Cinta Dan Dusta

Cinta Dan Dusta
Chapter 10


__ADS_3

Ricko masih tersungkur lemah ditanah, tak berani menatap mata umar yang penuh amarah.


Rasa kecewanya pada aninda mulai tumbuh tapi rasa sukanya pada aninda juga kian kuat. Ia benarbenar merindukan gadis kecil itu.


“awas kalau kamu berani deketin aninda. Dasar cowok lemah!” umar cs kemudian pergi meninggalkan ricko seorang diri. Meninggalkan dendam dan luka yang diam-diam tersimpan dalam hati ricko.


Ricko terus berangan-angan tentang gadis kecilnya dulu. Aninda yang sekarang masih seperti aninda yang dulu ia kenal.


Aninda yang ceria, aninda yang selalu membuat orang-orang tertawa. Hanya saja aninda tak perlu lagi melindunginya.


Sepantasnya sekarang aku yang melindunginya, batin ricko mantap.


*** 


Napas yasmin memburu, matanya tak bisa ia pejamkan. Padahal jam dinding sudah menunjukkan pukul satu pagi.


Keringat dingin menetes dikening, perasaan bersalah dan menyesal merayapi hatinya.


Pikiran buruk selalu melintas dalam kepalanya. Apa yang telah kulakukan? Aninda pasti marah padaku kalau sampai tahu, batin yasmin lemas. Ia merapatkan selimut kemudian tertidur dengan mimpi-mimpi yang terus menghantuinya.


***


Restiana menyelesaikan halaman terakhir novel yang begitu menghanyutkan perasaannya. Ia melepas kacamata kemudian merebahkan tubuhnya dikasur.


Sebelum tidur ia selalu merogoh bawah bantal sejenak menatap foto yang disimpannya disitu. Foto dirinya dengan ricko saat pesta ulang tahunnya. Senyumnya mengembang bila menatap ricko.


Ada begitu banyak rasa yang ingin ia sampaikan pada ricko hanya saja ia terlalu takut mengungkapkannya. Besok aku harus curhat sama aninda, tekadnya dalam hati.


*** 


Aninda kaget bukan main ketika mendapati vigo menjemputnya pagi-pagi sekali.

__ADS_1


“ngapain kamu ke sini?” Tanya aninda tak acuh.


“yovi lagi nggak bisa jemput kamu” jawab vigo juga tak acuh.


Aninda berdecak pelan. “seharusnya kamu nggak usah repot-repot!”


“oh, ini kembarannya nak yovi ya? Ya Allah… gantengnya!” tiba-tiba ibu aninda nongol dari dalam rumah.


Vigo tersenyum pada ibu aninda kemudian menyalaminya.


“ya sudah sana berangkat!” perintah ibu aninda pada putrinya. Ia mendelik sekilas pada aninda, kesal dengan sikap anaknya yang dinilainya tidak sopan.


Aninda mendengus pelan kemudian berpamitan kesekolah.


“jadi anak tengil banget sih” ujar vigo pelan.


Aninda hanya mengerucutkan bibir.


Maklum, hari masih begitu pagi.


“emang kenapa yovi nggak bisa jemput aku?” Tanya aninda penasaran sambil merapikan rambutnya karena memakai helm.


“emangnya kamu pacarnya apa? Ngarepin dia jemput terus!” jawab vigo dengan aksen sengak.


*** 


Pelajaran bahasa inggris selalu sukses bikin aninda bosan dan mengantuk. Jadi untuk menghindari tertidur dimeja ia selalu berceloteh dengan yasmin.


Tapi karena hari itu yasmin absen, aninda duduk sendirian. Sebuah ide terlintas dalam otak aninda yang biasanya kosong. Ia merogoh HP-nya kemudian sibuk memencet tombol-tombolnya.


Beberapa menit kemudian aninda merasakan HP-nyayang disimpan disaku roknya bergetar.

__ADS_1


From Princess Yasmin :


Lagi nggak enak badan aja nih. Nggak usah SMS-an mulu perhatiin pelajaran. Ntar siang jenguk aku! Awas kalau nggak!


Aninda tersenyum membaca balasan SMS dari yasmin.


“is there something wrong, miss aninda?” bu purwanti rupanya membaca gelagat aneh aninda.


“no! no!” jawab aninda sekenanya. Kenapa sih aku selalu sial kalau mapel inggris, geramnya dalam hati.


*** 


Sementara itu diruang OSIS…


Yovi mulai bosan dengan perdebatan tema pensi yang akan diselenggarakan tiga bulan lagi. Ia memegang kepalanya mencoba berpikir.


“menurutku tema buat acara pensi tahun ini hitam-putih aja kan lebih simple”


Beberapa peserta rapat setuju dengan usul yovi tapi ada juga yang kurang setuju.


______________________________________


Like


Komen


Vote❤😘


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


S.A.L™

__ADS_1


__ADS_2