Cinta Dan Dusta

Cinta Dan Dusta
Chapter 14


__ADS_3

Yovi mengangkat kardus yang lumayan besar ke mobil dengan susah payah. Sore itu tekadnya memang sudah bulat untuk mengembalikan barang-barang tersebut ke pemiliknya.


Dulu marsya juga pernah melakukan hal yang sama pada dirinya. Keputusan marsya yang mewarnai masa lalunya sudah tak membuat dirinya gusar lagi karena kini ia telah menemukan seseorang untuk disayangi.


Honda Jazz berhenti mulus didepan rumah megah marsya. Yovi mengeluarkan kardus dari mobil, lalu mengangkatnya ke pintu pagar rumah itu. Ia memencet bel cukup sekali.


Suara bel membuat ricko yang sedang berada dibalkon kamarnya di loteng menengok ke arah pagar. Ia melihat yovi.


Tak lama kemudian marsya muncul dan membuka pintu gerbang. Yovi dan marsya saling memberi salam.


Ricko melihat kakaknya menangis. Jarak antara balkon dan pagar yang lumayan jauh tak memungkinkan ricko mendengar isi pembicaraan mereka.


“kamu udah nemuin yang lain?” marsya sesengukkan.


“sepertinya begitu” kata yovi lembut, mematung didepan marsya.


“siapa?”


“tak penting siapa dia sya. Yang jelas, aku lelah nunggu kamu terus”


Yovi mengusap kepala marsya sekilas, lalu mengecup keningnya. Itu saja. Ia kembali pergi bersama Honda Jazz-nya.


Marsya masih meneteskan air mata diambang pintu. Keputusannya semakin ia sesali. Pasti aninda! pikir marsya marah sambil berjalan masuk kerumah.


Dari belakang, ricko meremas pundak marsya yang sudah berada diruang keluarga. “sabar ya kak”


Marsya memeluk ricko. Beruntung sekali ia memiliki adik sebaik ricko. 


*** 

__ADS_1


Yovi menyetir mobil tanpa arah. Matanya perih, seperih sakit didadanya yang kembali muncul setelah lama menghilang.


Kenangan bersama marsya membayangi kembali. Ia ingat suara tawa marsya dalam gendongannya, teriakan manja marsya ketika menyemprotkan air dikebun belakang rumahnya, kehangatan marsya sewaktu memeluk dirinya… semua kenangan indah itu terus melintas dipikirannya. Datang begitu saja…


“yov, aku pengen kita putus” kata marsya pada hari kenaikan mereka kekelas sebelas. Itu berarti mereka sudah setahun berpacaran.


Yovi menatap marsya lekat-lekat, tak percaya dengan indra pendengarannya. Ia merasa ,ereka tidak punya masalah serius.


“aku suka vigo yov. Satu tahun sekelas sama dia bikin rasa itu dating” jelas marsya lirih.


Yovi mengusap air mata marsya yang mengalir deras. Ia tahu marsya sedang tak berdaya sekarang, tapi kenapa mesti vigo?


“jangan sya”


Marsya menggeleng. “aku bakal tambah nyakitin kamu kalau hubungan kita terus berlanjut”


Akhirnya yovi ditinggal marsya. Jangan tanya betapa rasa sakit menerjang hati yovi, tapi ia berusaha tegar dihadapan semua orang dekatnya.


Sejak saat itu marsya tak pernah menyapanya lagi. Rasa pedih yovi tumbuh membesar setiap hari. Yovi terlalu mencintai marsya! 


 


*** 


Vigo begitu cemas ketika kembarannya pulang dalam keadaan mabuk. Ia langsung memapah yovi kekamar.


Dengan susah payah vigo membersihkan tubuh terbaring yovi yang bau alkohol.


“aku suka anin vig. Marsya pasti merasakan sakit yang sama seperti rasa sakitku dulu” yovi melantur.

__ADS_1


Tapi itu curahan terdalam dari hatinya dan vigo tahu kejujuran pernyataan kembarannya. “aku cinta aninda” tambah yovi mantap.


Vigo merasakan dadanya berdegup keras, kegetiran merayapinya. Ia tak ingin menyakiti kakaknya lagi.


Dulu ia pernah menyakitinya dan sekarang ia tak boleh mengulanginya. Tak boleh!


 


***


Satu minggu kemudian…


 


Suasana SMA Harapan Jaya sudah terasa heboh sejak sabtu pagi. Padahal tim basket mereka baru akan bertanding dilapangan pusat sore nanti.


Murid-murid siap dengan pernak-pernik dan perkakas perang seperti T-Shirt , bandana, bendera kecil, dan gendang mini untuk mendukung tim sekolah mereka.


______________________________________


Like


Komen


Vote❤😘


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


S.A.L™

__ADS_1


__ADS_2