Cinta Dan Dusta

Cinta Dan Dusta
Chapter 6


__ADS_3

“Gila nin! Bisa-bisanya kamu berangkat bareng cowok paling cool disekolah kita. Hebat kamu nin!” seru yasmin histeris ketika aninda tiba dibangkunya. “Sssst… ceritanya panjang dan nggak masuk akal deh. Ya lagian kenapa kamu nggak bilang vigo punya kembaran?” suara aninda masih lemas karena tatapan mata para serigala tadi.


“hahaha… maaf. Ku kira kamu udah tahu tapi lebih heboh lagi ceritaku nin. Kamu tahu, aku udah jadian sama satriya!” pamer yasmin, sulit mengatur volume suaranya. Seisi kelas jelas sekali mendengarnya. “Haa? Serius? Kok bisa secepat itu?” komentar aninda penasaran.


“ceritanya panjang dan nggak masuk akal juga nin” jawab yasmin menirukan kalimat aninda.  “yasmin!” aninda berteriak jengkel. Yasmin terbahak-bahak. Merekapun langsung berkejaran bagaikan anak TK berebut permen. Untung bel segera bunyi.


***


Waktu makan dikantin jam istirahat yasmin menceritakan kisah jadiannya dengan satriya. “Oh gitu ya? Jadi kalian udah pedekate dari awal MOS?” ujar aninda manggut-manggut. “ya gitu deh, aku aja nggak nyangka dia nembak aku secepet itu tapi yang namanya jodoh mau gimana lagi?” kata yasmin dengan mimik pamernya. “idih ngarep amat” sindir aninda sambil memonyongkan bibir. “boleh duduk bareng kalian? Aku sendirian nih” tiba-tiba restiana, temen sekelas mereka muncul dengan mangkuk bakso ditangan. “ya Tuhan tinggal duduk aja sini pake izin segala” komentar aninda jenaka. 


Mereka bertiga menghabiskan sisa istirahat dengan obrolan konyol. Restiana yang terkesan pendiam ternyata tak kalah heboh dibanding aninda. Dan keakraban pun dimulai.

__ADS_1


***


“nin, kamu keperpus sendirian nggak papa kan? Soalnya aku mau nonton satriya latihan nih” kata yasmin sepulang sekolah. Aninda hanya mengangguk pelan. Sekarang yasmin udah punya pacar yang harus diperhatikannnya. Jadi mau tak mau aninda harus mau dinomor duakan. “ kok cemberut gitu nin?” yasmin merasa tidak enak hati. “siapa juga yang cemberut? Lagian… nggak ada yasmin, restiana pub bisa” lawak aninda. Sontak yasmin dan restiana tertawa lepas. Aninda tersenyum melihat kedua temannya tertawa.


***


“kamu mau pinjem novel apa sih nin?” Tanya restiana bingung melihat aninda yang sejak tadi membolak-balik buku di rak. “itu lho breaking dawn. Kamu udah pernah baca belum?” mata aninda masih jelalatan mencari novel yang dicarinya. “Ya Allah ninda! Kalau itu sih aku punya dirumah!” seru restiana.


Suara riuh dilapangan terdengar dari perpustakaan walaupun letak perpustakaan sudah diatur sedemikian rupa agar terhindar dari ingar-bingar lapangan. Langkah restiana terhenti ketika melihat ricko berjalan kearah mereka. Aninda sedikit terheran dengan sikap restiana yang mendadak aneh ketika menatap ricko. Dia yakin, pasti ada sesuatu yang restiana rasakan terhadap ricko. 


Ricko tersenyum kecil pada mereka berdua “hai, dari perpus ya?” “Ih sok nebak” ujar aninda sambil memeletkan lidah. Ricko tersenyum, sedangkan restiana masih mematung memandang ricko. “hai res, apa kabar? Ternyata kamu sekelas sama aninda?” Tanya ricko. “eh..oh..iya rick” jawab restiana terbata-bata. “yaudah duluan ya. Buru-buru nih” kata ricko bergegas pergi menjauhi kedua juniornya. 

__ADS_1


“sok penting amat gayanya” komentar aninda. “latihan karate di SMA kita emang ketat banget nin nggak boleh telat” bela restiana serius.


______________________________________


Like


Komen


Vote❤😘


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


S.A.L


__ADS_2