Cinta Dan Dusta

Cinta Dan Dusta
Chapter 29


__ADS_3

Hujan telah mereda menjadi gerimis kecil. Satu persatu anggota tim meninggalkan ruang basket. Sampai akhirnya tinggal aninda dan vigo yang tersisa. 


"Yuk pulang!" Ajak vigo sambil menepuk pelan bahu aninda. 


Aninda langsung bangkit dan melangkah menjejeri vigo. Dia tak berani membuka percakapan. Suasana hati vigo terlihat sedang tidak baik hari itu. 


"Aku males pulang" kata vigo saat perjalanan pulang. "Aku main ke tempatmu dulu ya?" Tambahnya dengan nada sedikit memaksa. 


Aninda tak berani menolaknya. "Ya boleh"


 


***


Orangtua aninda senang bukan main saat tahu vigo berkunjung kerumah mereka. 


"Nak ganteng, tumben mau mampir" ledek ibu aninda super ramah. 


Aninda merasa gerah dan memutuskan untuk mandi, meninggalkan vigo bersama kedua orangtuanya. 


Diluar hujan lebat turun kembali disertai guruh yang menggelegar. Aninda yang baru saja mandi masuk kekamarnya. Hatinya mencelus saat mengetahui vigo sudah terkapar pulas dikasurnya. 


"Ya ampun!" Seru aninda kaget.


Ibu aninda menghampiri putrinya sambil memberi isyarat dengan jari telunjuk dibibir. "Katanya dia ngantuk nin. Kamu pindah kekamar ibu aja sana"


Setelah ganti baju, aninda mengomel kesal. "Apa-apa mesti vigo yang dibela! Anak sendiri nggak pernah dibelain!"


"Jangan gitu nin, dia tamu kita. Ada pepatah yang mengatakan, tamu adalah raja" ayah aninda memulai khotbahnya. 


"Iya yah, tapi masa keterlaluan gitu, diizinin tidur dikamar aninda" protes aninda masih menggunakan nada sopan. 

__ADS_1


"Ya sekali-sekali nggak apa-apa kan? Lagian..." Ayah aninda tak menyelesaikan kalimatnya karena terdengar seruan ibu aninda. 


"Hp vigo bunyi nin!" Seru ibu aninda dari dapur. Ia sedang memasak makan malam. 


Masih menggerutu, aninda masuk kekamar. Ia merogoh tas vigo yang terletak dimeja belajar, mencari sesuatu yang menimbulkan bunyi nyaring. Saat aninda berhasil menemukan hp vigo, bunyi itu berhenti. Ternyata kontak dengan nama "Mother" berusaha menghubungi vigo. Aninda mengeceknya, ada dua sms yang berasal dari kontak itu. 


Pasti ini ibu vigo, batin aninda yakin. 


Aninda melirik sekilas kearah vigo yang masih pulas. Awal-awal ia ragu membuka sms tersebut. Tapi karena takut itu pesan penting, ia nekat membukanya. 


From : Mother


Nak, kamu dimana? Papa sama mama baru pulang kok dicuekin. Kapan kamu mau maafin mama?


From : Mother


Kok nggak diangkat sih? Papa nanyain kamu. 


From : My Brotha


Vig! Mampir kemana kamu? Dicariin bonyok tuh. 


Aninda memutuskan untuk membalas pesan yovi. 


To : My Brotha 


Ini aninda, vigo lagi tidur dirumahku tuh. Takut bangunin ntar ngamuk!  


Tak lama kemudian balasan dari yovi masuk


From : My Brotha

__ADS_1


Oh ya? Udah, biarin aja. Yang penting jelas lagi dimana. Bilangin, jangan pulang kemaleman. 


Kali ini aninda tak membalasnya. Ia meletakkan hp vigo ditempatnya semula. Rasa tertarik aninda untuk terus memandangi vigo muncul. Pelan-pelan ia mendekati vigo yang masih pulas. Wajah vigo semakin tampan saat ia tertidur, tak ada keangkuhan yang tersirat. Aninda tersenyum sambil terus memandangi vigo. Inget nin, dia cowok jahat! Penyangkalan aninda kembali lagi.


 


 


***


Vigo terbangun tepat pukul tujuh malam. Ia langsung bergegas kekamar mandi dengan diantar aninda. 


"Dasar kebo! Tukang tidur!" Ejek aninda. 


Vigo menciprati aninda dengan air yang ada ditangannya. 


"Diem cewek bawel!"


Aninda mendengus kesal, memeletkan lidahnya sembunyi-sembunyi dibelakang vigo. 


Karena menu spesial buatan ibu aninda sudah tersaji rapi dimeja makan, mau tak mau vigo harus makan bersama keluarga aninda. Aninda mengernyit saat melihat vigo makan dengan lahap. Padahal menu spesial keluarganya hanya ikan asin goreng, kangkung oseng, tempe goreng, dan sambal terasi. Hati kecilnya senang melihat vigo menyuap makanan dengan begitu bersemangat. 


______________________________________Like


Komen


Vote😘❤


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


S.A.L™

__ADS_1


__ADS_2