Cinta Dan Dusta

Cinta Dan Dusta
Chapter 49


__ADS_3

***


Senin pagi...


Akhirnya semua siswa SMA Harapan Jaya tahu vigo ternyata tak bersalah. Dan biang kerok semua kekacauan itu adalah ricko. Ternyata rickolah si pelapor hilangnya piala karate ke kepala sekolah. Sudah tentu ricko mendapatkan sanksi berat dari sekolah atas perbuatannya itu. 


Aninda menceritakan semuanya pada restiana setelah restiana menceritakan kejadian dirumah marsya. Restiana hampir menangis mendengar cerita sahabatnya itu. 


"Dan sekarang aku mengerti maksud kalimat Kita boleh menanti, tapi jangan terlalu menanti yang tak pasti" ujar aninda lemah. 


"Maksudnya apa nin?" tanya restiana penasaran. 


"Alasan cewek yang terus menanti cowoknya karena dia menanti sesuatu yang tak pasti, yaitu si cowok"


"Nin, aku tetep bingung"


"Aku juga sebenernya bingung" aninda tersenyum melihat ekspresi lugu restiana. 


Tiba-tiba wajah restiana berubah menjadi sendu. "Ricko bakal pergi ke London hari ini"


"Kamu udah ketemu dia?"


Restiana menggeleng pelan. "Mau nggak temenin aku kerumahnya sepulang sekolah?"


"Kayaknya aku nggak bisa res. Aku belum siap ketemu dia. Mungkin ini memang belum saatnya"


Restiana tersenyum kecil, berusaha memahami perasaan aninda. 


Aninda enggan bertemu ricko yang telah berlaku licik dibelakangnya. 


 

__ADS_1


***


Yovi membenahi catatan seluruh kegiatan OSIS, lalu memasukkannya ke salah satu lemari diruang OSIS. Ia menoleh saat pintu ruang OSIS berderit. Ternyata marsya yang membukanya. Wajahnya masih pucat. Yovi sempat heran melihatnya memaksakan diri ke sekolah. 


"Urusan OSIS udah beres kok sya" kata yovi. 


"Aku kesini mau minta maaf atas perbuatan adikku padamu" Marsya tulus mengatakannya. 


"Semua udah berlalu sya, ngapain sih dibahas lagi?" Yovi tampak cuek sambil terus sibuk menata berkas-berkas. 


"Marsya memeluk yovi dari belakang. "Biar kita seperti ini beberapa detik aja yov. Aku..." Marsya jatuh pingsan sebelum sempat melanjutkan kata-katanya. 


 


***


Waktu restiana tiba dirumah ricko, sebuah koper jumbo terlihat diruang tamu. Ricko kaget melihat kehadiran restiana. 


"Ya res, aku mau ke London. Aku pengen nyari kedamaian disana. Res, maafin aku ya." Ricko mendekati restiana, kemudian memegang kedua tangan cewek itu. 


"Ma..af karena apa rick?" tanya restiana terbata. Dia grogi tangannya dipegang oleh orang yang sangat dicintainya. 


"Karena aku belum bisa membalas cintamu"


"Nggak papa rick" ujar restiana lirih. 


"Res, aku mesti berangkat sekarang, pesawatku berangkat sebentar lagi. Sampein maafku pada temen-temen ya. Terutama pada aninda dan vigo. Aku bener-bener nyesel" 


Restiana hanya mengangguk lemah. 


Sebelum naik ke mobil, ricko mengecup kening restiana. Hari itu restiana bahagia sekaligus berduka. 

__ADS_1


 


***


"Sya?" yovi mengelus kening marsya lembut saat marsya siuman. 


Mata marsya mengerjap karena sinar lampu diruang UKS. 


"Yov, tadi aku mau bilang bahwa aku..."


"Aku cinta kamu sya" yovi memotong kalimat marsya.


Marsya mendengarnya tak percaya. "Yov? Aku mimpi? Aku masih pingsan?"


Yovi tersenyum lepas, kemudian mengecup kening marsya. 


"Kamu udah bangun, marsya sayang. Kamu mau jadi cewekku lagi kan?"


Air mata marsya mengalir, tak sanggup mengatakan apa-apa. Ia mengangkat badannya untuk memeluk yovi


Sebenarnya yovi memang tak pernah berhenti mencintai marsya. Dulu ia pernah mencintai aninda, tapi ia menyadari aninda hanya cinta sesaat atas sakit hatinya karena marsya. Ia mulai yakin marsya mau berubah untuknya saat marsya tak mau lagi memakai aksesori lebay, juga tak pernah lagi memoles wajahnya. Marsya berusaha keras menjadi dewasa, dan itu membahagiakan yovi. Dengan demikian marsya membuka dirinya agar yovi bisa mencintai marsya apa adanya, termasuk menerima semua kekurangan marsya. 


______________________________________


Bentar lagi nih cerita mau Tamat. jangan pelit² dong kasih like.atau vote gitu.😉


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


S.A.L™


 

__ADS_1


__ADS_2