
Aninda mengecek penampilannya sekali lagi kemudian keluar menemui si pemilik mobil.
“hati-hati nin” ujar ibu aninda seperti mau ditinggal putrinya kenegeri jiran menjadi TKI illegal.
Aninda memutar bola matanya lalu buru-buru mencium punggung tangan ibunya. Bergegas ia masuk ke mobil yovi.
“lelet amat sih!” suara dari kursi belakang mengagetkan aninda. Vigo.
“vigo maunya nebeng nih!” kata yovi sambil menjalankan mobil.
“maklum kok” ujar aninda sedikit meledek vigo.
“takut aja ntar pulang nggak kuat bawa motor” ujar vigo dingin.
Aninda melirik vigo dari spion. Terlihat vigo duduk santai dalam baju basketnya. Aninda betah bila melihat vigo sedang diam seperti itu.
Tatapan mata vigo tak sedingin saat dia termenung. Aninda sekarang tahu, vigo tak sejahat kelihatannya. Dia hanya kesepian.
***
Gelanggang olahraga tampak sesak dijejali berates-ratus penonton yang sudah melewati antrean dipintu masuk. Aninda melihat takjub.
Ini pertama kali ia menonton final basket tingkat nasional secara langsung.
“jangan gugup gitu nin” yovi rupanya menyadari kegelisahan aninda.
“cewek payah! Nonton aja gugup kayak gitu” vigo menyindir seperti biasa.
__ADS_1
Aninda memeletkan lidah kearah vigo. “kita lihat siapa yang ternyata payah? Paling babak pertama kamu udah nyerah”
Vigo tersenyum dengan bibirnya yang naik sebelah. Sebenarnya ingin sekali ia menjitak kepala aninda, tapi karena ada yovi ia mengurungkan niatnya.
***
“aninda kok belum dating juga?” Tanya yasmin cemas pada restiana dan ricko. mereka bertiga meilih duduk ditribun paling depan. Alasannya agar bisa melihat pertandingan dengan jelas.
“paling lagi dijalan. Yovi-vigo juga belum nongol” restiana berusaha menenangkan yasmin yang sejak tadi gelisah.
“tuh dia” kata ricko sambil menunjuk aninda yang berlari ke arah mereka.
“maaf telat, tadi mesti berantem dulu sama vigo diruang pemain” jelas aninda dengan napas memburu. Ia memilih duduk diantara ricko dan yasmin. Disebelah kiri ricko ada restiana.
“kenapa lagi?” Tanya restiana pelan.
“udah, udah. Mau mulai nih!” yasmin menyikut aninda.
Penonton hening ketika wasit memasuki lapangan. Lalu kembali riuh ketika kedua tim memasuki lapangan.
“akhirnya pertandingan final yang kita tunggu-tunggu…” suara komentator membahana melalui speaker disudut-sudut lapangan. “SMA Harapan Jaya melawan SMA Nusantara!” Tepukan riuh para penonton semakin keras.
Ditribun seberang siswa-siswa SMA Nusantara mulai menyanyikan yel-yel penuh semangat.
“ayo satriya!” yasmin berteriak kencang membuat gendang telinga aninda berdenging.
Siswa kelas sebelas SMA Harapan Jaya kompak meneriakkan yel-yel pendukung sekolah mereka.
__ADS_1
Tubuh aninda merinding menyaksikan begitu hebatnya kejuaraan basket ini.
“sori telat. Aku mesti beresin tugas dibawah dulu” tiba-tiba yovi muncul dan langsung mengambil tempat disamping aninda.
Yasmin bergeser sedikit namun tidak terlalu peduli dengan kehadian yovi. Tangannya mengepal kuat saat melihat satriya menembak bola namun gagal.
“yasmin emang suka gugup gitu” ujar aninda tersenyum pada yovi.
“mirip kamu dong!” ledek yovi.
Aninda tidak terima dirinya dikatakan sama gugupnya seperti yasmin. “ih… apaan!”
***
Ricko memandang kea rah yovi dengan tatapan dingin, gelora panas dalam batinnya kini datang lagi.kakak-adik sama aja, pikir rikco gusar.
Sedari awal ricko memang tak menikmati pertandingan karena restiana kentara sekali mendekatinya.
Gadis itu selalu berusaha membuka obrolan dengan ricko, memuji-muji ricko, membuat ricko merasa tidak nyaman. Ia tidak menyukai restiana, hatinya sudah tertambat pada aninda.
______________________________________
Like
Komen
Vote❤😘
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
S.A.L™