Cinta Dan Dusta

Cinta Dan Dusta
Chapter 4


__ADS_3

Aninda cengengesan malu kemudian menyalami yovi


“aninda” 


“mending kamu temuin vigo dulu tapi jangan pake emosi. Vigo temperamental soalnya” jelas yovi ramah.


Aninda manggut-manggut malu. Yovi membuka gerbang setelah sekali lagi tersenyum ramah pada aninda, ia melesat pergi bersama Honda Jazz-nya.


“lucu banget sih, marah-marah gitu tapi salah orang” ledek vigo masih terpingkal-pingkal.


Aninda mengerutu tak jelas. Kedua tangannya bersedekap


“kamu mesti tanggung jawab. Sepedaku ancur plus ilang” tuntut aninda pelan teringat penuturan yovi bahwa vigo terperamental.


“itu bukan sepenuhnya salahku dong! Makanya kalau naik sepeda jangan ngebut!” ujar vigo yang sekarang sibuk member makan ikan dikolam. 


“iya, tapi seenggaknya kamu ganti sepedaku dong” ujar aninda masih tenang.


“kamukan bisa minta orangtuamu lagi” kata vigo tanpa rasa bersalah.


“aku bukan orang kaya seperti kamu vig” aninda mulai emosi.


“jangan bawa-bawa masalah gitu lah. Itukan nggak ada hubungannya.” Nada vigo mulai meninggi.


“jelas ada dong” volume suara aninda jadi tinggi juga.


Rugi deh aku ngasih kartu nama ke kamu. Ternyata kamu nyebelin banget! Rutuk vigo dalam hati.

__ADS_1


“udah pulang sana. Kecelakaan itu juga salahmu sendiri nggak bisa hati-hati. Tau sendirilah sepeda butut kayak gitu masih dipake!” teriak vigo emosi.


Kemarahan aninda sudah mau pecah ia menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskan pelan lewat mulut.


Ia sadar, percuma menghadapi orang seperti vigo dengan menyertakan emosi.


Ia mengambil tas yang tadi tertinggal diruang tamu lalu beranjak pergi meninggalkan vigo yang masih sibuk dengan kolam ikannya. 


Mbok tiyem yang sejak tadi mencuri dengar pembicaraan mereka hanya bisa mengelus dada sambil menyaksikan kepergian aninda.


“dia yang salah kok jadi dia yang marah-marah. Dasar orang kurang waras!” kata aninda ngedumel sendiri saat berjalan menuju halte.


“hai! Pulang kemana?”


“ya tuhan astaga!” aninda terkejut mendapati mobil yovi kini berada disampingnya.


Yovi tersenyum melihat keluguan aninda.


“wah, rumahku jauh” jelas aninda kikuk. “ayolah” bujuk yovi.


Akhirnya aninda mau juga diantar pulang yovi setelah acara jual mahalnya tadi. Lagian susah dapet bus kalau udah sore begini. Lumayanlah. Kata aninda dalam hati.


“gimana tadi sama vigo?” Tanya yovi membuka pembicaraan.


“ya gitu deh, dia sedikit nggak waras kali ya. Masa dia yang salah malah dia yang marah-marah” celoteh aninda.


“dia emang gitu orangnya. Cuekin ajalah. Emang beneran sepeda kamu ancur?” Tanya yovi kalem.

__ADS_1


“bukan ancur lagi, lenyap ditelan got. Bingung deh besok sekolah mau gimana, belum lagi ntar ortu pasti marah-marah” keluh aninda lemas.


Sampai didepan rumah aninda, orangtuanya terbengong-bengong melihat putri mereka diantar mobil mewah.


Dengan sopan yovi ikut turun dari mobil dan menemui orang tua aninda. Aninda terpaku melihat yovi dengan sabar menjelaskan permasalahnnya.


ia sedikit kagum dengan sikap yovi yang sangat bertanggung jawab. Ia tersenyum kecil melihat yovi yang langsung bisa akrab dengan kedua orangtuanya.


“anak ayah ternyata jago juga milih pacar” ledek ayah aninda setelah yovi meninggalkan rumah mereka.


“itu temen aninda yah” sangkal aninda ketus.


“lebih dari teman juga nggak apa-apa” ibu aninda tak mau kalah


Aninda menghela napas kuat-kuat.


”Udahlah yah, bu, mending sekarang kita mikir anin berangkat sekolah pake apa besok?” kedua orang tua aninda bertatapan, kemudian mereka tersenyum penuh arti.


Aninda mengernyit melihat sikap aneh orangtuanya dan memilih untuk tidak terlalu memikirkannya.


______________________________________Like


Komen


Vote❤😘


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


S.A.L


 


__ADS_2