Cinta Dan Dusta

Cinta Dan Dusta
Chapter 33


__ADS_3

Sambil menunggu orang yang dihubunginya tadi, aninda berjalan kedepan gerbang SDnya. Mungkin ini menjadi kali terakhirnya melihat gerbang SDnya karena ditempat itu SD kini dibangun gedung pencakar langit. Menurut gambar dipapan besar yang terpancang didekat pagar seng, dilokasi itu akan didirikan hotel berbintang. Bekas SDnya pindah ke perumahan didekat situ. 


Hati aninda benar-benar remuk, semua berakhir sia-sia. Tak ada lagi kenangan yang tersisa untuknya. Memang sudah waktunya ia melepaskan masa lalu yang hanya menorehkan luka. 


"Nin?" Rupanya yovi telah sampai. Ia cemas melihat aninda yang dibanjiri air mata. 


Aninda tak kuasa menahan kepedihannya. Dengan segera ia memeluk yovi, tanpa mampu mengucapkan sepatah kata pun. Hanya isak tangis yang terdengar. 


Dengan lembut yovi mengelus rambut aninda. Ia pikir aninda sedih karena SD tempatnya dulu bersekolah berganti menjadi hotel berbintang.


"Udah ya nin, nggak boleh nangis gini. Cup..cup.." Yovi berusaha menenangkan tangis aninda yang makin menjadi-jadi. 


Aninda menangis dipelukan yovi selama beberapa menit. Dengan sendu ia menengadah, menatap yovi yang juga menatapnya. 


"Yov?" Kata aninda. Tangisnya mereda. 


"Apa nin?"


"Aku mau jadi pacarmu. Aku terima cintamu" kata aninda parau. 


Yovi menatap tajam mata aninda, mencari kesungguhan didalamnya. Gelora dijiwanya menari senang. Yovi tersenyum lepas pada aninda, lalu memeluknya erat. 


"Makasih nin. Mulai sekarang kamu milikku" yovi mengecup kening aninda. Memeluk lebih erat lagi kekasih barunya. 


Kesyahduan mereka terganggu bunyi yang berasal dari hp yovi. Cowok itu merogoh saku celananya untuk mengambil hp. 


"Halo?" Sapa yovi kalem. 

__ADS_1


Dia terdiam, menyimak sesuatu. Orang yang meneleponnya berbicara panjang. 


Ekspresi yovi berubah panik. Aninda yang melihatnya ikut cemas. 


"Apa? Dimana sekarang?" Tanya yovi pada orang di seberang sana dengan nada tergesa-gesa. 


Kemudian sambungan putus. 


Yovi menatap aninda panik. "Vigo dirumah sakit sekarang"


 


***


Satriya ada disamping vigo saat aninda dan yovi tiba dirumah sakit. Vigo terbaring lemah, tubuhnya lebam penuh bekas luka pukulan. Tergesa-gesa yovi mendekati adiknya dan menatapnya iba. 


"Kata warga ditempat kejadian, dia dikeroyok anak-anak nggak jelas" jelas satriya datar.


Aninda mendekati vigo. Perasaan aneh kembali muncul dalam benaknya. Ia mengelus punggung yovi, mencoba membuat tenang hati pacarnya. Padahal hatinya sendiri terasa makin perih melihat keadaan vigo yang sungguh mengenaskan. Hari itu benar-benar menjadi hari yang harus aninda lupakan. 


"Vigo emang doyan berkelahi, jelas dia punya banyak musuh" kata yovi lirih. 


"Dia dikeroyok yov" jelas satriyo pendek. Merasa tak nyaman, dia langsung meninggalkan kamar vigo. 


Yovi menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Ini salahku, nggak bisa jaga dia"


Aninda menarik tangan yovi, lalu menggenggamnya erat. Ia tak kuasa melihat kekasihnya bersedih. "Ini musibah yov, kamu nggak boleh ngomong gitu" aninda memeluk yovi. 

__ADS_1


Setelah agak tenang, yovi berkata lirih pada aninda. "Kita pulang sekarang saja"


Pelan-pelan aninda mengelus kening vigo, memandangnya lekat. 


"Vig, aku pulang dulu ya. Kamu mesti cepat sembuh" pamit aninda lirih. 


Setelah sekali lagi memandang wajah kembarannya, yovi keluar. Ia langsung menemui satriya yang berdiri dikoridor. 


"Sat, jagain vigo dulu. Aku nganter aninda pulang"


Satriya mengangguk. 


"Tolong cari tahu siapa dalangnya" bisik yovi amat pelan. 


______________________________________


Like


Komen


Vote😘❤


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


S.A.L™


 

__ADS_1


__ADS_2