
***
Marsya berusaha menstabilkan napasnya yang ngos-ngosan sesuai tampil sebagai cheerleader. Ia memandang sekilas ke yovi yang sejak tadi tertawa ceria bersama aninda.
Tangannya mengepal erat, napasnya memburu. Marsya tak menyadari dirinya sedang cemburu. Yang ia tahu, ia tak ingin yovi dekat dengan cewek kampungan seperti aninda.
Menurutnya, aninda tak pantas mejadi pendamping yovi. Sebenarnya ia juga menginginkan ricko berhenti mencintai gadis itu, tapi itu justru membuat ricko gusar padanya.
Baginya, aninda hanyalah gadis kampong yang aneh. Tak ada yang spesial dalam diri aninda.
Gadis dengan kulit sawo matang, rambut yang tak pernah tersentuh salon, wajah tanpa make-up. Benar-benar bertolak belakang dengan dirinya.
Entah apa yang dilihat cowok-cowok itu, batin marsya geram.
***
“nin aku ke toilet sebentar ya?” pamit yasmin sambil bergegas meninggalkan bangku penonton.
Kekalahan tim SMA Harapan Jaya pada babak pertama membuat yasmin pucat seperti bulan kesiangan.
Tingkat senewen yasmin makin menjadi-jadi sehingga ia harus ke toilet.
***
Aninda tampak gelisah. Sudah memasuki kuarter keempat, tapi yasmin tak juga kembali. Aninda bergerak panik menoleh ke belakang, berharap yasmin segera tiba.
Pikiran aninda meraba-raba.
Satu menit, yasmin bercermin sebentar.
__ADS_1
Dua menit, yasmin keluar dari toilet.
Tiga menit, yasmin melangkah menuju tribun. Pasti jalan menuju tribun penuh sesak sehingga langkahnya terhambat.
Sepuluh menit…
Aninda menoleh kaget seketika seseorang mengguncang pundaknya. Ternyata riska, teman sekelasnya yang tampak panik.
“yasmin pingsan di toilet.” Tubuh riska bergetar hebat ketika mengatakannya.
Seketika aninda menjadi kalang kabut. Tanpa memberitahu yang lain ia langsung berlari bergandengan dengan riska.
***
Dada aninda naik turun sewaktu mendapati yasmin yang terbaring tanpa daya diruang pemain.
Tim medis baru selesai memeriksa yasmin. Kepanikan merayap aninda. kata riska, tadi yasmin ditemukan tergeletak disalah satu bilik toilet dengan mulut penuh busa.
Setelah menggotong dan memindahkan yasmin keruang pemain, riska buru-buru mencari aninda.
Yovi yang tadi ikut berlari dibelakang aninda berusaha menenangkan semua orang. “tenanglah. Ambulans yang memang disiagakan untuk pertandingan besar ini siap membawa yasmin kerumah sakit.”
***
Selama perjalanan kerumah sakit, didalam ambulans aninda terus-menerus terisak. Ia masih kaget. Restiana menyandarkan kepala aninda dibahunya.
Mobil Jazz yovi mengiringi persis dibelakang ambulans. Karena tak ingin konsentrasi satriya yang masih bertanding menjadi kacau dengan berita yasmin, mereka menunda memberitahunya.
Tapi sebelum berangkat, yovi sempat menitipkan pesan untuk satriya lewat pelatihnya.
__ADS_1
“udah nin, yasmin pasti baik-baik aja” hibur restiana lembut.
Bersama yovi dan ricko, mereka duduk dengan gelisah dikoridor rumah sakit.
“nggak res, yasmin belum pernah begini!” kata aninda tetap panik.
Yovi dan ricko hanya diam. Semua menunggu dokter yang sedang memeriksa yasmin.
Sebenarnya ingin sekali ricko memeluk aninda, mengusap pipinya yang dipenuhi bulir air.tapi ia tak kuasa, ada begitu banyak mata yang tak menginginkan ia berlaku begitu.
Akhirnya dokter yang memeriksa yasmin keluar juga. Aninda langsung berdiri dan setengah berlari menghampiri dokter. “gimana keadaan yasmin dok? Dia kenapa?”
“mmm… kamu keluarganya?” Tanya dokter itu tenang.
“kami temannya dok”
Yovi, restiana, dan ricko sudah bergabung dengan aninda.
“keluarga sedang dalam perjalanan” imbuh yovi tenang.
“yasmin hamil.” Jelas dokter itu sambil menatap para remaja dihadapannya. “kalian sudah tahu hal ini sebelumnya kan?”
Mereka berempat menggeleng bersamaan.
______________________________________
Like
Komen
Vote😘❤
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
S.A.L™