendra di butik langganan Miskha, untuk fiting baju pengantin.


Lina dan Adrian baru saja turun dari mobil dan melihat mobil ayahnya yang juga sudah sampai di parkiran.


Mama panggil Lina yang melihat calon mertuanya keluar dari mobil.


Ehhh kalian sudah sampai juga kata Miskha.


Iya ma.. baru juga sampainya jawab Lina dan menyalami punggung tangan kedua calin mertunya itu yang diikuti oleh Adrian.


Ya udah masuk yukk ajak Miskha.


Sampai di dalam keempatnya di sambut oleh sang desaigner.


Ya udah kita lihat baju Lina dulu deh ma ajak Adrian


No.. Adrian jawab Lina dengan mengangkat telunjuknya dan menggoyangnya.


Kenapa ma? dia calon istriku! protes Ian.


Kejutan .. kamu gak boleh lihat sampai hari H.


Kamu sama ayah saja sana mencoba tuxedo kalian, mama sama Lina mencoba gaunnya.


Mama.. please mohon Adrian.


Miskha hanya menggeleng.


Hendra menarik tanagn anaknya dan berbisik

__ADS_1


Gak akan menang lawan perempuan, buang buang tenaga saja .


Aseian pun sadar kalau dia tak akan menamg melawan mamanya. Dengan pasrah dia mengikuti Hendra ke ruamgan sebelah.


Pah.. Apa semua perempuan seperti itu??


Maksudnya??


Iya selalu saja menang sendiri??


Semua nak, kamu juga akan mengalami seperti apa yang papa alami, kalau perempuan sudah marah apa saja yang kita lakukan salah curhat ayahnya.


Tapi Lina gak seperti itu pah.


Hahhahaa itu karena masih pacaran saja, kalau sudah menikah kamu akan lihat apalagi kalau susah punya anak kamu akan di hiraukan


Hahhhh Ian kaget dengan pemuturan ayahnya.


Ian hanya menggangguk tanda mengerti.


Kalau gitu Ian belum mau pumya anak pa!! kata Ian tegas.


Itu terserah kalian berdua nak, kalau papa seh ok ok saja. Tapi kalau mamamu dia akan terus desak kamu untuk memberikannya cucu.


Aaaarrrggghhh Ian menjambak rambutnya frustasi.


Dia membayaangkan kalau mereka nanti punya anak dia akan menjadi no dua.


Dan anaknya akan menguasai istrinya selama 24 jam.

__ADS_1


Adrian bergidik ngeri, dia belum siap membagi Lina sekalipun itu dengan anaknya.


Aku akan bicarakan ini nanti pada Lina batin Adrian.


Tidak usah terlalu berpikir keras titah ayanya yang melihat Ian berpikir keras dari tadi.


Lina dan Miskha pun susah selesai fiting bajunya. Lina begitu anggun dengan gaun dan kebaya yang sudah disiapkan umtuknya.


Lina akan mengenakan kebaya untuk pemberkataan dan gaun untuk resepsi malamnya.


Seminggu lagi kamu akan menjadi nyonya Adrian nak kata Miskha.


Iya ma.


Mama percaya sama kamu kalau kamu akan mengurus anak mama dengan baik.


Adrian memang begitu, gampang marah dan gampang cemburu. Dia tidak suka miliknya diganggu orang lain.Kamu harus memahami itu.


Iya ma.. Lina ngerti kok! jawab Lina singkat.


Mama sudah gak sabar menunghu pernokahan ini. Setelah itu kalian harus secepatnya memberikan mama cucu bisok Miskha.


Lina yang mendengar permintaan mertumya hanya tersenyum malu.


Setelah selesai mencoba pakaian yanga akan di kenakan umtuk hari pernikahan, keempat orang ini akhirnya berpisah di parkiran.


Miskha dan Hendra hendak mengurus keperluan yang lain.


Tadimya Lina dan Adrian imgin ikut membantu, tapi Miskha menolaknya dengan alasan agar Lina dan Adrian mengahbiskan waktu berduaan dulu.

__ADS_1


Keduanya sepakat untuk jalan jalan ke mall.


__ADS_2