Cinta Dan Dusta

Cinta Dan Dusta
Chapter 22


__ADS_3

“kamu udah makan belum?” Tanya vigo tiba-tiba.


Belum sempat aninda menjawab, perutnya sudah duluan mengeluarkan suara.


Vigo tersenyum puas.


“pantes aja nggak bisa gede. Baksonya satu lagi, pak” Aninda mengeluarkan senyum konyolnya.


“makan yang teratur. Kalau sakit kamu juga yang repot. Sekolah jadi terganggu” vigo mulai menceramahi aninda.


“iya! Tahu kok” ujar aninda ketus. Batinnya jengkel karena vigo selalu mengomentari segala hal yang ia lakukan.


“lagi ngapain kamu disini?” Tanya vigo setengah heran. Mereka mulai menyantap bakso.


Aninda bersendawa kecil, merasakan kepuasan dengan rezeki yang tiba-tiba mendatanginya.


“lagi pengen kesini aja. Main.” 


“apa habis naruh sesajen dibawah pohon?” sindir vigo.


Alis aninda terangkat.


“ih… nggak banget deh. Omong-omong, makasih buat baksonya ya”


“anggap aja itu sedekah”


Tukang bakso tertawa kecil mendengar perkataan vigo. Aninda jadi sebal. “terserah kamulah”


“cewek payah! Buruan habisin”


Aninda menggerutu dalam hati, kapan vigo bisa bersikap sedikit halus padanya? Seperti yovi… halus.


“udah sore banget nih. Kalau udah, pulang yuk” ajak vigo. 


Aninda mengangguk sambil berdiri. Keduanya berjalan menuju motor vigo.


Aninda terpeleset ketika menaiki motor vigo. Untung vigo sigap memegangi tangan aninda.

__ADS_1


“bego banget sih. Nggak pernah bisa ati-ati!”


Tuh… vigo kasar kan?


 


*** 


Aninda berkunjung kerumah yasmin pada hari minggu, sekadar ingin tahu keadaan yasmin dan bakal juniornya.


“nah, gitu dong. Sering main kesini.” Sambut yasmin senang.


“yah, mumpung lagi ada waktu nih” jawab aninda sambil nyengir.


“gimana di sekolah nin? Kangen nih, pengen sekolah lagi”


“nggak asyik nggak ada kamu”


“hmm… aku nyesel nin, kalau tahu gini jadinya. Nggak bisa sekolah lagi, nggak bisa main kesana kemari. Huff…”


Aninda bingung mau menjawab apa. “udahlah yas, nggak usah kayak gitu. Ambil hikmahnya aja. Oke?”


“nggak nyangka kamu bisa ngomong gitu”


“dasar! Eh, satriya mana yas?”


“tadi keluar sama vigo, paling juga main basket” yasmin tampak kesal.


Aninda berdecak pelan. “wah wah, vigo memang pembawa dampak buruk.” 


“nggak juga kok nin, justru dia yang bikin satriya jadi lebih sabar sekarang” bela yasmin.


Aninda melempar bantal kearah yasmin. “ih! Kok kamu jadi ngebelain vigo gitu sih?”


“emang gitu, anin. Vigo nggak sejahat yang kamu kira lho!” lagi-lagi yasmin membela vigo.


“tapi dia selalu kasar padaku yas”

__ADS_1


Yasmin tak berkomentar melihat kejengkelan aninda. temannya yang satu ini selalu bisa menghiburnya.


Bila anaknya cewek, ia sudah berniat menamainya aninda. baginya, aninda sahabat sejati yang sudah seperti saudara kandung.


Dia mau menerimanya dalam keadaan suka maupun duka, bahkan saat kondisinya seperti ini.


Penyesalan memang selalu membayanginya karena telah melakukan sesuatu yang belum pada waktunya.


“udah terasa bergerak-gerak belum yas?” aninda mengelus perut yasmin pelan-pelan.


Yasmin tertawa. “belumlah nin, baru juga empat bulan. Itu akibatnya kalau pelajaran biologi tidur terus”


Aninda mengerucutkan bibirnya, tangannya masih mengelus perut yasmin yang mulai membuncit.


“nin, rencananya kalau junior udah lahir, mau ada resepsi buat pernikahanku sama satriya” 


“oh ya? Udah mulai direncanain?”


“udah dari kedua pihak keluarga. Biar semua nggak penasaran lagi, jadi pada tahu aku dan satriya udah nikah. Lagian ada cewek kegatelan yang ngejar-ngejar satriya terus.


*** 


Bulan September tiba. Itu tandanya satu minggu lagi akan diadakan pensi yang menjadi puncak peringatan ulang tahun ke 40 SMA Harapan Jaya.


Mengingat sedang musin hujan, acara kali itu diadakan di aula SMA yang telah dipermak sedemikian rupa sehingga mirip hall istana.


Persiapannya memang dicicil sedikit demi sedikit, meskipun acaranya masih seminggu lagi. Maklumlah, anak-anak dekor kan harus sekolah juga.


______________________________________


Like


Komen


Vote😘❤


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


S.A.L™


__ADS_2