
Malam ini Adrian dan Lina makan malam si rumah Adrian.
Miskha dan Hendra memang mengundang keduanya untuk makan malam di rumahnya.
Keduanya di undang untuk merundingkan acara pernikahan mereka.
Miskha langsung heboh dengan kedatangan calon menantunya!
Mahh anak mama itu aku bukan Lina, kenapa jadi dia yang di leluk peluk seh?? gerutu Adrian yang pura pura ngambek.
Suka suka mama Adrian kenapa kamu sewot sehh!!
Kamu kan sudah lama merasakan kasih sayang mama!
Adrian hanya tersenyum mendengar ucapan mama nya. Dia sebenarnya sangat senang melihat keakraban calin istri nya dan mama nya.
Kita makan aja yuk udah lapar neh ajak Hendra.
Keempatmya pun duduk di meja makan.
Lina menyendokkan nasi untuk Adrian.
Baru kali ini dia melakukannya, perlakuan Lina itu membuat Adrian merasa sudah memiliki istri.
Miskha yang memperhatikan Adrian yang tak lepas pandangan nya dari Linapun tersenyum manis dan menyikut tangan suaminya yang duduk di sampingnya.
Hendra pun mengikuti arah mata istrinya.Keduanya hanya tersenyum , sementara yang dipandangi tak sadar.
Ehemm ehemm Hendra berdehem dan Adrian menoleh ke arah papanya.
Gak bosan memandangi calin istrimu??
Apaan seh pa sirik aja jawab Adrian sinis.
Udah Makan aja dulu titah Miskha.
Sementara Lina sudah memerah bak tomat disana mendengar obrolan Adrian dan calin mertuanya.
Keempatmya Asyik melahap makanannya, tak ada yang bersuara.
Selesai makan Lina langsumg merapikan meja makan dan mencuci piring.
Tadinya Miskha ingin membantu tapi di tolak oleh Lina.
__ADS_1
Adrian, Miskha dan Hendra duduk di sofa tengah.
Dia benar benar wanita yang baik Ian. Kamu gak salah milih menantu mama.
Pastinya mah ucao Ian bangga.
Kamu jangan pernah menyakitinya!
Iya mah.. Adrian tau, emang Adrian pernah menyakiti cewek yang ada Adrian yang disakiti.
Sudah sudah gak usah bahas masa lalu kata Hendra.
Mah.. aku mau ngomong sesuatu sama mama kaa Ian.
Apa??
Jangan memaksa kami untuk segera memberi cucu kata Ian to the point.
Lohh kenapa??
Kami masih mau menikmati waktu kami berdua ma!! ehh salah tepatnya Ian!!
Kenapa harus menunda Ian?? kamu kan bisa berduaan sam Lina timggal titip anakmu sama mama.
Benar ma.. biarkan dia menikamati waktu mereka dulu! Mereka kan oacar hanya sebentar ma!!
Gak ma pa!! mama mau secepatnya punya cucu.
Ian gak mau ma, kejadian seperti yamg dialami kaka di alami Lina. Ian belum siap!!
Mendengar itu Miskha langsung terdiam, dia teringat anak perempuanya yang meninggal saat akan melahirkan.
Lina yang sudah duduk pun akhirnya paham kalau suaminya itu trauma melihat wanita hamil.
Dia hanya menutupinya dari Lina dengan mengatakan tak mau berbagi.
Biarkan Ian mempersiapkan dirinya mah!!
Lina juga gak mau punya anak kalau ayah nya tidak siap dengan itu Lina membela Ian.
Miskha menghela nafasnya, dia tidak tau kalau kematian kaka nya berbekas di hati Ian. Sampai membuatnya takut kalau istrimya nati hamil mengalami seperti yang diaalami kaka nya.
Baiklah mama gak akan paksa kalian untuk segera memberikan cucu biat mama dan papa. Tapi mama yakin Lina pasti bisa meyakinkanmu.
__ADS_1
Iya ma jawab Adrian.
Lin gimana Ibu dan mbak mu?? tanya Hendra memgalihkan pembicaraan.
Lusa mereka akan datang pa! jawab Lina.
Ohh biara mama dan papa yamg akan menjemput ke bandara kata Hendra.
Baik pa jawab Adrian.
Keempatnya larut dengan perbincangan sampai tak terasa malam sudah mulai larut.
Adrian dan Lina pamit untuk pulang.
Di perjalanan Lina selalu menggenggam tamgan Adrian. Entah apa yang membuat hatinya begitu cemas.
Adrian sesekali menatap gadis nya itu yang selalu memandanginya, dan kembali fokus ke jalan.
Kenapa kau menatap ku seperti itu baby?? tanya Adrian dan tetap fokus menyetir.
Gak tau!! aku hanya mau seperti ini saja.
Kenapa?? tanya Adrian lembut.
Perasaan ku gak enak aja!!
Ya sudah pandang lah terus wajah ganteng ku ini.
Lina hanya tersenyum dan mencium pipi Adrian.
Adrian lagi lagi kaget dengan perlakuan Lina, entah sudah berapa kali Lina mencium nya saat di mobil. Mulai dari parkiran kantor sampai ke rumah ayahnya dan dari rumah Adrian menuju apartemennya.
Kenapa kau selalu mencium ku??
Aku merindukanmu jawab Lina
Dari pagi kita ketemu baby.
Humm kamu gak senang kalau aku cium??
Bukan tidak senang, hanya aku kaget saja kau selalu mencium ku.
Baiklah aku gak akan mencium mu kata Lina ngambek.
__ADS_1
Jangan marah kau bisa mencium ku sebanyak yang kau mau kata Ian yang sudah memarkirkan mobilnya.