
“Anin!” restiana datang bersama ricko.
“cantik banget kamu res!” seru aninda takjub.
Ricko melirik kearah vigo dengan ekspresi datar. Begitupun sebaliknya, vigo tak memperdulikan kehadiran ricko.
Semua yang hadir malam itu sangat menikmati acara pensi. Tawa dan kegembiraan memenuhi udara.
Apalagi pembawa acaranya konyol bukan main. Saat band tamu membawakan lagu ceria, semua berjoget ria. Ini pertama kali aninda menghadiri acara pensi, dan ia begitu takjub dengan kegilaan murid-murid sekolahnya.
“harap tenang dulu, teman-teman!” seru agus, si pembawa acara. Siswa kelas sebelas itu memang doyan melawak. “semua diam. Tarik napas kalian kuat-kuat!” Semua siswa, termasuk guru benar-benar mengikuti perintah agus.
Agus melanjutkan acara.
“inilah reality show kita malam ini! Pernyataan cinta dari seseorang yang sudah sangat kita kenal!”
Semua langsung antusias, penasaran siapa yang akan menyatakan cinta malam ini.
Suara agus membahana lagi. “saat orang ini tampil ke panggung, yang tepuk tangan wajib bayar sepuluh ribu kesaya!”
Semua tertawa dan semakin penasaran.
“kalau ternyata orangnya cowok, dan nyatain perasaannya ke aku dengan cara kayak gini pasti langsung ku terima!” canda restiana.
“soalnya pasti cowok itu punya keberanian tinggi nin.”
__ADS_1
Aninda terkikik pelan. “aku juga res. Gila! Didepan orang banyak gini pula!”
“nggak usah ngomong ngawur gitu nin!” kata vigo kasar sambil menjitak kepala aninda.
Aninda mengelus kepalanya yang kesakitan. “sakit tau!”
Aninda kaget saat semua orang bertepuk tangan sambil menatap ke panggung. Aninda kembali melihat ke arah panggung dan jantungnya berhenti berdetak. Yovi!
Cowok itu mengenakan kemeja putih dibalik jas hitam yang berpotongan bagus. Seikat mawar merah ada di genggamannya.
Agus kembali berbicara. “yang tadi tepuk tangan jangan lupa bayar loyalitinya ya. Termasuk Mrs. Purwanti, I can see you, Mam!” agus tersenyum lebar sambil mengedipkan mata pada Bu Purwanti yang tertawa lebar.
Semua yang tadi tepuk tangan tertawa, menyadari ketololan mereka.
“oke yov! Panggung ini milikmu sekarang!” kata agus sambil bergegas turun dari panggung.
“Good evening!!” jawaban serempak datang dari semua yang berada di depan panggung, kecuali aninda yang masih melongo.
Yovi tersenyum tenang.
“oke, malam ini saya memang mau menyatakan perasaan saya pada seseorang. Tepatnya seseorang yang sudah lama saya suka, tapi baru malam ini saya mendapatkan keberanian untuk menyatakan perasaan saya padanya. Saya menyukai semua hal yang ada dalam dirinya, entah kenapa saya sangat dan sangat menyayanginya.” Semua hening, tak sabar menunggu yovi menyebutkan nama ceweknya.
Yovi masih melanjutkan kata-katanya. “saya akan berjalan turun dari panggung. Yang mendapatkan mawar ini, dialah orangnya”
Yovi mulai menuruni tangga panggung. Semua yang hadir diam, menahan napas karena penasaran. Kepada siapa bunga itu akan berlabuh.
__ADS_1
Yovi berjalan pelan namun mantap, pandangannya lurus kedepan. Setiap orang menepi untuk memberinya jalan. Yovi berbelok.
Ketika mendekati aninda, gadis itu ikutan menepi, memberinya jalan. Namun yovi tak melewatinya. Ia berhenti tepat didepan aninda. semua orang terpaku, termasuk aninda.
Napas aninda memberat, kini semua mata memandangnya lekat. Gugup menerjang hingga tangannya bergetar.
“Aku?!” kata aninda tak percaya sewaktu yovi terus menatapnya.
Yovi mengangguk mantap, tatapannya tak lepas dari aninda.
Aninda salah tingkah hingga senyum konyolnya keluar begitu saja tanpa mampu dia tahan.
“Aku suka kamu nin, cinta kamu” yovi mengakui tanpa ragu. Matanya memancarkan ketulusan yang dalam.
Aninda gugup bukan kepalang. “Aku… Aku…”
Semua menantikan aninda bicara. Semua ingin tahu jawaban aninda.
______________________________________Like
Komen
Vote😘❤
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
S.A.L™