Cinta Dan Dusta

Cinta Dan Dusta
Chapter 13


__ADS_3

“mau pesan apa?” Tanya vigo ketus.


Aninda mengernyitkan membaca menu eropa.


Vigo hafal benar dengan ketololan aninda. “pesan steak ayam special dua, minumannya lemon tea yang italia ya?”


Pelayan kafe langsung mencatat pesan langganannya. “tumben bawa cewek” ledek pelayan itu.


“lagi pengen mas” jawab vigo asal-asalan.


Aninda menjadi besar kepala setelah tahu itu pertama kali vigo mengajak cewek ke kafe langganannya. Ia menyembunyikan senyum konyolnya berharap vigo tak mengetahuinya. 


“main sini lagi vig!” pria yang bermain gitar tadi berjalan turun kearah vigo.


Vigo begitu saja berjalan kepanggung tanpa pamit pada aninda. Pengunjung kafe yang lumayan banyak langsung menghentikan obrolan mereka untuk sesaat menatap vigo.


Begitu pun aninda yang masih kaget karena vigo berdiri dengan tiba-tiba. 


Vigo meminta gitar kemudian mengatur letak mikrofon agar mendekat padanya. “ini lagu buat kamu aninda” ujar vigo lembut.


Seketika terdengar tepuk tangan riuh dari pengunjung kafe.


Vigo memetik gitar kemudian mulai bernyanyi…


I remember what you wore on the first day


You came into my life and I thought 


Hey, you know, this could be something 


Cause everything you do and words you say


You know that it all takes my breath away


And now I’m left with nothing


So maybe it’s true 

__ADS_1


That I can’t live without you


And maybe two is better than one


But there’s so much time


To figure out the rest of my life


And you’ve already got me coming undone


And I’m thinking two is better than one


I remember every look upon your face 


The way you roll you eyes


The way you say


You make it hard for breathing


Cause when I close my eyes and drift away


I’m finally now believing


That maybe it’s true 


That I can’t live without you


And maybe two is better than one


But there’s so much time 


To figure out the rest of my life


And you’ve already got me coming undone


And I’m thinking two is better than one

__ADS_1


(boys Like Girls – Two Is Better Than One)


Tepuk tangan para pengunjung lebih riuh daripada sebelumnya, bahkan ada beberapa yang berteriak saking kagumnya.


Aninda sendiri terpana mendengar suara bagus vigo, apalagi permainan gitarnya. Keren, puji aninda dalam hati. Tapi yang jelas, ia bingung karena tidak tahu apa arti lagunya padahal laguitu ditujukan untuknya.


Vigo turun dari panggang setelah mendapat beberapa tangkai bunga yang diambil penonton dari vas dimeja. Mirip konser Rain yang membuat aninda gigit jari.


Aninda mengurungkan niat untuk bertanya arti lagu itu karena pesanan mereka keburu tiba. Ia memandang vigo lekat-lekat, rasa penasaran mulai menyergapnya.


Penasaran dengan seluruh perlakuan vigo terhadap dirinya hari ini. Penasaran dengan tatapan vigo yang terkadang membuat dirinya salah tingkah.


*** 


“apa arti lirik lagu tadi?” Tanya aninda setelah mereka berada diteras rumah yasmin.


“kebencian seseorang karena ketololan seorang cewek” vigo mengarang.


Aninda mematung. Padahal ia berharap lagu itu memiliki arti romantic. Ia menggeleng. Ingat aninda, dia kan cowok yang nggak berperasaan! Ujarnya dalam hati.


“ya Tuhan anin! Nggak usah repot-repot kali” yasmin heboh melihat aninda membawakan buah untuk dirinya.


“ini yang ngusulin makhluk mars, bukan aku” jelas aninda berbisik pelan pada aninda.


“vigo maksudmu?”


Vigo yang mendengar namanya disebut berdeham keras. “cepat baik ya yas”


Aninda dan yasmin langsung menelan ludah, takut kalau-kalau vigo bakal marah.


______________________________________Like


Komen


Vote😘❤


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


S.A.L™


__ADS_2