
Hari ini adalah hari yang di tunggu Ian dan Lina. Dimana mereka akan mengikat janji setia di depan altar. Janji sehidup semati.
Lina duduk di depan meja rias dan di ruas oleh rias pengantin yang sudah di sewa oleh ibu Ian.
Adrian pun berkemas di kamar nya sementara Lina di di kamar sebelah.
Pernikahan Ian dan Lina akan dilaksanakan di hotel mewah. Akan banyak undangan yang menghadiri pernikahan mereka. Pernikahan yang akan dilaksanakan begitu mewah sesuai keinginan ayah Ian yang sangat bahagia dengan pernikahan putranya.
Tok tok tok
Masuk jawab perias Lina.
Bagaimana??? sudah beres?? tanya Miskha
Sebentar lagi mom!!
Kamu cantik sekali sayang... puji mama Miskha!!
Mama bisa aja!!
Miskha melihat ada sedikit kekecewaan di wajah sang calon menantu.
kenapa sedih begitu?
Siapa yang akan mendampingi ku ma?
Ibu dan mbak gak datang tanya Lina dengan wajah di tekuk.
Jangan bersedih papa akan berada disisi kamu sebagai wakil kamu, dan mama yang akan menjadi wakil Ian.
__ADS_1
Jangan bersedih lagi sayang semua akan bisa kamu perbaiki setelah ini.
Semoga saja ma aku bisa memperbaiki semuanya.
Kamu pasti bisa kata Miskha menyemangati calon menantunya itu.
Semua para undangan sudah menanti kedua mempelai termasuk Riko.
Riko menguatkan hatinya untuk melihat pernikahan sahabat dan wanita yang mengisi relung hatinya saat ini.
Kedua mempelai akan mengucap janji suci nya di depan semua undangan dan bertukar cincin.
Andine yang duduk di samping Riko menggenggam tangan Riko seolah memberikan kekuatan untuk menyaksikan ciuman kedua mempelai di hadapan mereka.
Riko pun tak menolak uluran tangan itu.
Semua acara sudah selesai. Kini tinggal Lina dan juga Adrian yang berada didalam kamar hotel yang sudah di sewa.
Lina yang sudah beres membersihkan diri itu duduk di tepi ranjang menunggu suaminya yang sedang membersihkan diri.
Lina mengingat semua kejadian yang selama ini telah terjadi. Bagaimana dia dan Adrian mengalami semuanya tapi tetap bisa bersama juga!
Hey.... kenapa melamun???
Ehhh Ian. ... bikin kaget aja jawab Lina yang benaran kaget dengan ucapan Adrian.
Apa yang kamu pikirkan??
Gak.. Ian aku hanya merasa bersyukur akhirnya bisa menikah dengan mu.
__ADS_1
Benarkah??? tanya Adrian antusias...
Iya.,.. Lina sambil mengangguk.
Adrian langsung menarik dagu Lina dan mencium nya dengan lembut.
Aku juga berasa bersyukur akhirnya bisa menikah dengan mu, kata Adrian setelah melepas ciuman nya.
Kembali Adrian mencium bibir Lina lagi, lebih dalam lebih dalam dan Lina pun membalas nya.
Begitulah sampai semua tubuh Lina di absen oleh Adrian.
Kini kedua insan itu akan menikmati malam pertama mereka. Perlahan tapi pasti Adrian mulai menyatukan tubuh mereka.
Sakit itu yang dirasakan Lina tapi dia bahagia karena bisa memberikan kesuciannya pada suaminya.
Dan saat penyatuan itu berhasil Lina meremas punggung Adrian dengan sangat kencang sampai meninggalkan bekas.
Malam yang panjang bagi keduanya akhirnya mereka bisa bersatu sebagai suami istri.
Lina yang tadinya berasa sakit kini sudah merasakan kenikmatan.
Lama sudah pergulatan kedua insan itu di atas kasur. Sampai keduanya merasakan pelepasannya.
Berulang kali Adrian mengecup kening istrinya. Trimakasih sayang kamu sudah menjaganya untuk ku bisik Adrian dan hanya di jawab anggukan Lina karena sudah merasa lelah dan ngantuk.
Adrian menariknya kedalam pelukannya dan mereka pun tertidur bersama.
.
__ADS_1