Cinta Dan Dusta

Cinta Dan Dusta
Chapter 42


__ADS_3

"Ngapain deket-deket?" Celetuk vigo sambil melirik aninda. Sejak tadi ia terus-menerus meremas-remas kedua tangannya karena kedinginan. 


"Kamu kedinginan kan?"


"Siapa bilang?"


"Kenapa sih kamu selalu kasar padaku? Kalau benci bilang aja. Jangan kaya gini dong!"


Vigo terkejut mendengar ucapan aninda. Ia menatap aninda tajam. 


Aninda yang tahu dirinya sedang dipelototi, beringsut menjauhi vigo. Sepertinya ia sudah kebablasan ngomong sehingga ngeri membayangkan kemarahan vigo. 


Vigo masih memandangi aninda tanpa ekspresi, berusaha menyelami ketakutan yang tampak di mata cewek itu. 


Vigo dengan sigap menarik tangan aninda, kemudian memeluknya erat-erat. Aninda kaget bukan main. Ia meronta, meminta vigo melepaskan pelukannya. Tapi semakin ia meronta, semakin erat dekapan vigo. Jadi yang bisa dilakukan aninda adalah pasrah dalam pelukan vigo. 


"Kamu tahu kenapa aku bersikap keras, kasar padamu?" Vigo bertanya dalam nada lembut. 


Aninda menggeleng pelan. Kenyamanan karena pelukan vigo mulai mengaliri tubuhnya. 

__ADS_1


"Karena aku sayang kamu nin. Aku cinta kamu"


Aninda membisu, kaget mendengar pernyataan vigo. Dan juga kaget karena petir baru saja terdengar. 


"Aku sayang kamu nin, dan aku nggak berdaya saat yovi bilang dia juga cinta kamu. Yang bisa aku lakukan cuma sembunyi, nyari kesempatan biar bisa bareng kamu. Karena aku nggak mau ngerebut sesuatu dari yovi lagi. Udah terlalu banyak yang yovi berikan padaku. Dan kamu nggak tahu batinku tersiksa setiap aku lihat kamu bareng yovi. Kamu nggak tahu kan?" Jantung aninda berdegup kencang. 


"Aku nggak mau lagi kehilangan kamu nin" lanjut vigo, "semakin keras aku berusaha ngejauhin kamu, semakin bertambah rasa cinta ini. Benar-benar menyiksaku" "Aku, aku..." Aninda mulai menangis. 


 


***


Oke, aninda mengakui, ia memang tertarik pada vigo sejak pertama kali bertemu, sekalipun pertemuan itu diwarnai pertengkaran. Dan entah kenapa, aninda senang saat vigo memaksanya pulang sekolah bareng, saat vigo menatapnya lembut, dan puncaknya saat vigo menyanyikan lagu untuknya dikafe. 


Vigo tak pernah tahu bagaimana tersiksanya aninda lantaran mencintainya. Gengsilah yang membuat dia menyembunyikan perasaan itu dalam-dalam, sampai akhirnya malah yovi yang menyatakan cintanya. 


Aninda sangat berharap pada malam yovi menembaknya, vigo akan menarik tangannya kuatkuat seperti biasanya. Dengan begitu dia dan vigo bisa berlari ke luar aula. Tapi, apa yang terjadi? Vigo justru menghilang tak jelas! Kebayang dong kecewanya hati aninda. 


Aninda baru saja tahu vigo menghindarinya karena sengaja ingin memberi kesempatan pada kembarannya untuk mewujudkan cintanya. Dan itu ternyata sia-sia karena toh hubungan cinta aninda dan yovi sudah tamat. 

__ADS_1


Saat akhirnya vigo menyatakan cintanya ternyata aninda sedang berharap banyak pada umar. Oh!


Rentetan perjalanan cinta aninda begitu rumit. Sekarang ia mencinta vigo, dan juga umar. Egonya menang karena ia tak mau kehilangan dua-duanya. Namun, hati kecilnya juga tahu kalau bersikap seperti itu terus-terusan pastilah ia bakal kehilangan dua-duanya. Aninda menggeleng kuat-kuat. 


Aku harus mendapatkan kepastian dari umar besok.


 


***


Pertandingan basket antara kelas aninda melawan kelas vigo segera dimulai. Anak-anak sudah berkumpul dipinggir lapangan. 


______________________________________Like


Komen


Vote😘❤


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


S.A.L™


__ADS_2