
“nin ntar sore nonton vigo tanding kan?” Tanya yasmin dengan nada meledek.
Yang diledek tampak kesal.
“ogah nonton makhluk mars. Mending nonton cowok kamu yas”
“seenaknya, main embat aja!” yasmin menjitak pelan kepala aninda.
“sakit tau!” teriak aninda keras. Untung saja jam pelajaran mereka kosong sejak pagi, jadi melakukan kegaduhan apa apun takkan ada yang melarang.
Pikiran aninda melayang kepada rencana nanti sore. Yovi mengajaknya berangkat bareng.
Vigo si makhluk mars juga mengajaknya bareng. Aduh, gimana nih? Batin aninda panik.
Sebenarnya kalau disuruh memilih, aninda lebih milih berangkat bareng yovi. Cowok itu selalu bersikap lembut padanya, tidak seperti vigo yang sering emosian dan galak.
Tapi entah kenapa berada dekat vigo membuat dirinya merasa terlindungi. Seperti ada tameng yang tak terlihat. Aninda memejamkan mata kuat-kuat.
Restiana yang melihat kelakuan aninda segera menggoyangkan tubuh sahabatnya itu. “nin!
Kesurupan ya?”
Aninda segera membuka lebar matanya. “nggaklah res. Emang kamu!” Restiana tersenyum kecil. Ah, aninda memang selalu membuatnya tersenyum.
“yasmin kemana?” Tanya aninda menyadari yasmin tak ada disampingnya.
“ya Tuhan kesurupan beneran kamu nin! Tadi kan dia pamit mau nonton satriya latihan terakhir.”
Aninda manggut-manggut dengan ekspresi bingungnya. Tiba-tiba terlintas ide di benaknya. “nonton juga yuk”
__ADS_1
***
“nin, ntar sore nonton bareng yuk! Aku jemput!” teriak ricko, berusaha melebihi suara riuh penonton.
“aku nggak bisa rick. Kamu telat sih” jawab aninda sedikit kagok karena melihat ekspresi restiana tiba-tiba berubah jadi mendung.
“sama restiana aja!”
Ekspresi restiana berubah menjadi cerah, sedangkan keceriaan ricko meredup pelan-pelan.
“yah, lihat ntar deh” ujar ricko dingin tanpa membuat keputusan apa pun.
Aninda terus memandangi pemain dengan nomor punggung tujuh yang tak lain adalah vigo. Ia tertegun kagum melihat cara bermain vigo yang gesit dan menakjubkan. nih makhluk mars kebangetan hebatnya.
Jago basket, nyanyi, main gtar, pinter disekolah, ganteng, keren, eh tajir pula. Batin aninda penuh puja-puji buat vigo. Astaga, aku mikir apa sih? Hati aninda bergejolak. Ia tak mau mencintai cowok lain kecuali umar!
***
“bener mer!” syifa membebek seperti biasa. Marsya menggigit bibir bawahnya.
“kapan?”
“sabtu depan!” kata merli dan syifa mantap.
“kenapa sabtu depan?” marsya mengerutkan kening tak paham.
“yovi dan vigo perwakilan lomba cerdas cermat kan? Sabtu depan bisa dipastikan keduanya tak ada disekolah” jelas syifa takjub dengan dirinya yang tak sebodoh biasanya.
Senyum maut ketiga cewek itu merekah.
__ADS_1
Biar aninda tahu siapa aku, batin marsya girang.
Marsya memang tipe cewek ambisius yang bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia mau.
Setelah putus dari yovi, suasana hatinya menjadi sulit ditebak. Kalau benar ia sudah tak menyukai yovi, kenapa rasa cemburu membakarnya ketika yovi bersama cewek lain?
Marsya menyukai vigo, tapi entah kenapa dirinya tak mau bersusah payah untuk mendapatkan cinta vigo.
Dan alasan dirinya memberi pelajaran pada aninda juga kurang jelas. Sungguhkah ia cemburu karena kedekatkan aninda dengan yovi?
***
Aninda memoles wajahnya dengan bedak tipis-tipis. Rambut terurai dengan bandana hitam diatasnyamembuat tampilannya menjadi sportif.
Celana jin hitam ketat dan kardigan merah membantu memancarkan kecantikkannya. Ia tersenyum kearah cermin, mengecek kalau-kalau ada makanan disela-sela gigi.
Suara mobil menderu pelan didepan rumah terdengar jelas dari kamar aninda. jantung cewek itu berdetak kencang. Itu berarti ia akan pergi bersama yovi.
Ada sesuatu yang berbeda kali ini. Ia berharap vigolah yang menjemputnya. Dia cowok pemarah aninda. ingat itu! Begitulah suara penolakan dipikirannya.
______________________________________
Like
Komen
Vote😘❤
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
S.A.L™