
Lina membuka perlahan kedua bola matanya. Menyesuaikan cahaya yang masuk melalui celah jendela di ruangannya. Merasa ada yang berat di bagian perutnya dan dia pun melihat ke arah sana. Dia menemukan tamgan kekar terlingkar di pinggangnya. Dia pun menoleh kesebelahnya dan menemukan Riko sedang tertidur.
Lina hendak teriak tapi dia menutup mulutmya dan mencoba mengingat kejadian semalam.
Aduhhhh..malu banget seh.. gerutu Lina.
Pelan pelan Lina menggeser tangan Riko bermaksud untuk tidak membangunkannya.
Kenyataannya tak sesuai harapan, Riko yang merasa tanganya di geser pun terbangun.
Kenapa?? tanya Riko yang takut Lina melakukan yang tidak tidak lagi.
Gak kenapa napa jawab Lina gugup.
Apa tidur mu nyenyak semalam?? tanya Riko yang masih belum beranjak dari kasur itu.
Lina kembali gelagapan mendengar pertanyaan Riko.
Ehh maaf ya ko udah nahan loe disini!! ucap Lina dengan menahan rasa malunya.
Iya gak apa apa.. yang penting loe bisa tidur dengan tenang!!!
Makasih ya .. pasti loe kerepotan kan ngurus gua, Adrian dan juga perusahahan!!
Riko bangkit dari tidurnya dan berdiri di hadapan Lina yang terduduk.
Jangan melakukan hal bodoh itu lagi. Banyak orang yang menyayangi loe.
Bangaimana kalau Adrian bangun dan melihat mu kacau begitu.
Lina hanya mengangguk.
Mulai sekaramg kamu harus kuat.
Ko... bisa gak gua ketemu sama Adit??
Buat apa?? nanti loe bikin susah lagi!!!
Lina menarik nafasnya panjang dan mebuanganya kasar.
Dia memang merasa belum siap menemui Adit. Bagaimana nanti dia kaku melihat tampang Adit. Tampang lelaki yang dudlu di cintaimya itu tapi sekarang menjadi musuh baginya.
Baiklah.. gua memang belum siap menemuinya. Tapi gua pengen ketemu Adrian ko!!
__ADS_1
Itu lebih baik kata Riko.
Riko pun mengantarkan Adrian ke ruangan Adrian.
Lina yang melihat Adrian masih terbujur kaku itu pun menghampirinya dan mencium keningnya.
Selamat pagi sayang.... bisik Lina.
Melihat itu Riko merasa iri pada Adrian yang memiliki kekasih yang sangat mencintainya.
Kayanya gua jadi obat nyamuk deh disini.. kalau gitu gua balik ya Lin!! gua harus ngantor loe gak apa apa kan sendiri??
Iya gua gak apa apa!!
Tapi nanti loe....
Gua gak akan melakukan hal bodoh itu lagi Ko Lina memotong perkataan Riko.
Riko menatap manik mata Lina dan dia tidak menemukan kebohongan disana.
Kalau gitu gua balik pamit Riko.
Baru beberapa langkah berjalan dia berpapasan dengan hendra dan juga Miskha.
ohh habis sarapan ko di kantin!!
Jangan masuk dulu tante.. !! larang Riko.
Kenapa??
Lina lagi didalam!!
Oh apa dia sudah baik baik saja??
Sepertinya!!!
Syukurlah kata Hendra.
Kalau begitu kita pulang aja ma, ajak Hendra.
Iya pah mama mau mandi dulu nanti siang mama kesini lagi, papa mau ke kantor kan??
Hedra hanya mengangguk.
__ADS_1
Sejak Adrian kecelakaan Hendra kembali mengurus kantor, dan dialah yang menggantikan posisi Adrian apalagi kalau ada pertemuan ke luar kota.
Sebenarnya hatinya begitu hancur saat melihat anaknya terbujur kaku di ranjang rumah sakit. Tapi entah keyakinan darimana, dia begitu yakin kalau anaknya akan baik baik saja.
Di dalam ruangan Adrian Lina tampak melap tubuh Adrian.
Dia membersihkan wajah dan tubuh Adrian.
Sesekali dia mencubit pipi Adrian gemas.
Bibir mu ini biasanya akan mencium ku tanoa izin!! kenapa sekarang bibir ini tertutup seperti ini??
Biasanya bibir ini bawel bangat minta ini itu sekarang.. kemana tuh Adrian yang aku kenal???
Bangun dog Ian.. capek ne nungguin kamu tidur terus
Kamu gak kangenya sama pacar tercantik mu ini??? tanya Lina lagi dengan suara pelan.
Lina mencium kening Adrian dan juga bibir nya.
Cepat bangun sayang bisik Lina.
Dikantor Riko dikagetkan kedatangan Andine.
Ada apa ?? tanya Riko heran
Aku cuma mau kasih kamu ini!! Andine menunjukkan kotak nasi ke Riko.
Kamu belum makan siang kan?? tanya Andine.
Humm jawab Riko yang masih saja asyik menatap dokumen dokumennya.
Andine yang merasa di cuekin pun kesal. Sementara dia kesini karena permintaan Yessi yang melihat Riko selalu melewatkan makan siangnya.
Nyesel gua datang kesini gerutu Andine tapi masih terdengan Riko.
Mendengar itu Riko bangkit duduknya dan menarik kotak nasi di tangan Andine.
Terimaksih din!!!
Nanti aku makan ya.. aku masih sibuk.
Andine merasa Riko berbeda tak seperti biasanya.
__ADS_1
biasanya Riko akan sangat senang kalau Andine memberikannya sedikit perhatian.