Cinta Dan Dusta

Cinta Dan Dusta
Chapter 3


__ADS_3

Aninda tersenyum malu sambil memalingkan wajah konyolnya.


“hei, itu bus ke blok M! duluan ya rick” teriak aninda sambil berlari kearah pintu bus tanpa bersalaman dengan ricko. Ricko hanya menggeleng sambil tersenyum, kemudian tangannya membalas lambaian aninda yang sekarang menjauh bersama bus itu.


Ricko masih saja tersenyum walaupun bus yang membawa aninda telah lenyap dari pandangan.


Ia masih ingat betul, dulu aninda selalu membelanya bila ia dikeroyok umar cs. Aninda selalu membantunya mengerjakan PR, aninda berbaik hati menghiburnya, memberi tawa, dan banyak kenangan manis semasa SD.


Sekarang, saat bertemu kembali dengan aninda dalam sosok lain entah kenapa ia begitu merindukan saat-saat bersama aninda dulu.


***


Bus yang membawa aninda melaju cepat mengantar dirinya sampai di halte bus depan perumahan Dharmawangsa. Aninda turun dengan langkah gontai menuju tepi jalan.


Bus itu membuatnya mual bukan main. Sopirnya stress kali, nyetir kok ngebut gitu! Geramnya dalam hati.


Ia merongoh saku seragam sekolahnya mencermati alamat yang tertera dalan kartu nama Vigo. Penuh semangat ia setengah berlari menuju rumah nomor lima yang ternyata dekat.


Rumah vigo bernuansa Eropa. Pilar-pilar besarnya mengingatkan aninda pada setting film horror yang sering ditontonnya di TV.


Dengan hati-hati ia memencet bel disamping pintu gerbang yang megah. Ia memencet bel berulang kali, kemudian mengintip kehalaman rumah yang luas rindang.


Honda Jazz terparkir didepan garasi disampingnya ada motor sporty biru yang membuat keyakinan hatinya semakin kuat.


Ia masih mengintip ketika seorang wanita setengah baya membuka gerbang. Cepat-cepat ia menegapkan badan sambil merapikan seragamnya.

__ADS_1


“non cari siapa?” Tanya wanita setengah baya itu. Rambutnya diikat kebelakang seperti keong.


Baju yang dikenakannya sederhana. Diketahuinya kemudian nama wanita itu adalah Mbok Tiyem.


“permisi mbok, saya ada perlu sama vigo” jawab aninda sopan.


“oh den vigo ada didalam. Mari..mari masuk” mbok tiyem membukakan pagar dan mempersilakan aninda masuk.


Aninda masih terbengong-bengong melihat kemegahan rumah vigo. Kolam ikan besar menghiasi bagian depan teras, deretan pohon cemara dan pohon mangga besar membuat halaman asri itu terasa adem.


Mbok tiyem mengantar aninda sampai diruang tamu, kemudian pamit kebelakang untuk memanggil vigo.


Aninda meneliti setiap detail ruang tamu hiasan keramik mahal tersusun rapi disudut ruangan, lukisan-lukisan kuno terpasang indah didinding, sofa besar empuk dengan vas bunga indah dan mewah.


“hei, tunggu!” vigo terhenti dan berbalik kearah aninda. Dengan napas memburu aninda berdiri tepat didepan vigo.


“mau lari kemana kamu?” teriak aninda lagi.


“lari kemana? Maksudnya?” Tanya vigo heran.


“tanggung jawab dulu dong!” emosi aninda meninggi menyadari vigo sedang mempermainkannya.


“ tanggung jawab apaan? Jangan sembarang dong” ujar vigo kalem. Ekspresinya datar dan tanpa emosi. “masalah tadi pagi! Sepedaku ancur tau!”


“ancur? Aku nggak ngerti deh” 

__ADS_1


“pura-pura amnesia ya? Tadi pagi kamu naik motor terus nyerempet aku” “kayaknya kamu salah orang deh


“salah orang gimana? Jelas-jelas kamu yang nyerempet aku tadi pagi!”


“ itu bukan aku”


“terus siapa?setan?”


“itu pasti….” Belum sempat vigo melanjutkan kalimatnya suara tawa meledak dari teras rumah.


Aninda berbalik penasaran. Seketika tubuhnya terasa mati rasa. Terlihat sosok vigo di teras sana. Aninda mengerjap kenapa jadi ada dua vigo?!


“mungkin yang kamu maksud vigo, dia saudara kembarku” jelas cowok yang disangka aninda sebagai vigo.


“ perkenalkan namaku yovi, kakaknya vigo atau lebih tepatnya kembarannya vigo” tambah yovi kalem.


______________________________________Like


Komen


Vote❤😘


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


S.A.L

__ADS_1


__ADS_2