
Itulah yang dilakukan segerombolan kakak kelas cewek. Mereka menggoda yovi yang sedang berjalan menuju ruang OSIS. Yovi yang memang ramah medengan senyum simpatiknya.
Sebelumnya, ada cewek kelas X yang kentara sekali berpura-pura menjatuhkan buku didepan yovi agar dia berhenti, dan syukur-syukur keluar sikap gentlemannya untuk mengambilkan buku tersebut. Dan lebih syukur lagi bila yovi mau menyapa dan ngobrol sebentar. Duh!
Ulah para siswi tersebut membuat aninda frustasi. Yovi benar-benar bukan miliknya lagi.
"Nin, kamu cemburu?" Rupanya restiana tidak tahan dengan gerutuan aninda sepanjang pagi ini.
"Sedikit" jawab aninda sambil menyipitkan mata.
"Terus, kenapa putus?"
"Ke perpus aja yuk!"
"Lagi-lagi ngeles!" Restiana mau tak mau membuntuti aninda menuju perpustakaan.
***
Marsya dan kedua abdi setianya duduk lunglai diruang OSIS. Pagi ini memang jadwal mereka bertiga untuk menyiapkan keperluan classmeeting. Mereka harus datang pagi sekali untuk mengecek keadaan lapangan, tempat para penonton, dan sore harinya mereka harus memastikan lapangan sudah bersih kembali.
Merli sibuk mengipasi wajahnya, syifa asyik dengan sisirnya yang sedari tadi tak pernah berhenti mengelus rambutnya yang bisa dibilang sudah sangan, sangat rapi. Sedangkan marsya hanyut dengan pikirannya.
Merli menyenggol syifa agar berhenti menyisir rambut. Dagunya menunjuk kearah marsya yang semakin hari berubah menjadi aneh.
"Sya!" Syifa membuyarkan lamunan marsya.
Wajah marsya menampakkan ekspresi penuh tanya.
__ADS_1
"Kamu kenapa?" Merli berhenti mengipas.
Marsya menggeleng perlahan.
Kedua temannya bertatapan, mendelik satu sama lain.
"Yovi putus sama aninda" kata marsya akhirnya.
"Terus?" Tanya merli dan syifa berbarengan.
Marsya berpikir sejenak. "Aku rasa itu..."
"Jangan bilang kamu mau ngejar yovi lagi" potong syifa kesal.
Marsya menatap syifa bingung. "Aku cuma pengen memperbaiki semuanya syif"
"Yovi udah berubah sya" syifa mencoba meyakinkan marsya.
Marsya menggeleng, kemudian menatap tajam kedua teman setianya. "Dia berubah karena aku berubah"
Merli dan syifa mendelik. Mereka yakin marsya sudah sinting.
***
"Oh, jadi yovi yang memutuskan hubungan kalian?" Restiana menyimpulkan cerita aninda.
"Iya res, dan itu yang bikin aku jadi ngerasa bersalah"
__ADS_1
Udah, yang penting sekarang udah beres masalahnya. Setahuku sih yovi bukan tipe pendendam" Aninda manggut-manggut pasrah.
***
Marsya menyalin kembali laporan kegiatan classmeeting sore hari ini. Kedua temannya sedang mengecek keadaan lapangan. Sekilas marsya melihat ricko berjalan menyebrangi lapangan.
Tumben sesore ini masih ada di sekolah, batin marsya heran. Yang ia tahu hari ini bukan jadwal adiknya latihan karate.
"Belum pulang?" Yovi masuk keruang OSIS tanpa suara.
Marsya gelagapan mendapati yovi sudah berdiri didepannya. "Hari ini jadwalku piket"
Yovi tersenyum, senang dengan perubahan marsya akhir-akhir ini. Yovi mengamati penampilan marsya, tak ada polesan diwajahnya. Itu mengingatkan yovi pada pertemuan pertamanya dengan marsya. Dulu marsya tampil polos. Tapi kembalinya kepolosan wajah marsya tak berarti telah berhasil meruntuhkan dinding pembatas antara keduanya.
***
Sore itu suasana lapangan basket SMA Harapan Jaya ramai. Anak-anak cowok kelas aninda masih giat berlatih basket, di pinggir lapangan cewek-cewek yang sejak tadi memberi semangat pada tim basket kelas mereka masih semangat berteriak. Kelas aninda berhasil masuk semifinal, dan besok lawan mereka adalah kelas vigo. Bagaimana seisi kelas tidak gelagapan? Vigo kan pemain terbaik SMA mereka. Bisa dipastikan kelas vigo akan bermain sangat bagus besok.
______________________________________
Like
Komen
Vote😘❤
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
S.A.L™