
Dokter itu mengelap kening perlahan. “saya harus berbicara serius dengan orangtuanya. Yasmin mencoba mengugurkan kandungannya dengan pil yang dia telan tadi. Saya tinggal dulu ya. Kalau orangtuanya dating, segera hubungi suster jaga.
Lagi-lagi mereka berempat mengangguk. Kali ini dengan tatap hampa. Masing-masing sulit memercayai kabar yang baru mereka dengar. Apalagi aninda dan yasmin berteman sejak kecil.
Aninda melangkah gontai menuju kamar yasmin. Dengan bahasa tubuh yovi menyuruh ricko dan restiana untuk tetap menunggu dikoridor. Sepatutnya mereka memberikan kesempatan kepada aninda untuk berbicara empat mata dengan yasmin. Aninda begitu syok, kaget, kecewa, iba, dan sayang menjadi satu.
Wajah yasmin tampak pucat. Ada infuse didekat pergelangan tangannya. Perlahan aninda duduk disamping tempat tidur, kemudian mengelus kening yasmin lembut. Air mata kembali menuruni pipinya, pedih melihat yasmin terbaring lemah.
Mata yasmin membuka perlahan menatap aninda. “maaf nin” katanya parau.
Aninda menggeleng lemah. “siapa yas? Satriya?”
Yasmin mengangguk pelan. Air mata mulai mengalir deras.
Aninda langsung memeluk yasmin lalu mengusap-usap rambutnya dengan penuh kasih saying.
“ssshh…”
Tangis yasmin makin menjadi, seperti jeritan sesal atas perbuatannya. Rasa malu mulai menjalarinya, malu pada aninda yang sejak kecil bersamanya. Malu pada Tuhan karena dosa ini. Orangtuanya pasti kecewa, sedih, marah, dan entahlah. Ia juga tahu sekolah akan mengeluarkannya. Mengapa dulu ia tak berpikir sejauh itu? Oh!
***
__ADS_1
Satriyo dan vigo tiba dirumah sakit. Dengan panik dan tergopoh-gopoh satriya menerobos masuk kekamar yasmin untuk menemui kekasihnya.
Mendengar pintu kamar terbuka dan melihat satriya bergegas mendekati ranjang. Aninda langsung berbalik dan menampar satriya, meluapkan segala sakit hatinya.
“kenapa satriya?” teriak aninda histeris pada satriya sambil menarik kerah baju cowok itu.
“aku, aku…” satriya tak kuasa menjawabnya.
“udahlah nin. Aku juga ikut bersalah.” Ujar yasmin lirih masih terisak.
“kamu mesti tanggung jawab sat! kalian kan baru jadian kemarin!” aninda masih histeris.
“ceritanya nanti saja nin” jawab satriya gemetar.
Melihat aninda keluar, yovi yang menunggu di depan kamar langsung memeluknya erat. Spontan aninda menangis dipelukan yovi, mengisi kesalahannya karena merasa tak bisa menjaga sahabatnya. Menangisi kebenciannya pada satriya, dan menangisi kekecewaannya pada yasmin. Ia menangis sejadinya, meluapkan emosi yang tak terbendung lagi.
Di kursi koridor tak jauh dari kamar yasmin, seorang cowok bangkit berdiri. Diam-diam vigo meninggalkan rumah sakit.
***
“kami sudah saling mengenal sejak liburan kelulusan yasmin nin. Kami jadian udah lama tanpa sepengetahuan kamu” jelas satriya.
__ADS_1
Aninda mendelik.
“maafin atas semua kesalahanku nin” satriya mengucapkannya dengan tulus.
Kini koridor sepi karena ricko, yovi, dan restiana sedang menemani yasmin dikamar.
Aninda mendengus kesal. “penyesalan mu telat sat!” “aku ngelakuin ini sama yasmin karena aku cinta dia nin”
Aninda tertawa getir. “cinta? Kamu bilang ini cinta sat?” Satriya tak menjawab.
Aninda menatap tajam ke arah satriya. “ini yang namanya cintamu, sat?! dengan ngancurin masa depan yasmin dan masa depanmu sendiri? Iya sat? nggak sat. asal kamu tahu ya, ini bukan cinta.
Itu cuma nafsu sesatmu. Pinter banget kamu manfaatin kepolosan yasmin.” Satriya tertunduk lesu. Rasa sesal di hatinya tak terhitung lagi.
“aku bener-bener nggak nyangka sat. jujur aku kecewa. Banget! Aku nggak tahu mesti gimana sekarang. Masa depan yasmin ancur. Kamu bisa ngembaliin itu semua? Nggak kan? Kamu juga pasti nyesel kan?” aninda benar-benar kacau-balau.
______________________________________
Like
Komen
Vote❤😘
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=S.A.L™