Cinta Dan Dusta

Cinta Dan Dusta
Chapter 41


__ADS_3

"Maaf mengganggu" kata aninda sambil mendekat ke samping yovi. 


Marsya tampak terganggu dengan kehadiran aninda. 


"Boleh minta anterin kerumah bersalin?"


Yovi dan marsya mengernyit. 


"Jangan salah paham dulu. Yasmin udah melahirkan, tadi satriya telepon"


Dengan segera yovi berdiri. "Marsya, kamu ikut?"


Marsya mengangguk cepat-cepat, lupa bahwa kedua sahabatnya masih berada disekolah. Aninda menarik napas lega karena berhasil mendapat tebengan. 


 


***


Vigo rupanya sudah datang mendahului rombongan aninda. Satriya kan sohibnya. Tatapan vigo sedingin es ketika matanya bertemu dengan mata aninda. Aninda tak menggubrisnya, ia lebih berminat melihat kondisi yasmin serta bayinya.


"Yasmin!" Seru aninda girang sambil mendekati yasmin yang sedang duduk menggendong bayi ditempat tidur. 


Yasmin tersenyum senang, namun wajahnya masih terlihat lelah. Proses bersalin memang menyita energi. "Cowok nin!" Pamer yasmin bangga.


Aninda segera mengelus si bayi dengan lembut. 


"Sini yov, sya" ajak yasmin lembut ketika ia menyadari ada yovi dan marsya juga. 


"Aduh, gemes deh lihat baby mungil gini" ingin sekali aninda mencubit bayi mungil dan putih itu. 


"Gimana babynya?" Tanya marsya kaku mengingat dulu hubungannya dengan yasmin kurang baik. 


"Alhamdulilah, sehat. Aku juga kaget, kupikir lahirnya kecepatan. Tapi kata dokter, kayaknya bayi udah diperut sepuluh bulan" yasmin menepuk-nepik si bayi yang sepertinya mulai terganggu dengan sentuhan aninda. 

__ADS_1


"Oh, syukurlah" kata marsya pelan. Kemudian ia mendekati bayi karena aninda sudah beranjak, sengaja memberi kesempatan padanya dan yovi. 


"Selamat ya yas, sat!" Ucap yovi bersahaja. 


Satriya yang ada disamping yasmin tersenyum kalem. 


 


***


Sementara itu didepan ruang OSIS SMA Harapan Jaya, syifa dan merli kebingungan mencari teman mereka. Beberapa kali mereka sibuk menelepon. Sekolah sudah sepi, hanya tinggal mereka berdua. 


"Syif, udah hampir magrib nih!" Protes merli cemas.


"Terus, gimana marsya? Aduh.. Tega amat sih kamu!" Syifa berkacak pinggang.


"Kayaknya dia digondol nenek gayung deh!"


Kedua cewek itu ngakak sambil berlari menuju gerbang.


***


"Kamu pulang sama aku aja" bisik vigo sangat pelan, tapi terdengar jelas ditelinga aninda. 


"Nin, kamu nggak mau pulang bareng?" Tanya marsya ramah. 


Aninda meringis, menggeleng ragu-ragu. 


"Dia pulang bareng aku" kata vigo ketus. 


Tak lama kemudian datanglah sanak saudara yasmin dan satriya berduyun-duyun. Vigo menarik tangan aninda, mengajaknya berpamitan pada yasmin dan satriya. 


"Makhluk mars ngajak balik nih. Besok aku kesini lagi" pamit aninda setengah berbisik.  Yasmin mengangguk pelan. "Trims. Ati-ati ya nin"

__ADS_1


 


***


Mobil yovi berhenti tepat didepan rumah marsya. Gerimis mulai turun, membuat malam terasa dingin. Marsya bimbang, ada sesuatu yang ingin dikatakannya. 


"Kamu mau nerima aku lagi kan yov?" Tanya marsya setelah keberaniannya terkumpul. 


"Aku nggak yakin kamu bakal nggak ngecewain aku lagi sya" kata yovi pelan. Tersirat nada khawatir. 


Marsya mengangguk. "Aku bakal nunjukin bahwa aku sungguh-sungguh yov"


 


***


Hujan deras memaksa aninda dan vigo berteduh dihalte bus terdekat. Kalau nekat menerjang hujan, bisa-bisa besok keduanya sakit. Apalagi besok vigo harus bertanding basket melawan kelas aninda. Jalanan sunyi karena derasnya hujan yang bercampur angin kencang. Badan aninda menggigil. Batinnya waswas karena hanya ada dia dan vigo. 


Vigo melepas jaket yang membalut bagian luar baju OSISnya yang sudah tak rapi lagi. "Nih pake" ujarnya sambil menyodorkan jaket pada aninda. 


Aninda menepis jaket vigo. "Nggak usah vig"


Vigo sedikit kesal. "Kalau ntar sakit gimana?" Tandas vigo ketus. Dengan terpaksa ia memakaikan jaket pada aninda. 


Aninda tak kuasa menolak. "Kalau aku sakit kamu senengkan?" Aninda memeletkan lidah. 


______________________________________Like


Komen


Vote😘❤


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


S.A.L™


__ADS_2