
***
Ternyata marsya membawa aninda ke mal paling mewah. Marsya langsung mengajak aninda ke tempat yang menyediakan gaun-gaun pesta. Kaum shopholic pasti ngiler melihat keindahan gaun-gaun glamor disitu.
"Ayo nin, pilih baju yang kjamu suka. Kok malah bengong?" Kata marsya sedikit geli dengan keluguan aninda.
"Aduh kak, aku nggak punya duit buat beli gaun mahal begini" kata aninda jujur.
"Nggak usah mikirin itu nin. Aku yang traktir"
"Tapi, kak..."
"Kamu tenang aja"
Terpaksa aninda menuruti marsya. Tapi untuk memilih gaun yang pas saja aninda tidak becus. Marsya lagi-lagi menggeleng melihat aninda yang sejak tadi bingung. Beberapa kali aninda mencoba gaun-gaun itu, tapi ada saja yang membuat aninda tidak suka. Seperti belahan dada yang terlalu rendah, terlalu mini, warna terlalu ngejreng, pokoknya ada-ada saja alasan aninda.
Marsya sendiri sudah menemukan gaun yang pas untuknya. Gaun pink selutut dengan lengan dibagian kiri saja. Aninda berdecak kagum menyaksikan keanggunan marsya saat mencoba gaun itu.
"Ini aja ya nin!" Marsya menunjuk gaun merah yang indah.
Saat mengenakannya, aninda terkejut. "Aduh kak, gaun ini nggak ada lengannya. Dan bawahnya juga pas diatas lutut"
__ADS_1
"Udah deh nin, ini bagus banget. Cocok untukmu" kata marsya mencoba meyakikan aninda.
Dengan berat hati akhirnya aninda setuju untuk mengenakan gaun itu nanti malam. Ia merasa tak enak pada marsya yang mulai kelelahan mencarikan gaun untuknya. Berikutnya mereka pergi ketempat pernak pernik untuk mencari kado. Kali ini aninda mantap memilih sendiri kadonya.
Baru sekitar pukul tiga sore mereka keluar dari pusat pembelanjaan itu dengan menenteng tas belanjaan.
"Nin, aku udah izin sama orangtuamu supaya kamu boleh langsung ke pesta nanti malem. Jadi setelah ini kamu nggak usah pulang dulu" celoteh marsya saat mobil mulai berjalan.
"Terus, sekarang kita mau kemana kak?" Aninda sedikit heran dengan rencana marsya yang tersusun rapi.
"Kerumahku. Kita mesti dandan, dan waktunya pasti nggak sebentar"
***
"Oke, dua putri yang sudah siap ke pesta malam ini" ujar yovi saat tiba diruang tamu marsya.
Setelah berpamitan, ketiganya berjalan memasuki mobil yovi yang diparkir di luar gerbang.
"Siap sayang?" Tanya yovi pada marsya yang duduk disampingnya. Aninda duduk dibelakang, menatap sepasang kekasih itu dengan iri.
__ADS_1
"Oke, kita berangkat" mobil yovi melaju dengan kecepatan standar menuju tempat pesta.
***
Aninda menatap pohon besar yang penuh kenangan itu. Pohon yang berdiri indah dengan ranting-ranting menjuntai seakan ikut menyambut para tamu. Aninda menunduk lesu, memikirkan masa lalunya yang penuh sekarung harapan dibawah pohon itu.
"Yuk nin!" Ajak marsya sambil menggandeng yovi dengan mesra. Aninda berjalan di sebelah marsya.
Dekorasi pesta yang mewah dan gemerlap indah seakan menyihir perasaan aninda hingga sejenak melupakan duka dan kenangan. Tamu yang datang mengalir tanpa henti hingga berjibun jumlahnya. Benar-benar pesta yang megah dan meriah. Mereka berada di ruang bergaya timur tengah yang dipenuhi pohon palem serta dominasi warna emas.
______________________________________
Like
Komen
Vote😘❤
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
S.A.L™
__ADS_1