Cinta Dan Dusta

Cinta Dan Dusta
Chapter 19


__ADS_3

Satriya menatap aninda tajam.


“aku bakal tanggung jawab nin. Aku bakal nikahin dia. Aku nyesel nin, aku nyesel. Tapi aku janji bakal ngebahagiain yasmin.”


“kupegang kata-katamu!” ancam aninda keras.


Pembicaraan panas mereka berakhir saat kedua orangtua yasmin datang dengan wajah cemas.


Aninda dengan segera mengajak teman-temannya pulang.


“pulang dulu ya yas. Cepat pulih” pamit aninda lembut.


Tak ada obrolan yang mengiringi langkah mereka sewaktu meninggalkan rumah sakit.


Kemana vigo? Tanya aninda dalam hati.


*** 


Aninda benar-benar tak bisa terlelap malam itu, hatinya masih gelisah. Rasa kecewa terus menyelimutinya, tak mau pergi barang sekejap.


Apalagi ia juga terus bertanya-tanya, kemana vigo tadi.kenapa perasaan gelisah karena merasa ditinggal vigo datang padanya? Bersamaan perasaan rindunya pada umar tiba-tiba merasuki angannya.


“disana hati-hati ya” kata aninda kecil, itu hari terakhir umar masuk sekolah.


“pasti anindaku sayang. Jagain rasa saying aku ya? Kamu nggak boleh macem-macem sama cowok lain. Aku cuma pergi sebentar. Pokoknya kamu tungguin aku dibawah pohon itu” umar menunjuk pohon yang berada disamping lapangan kecil.


Aninda mengangguk pelan. “aku nggak mau sama cowok lain selain kamu. Janji!”


Mereka mengaitkan jari kelingking mungil mereka. Setelahnya umar pergi tanpa jejak.

__ADS_1


 


*** 


Satu minggu kemudian…


 


Yasmin dan satriya melangsungkan ijab Kabul segera setelah yasmin keluar dari rumah sakit. Aninda dan restiana diundang menghadiri acaranya.


Seperti sudah diduga, pasangan pengantin dadakan itu memang di dropout dari sekolah.


Sekarang aninda duduk dibangku kelasnya seorang diri. Tak ada lagi yasmin yang selalu menemaninya, tak ada lagi teman yang bersedia membantunya menerjemahkan kata-kata bu purwanti. Ada rasa berbeda.


Bahkan kini vigo perlahan menjauhinya, bikin aninda gelisah karena merindukan perdebatan mereka, yang kalau diingat-ingat bisa membuatnya tertawa.


Hati itu yovi dan vigo mengikuti lomba cerdas cermat di luar kota. Kepergian mereka membuat aninda jenuh berada disekolah.


Hari itu restiana menemani ricko latihan karate. Keduanya mulai terlihat akrab.


Aninda menganggap ricko sebagai adiknya sendiri sejak SD. Mulanya ia hanya merasa iba pada ricko yang setiap hari ditindas umar cs.


Lama-kelamaan aninda merasa wajib melindunginya karena umar cs semakin semena-mena. Dan sejak itu lah mereka seperti kakak-adik yang tak terpisahkan.


 


*** 


Benarkah perasaan ricko pada aninda seperti kakak-adik? Ricko memaknai perlindungan yang diberikan aninda selayaknya cewek menyukai cowok.

__ADS_1


Rasa itu tumbuh dan terpupuk subur dalam hati ricko, hingga saat ini. Sayangnya aninda tak tahu hal itu, ia malah mengira ricko menyukai restiana.


 


*** 


Aninda menyusuri koridor meninggalkan perpustakaan. Kebanyakkan siswa di SMA-nya bukan jenis makhluk yang gemar baca. Jadi bisa dipastikan koridor tersebut benar-benar sepi.


Aninda menengok kebelakang, ia merasa diikuti. Bulu kuduknya meremang. Segera saja ia berlari superkilat, tak mau jadi mangsa hantu disiang bolong.


Dengan napas memburu aninda menuju toilet yang kebetulan terletak disamping aula tempat ricko berlatih karate.


Ketakutan membuat kandung kemihnya ingin mengeluarkan air yang ditampung. Dengan perasaan lega ia keluar dari toilet. Marsya cs sudah menunggunya diluar toilet.


Merli langsung mendorong aninda kuat-kuat. Aninda luar biasa kaget hingga begitu mudah terjatuh kelantai. Jantungnya berdegup kencang, rasa takut menjalari aninda.


“hei cewek kampung! Nggak usah caper sama kakak kelas deh!” Aninda gelagapan, tak mengerti maksud mereka.


“jangan terlalu kasar mer” bisik marsya waswas.


“marsya! Kamu harus inget sya. Dia ngerebut yovi dari kamu!” syifa berseru dalam emosi tinggi.


______________________________________


Like


Komen


Vote😘❤

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


S.A.L™


__ADS_2