Cinta Dan Dusta

Cinta Dan Dusta
Chapter 43


__ADS_3

Semua penasaran dengan babak semifinal ini. Cuaca yang mendung justru menjadi magnet bagi cewek-cewek untuk menonton pertandingan. Setidaknya mereka tak perlu takut menjadi hitam atau kepanasan. 


Priiit!


Pertandingan dimulai. Sekejap saja bola berhasil dikuasai kelas vigo. Dan menit-menit selanjutnya permainan lebih banyak terjadi di daerah kelas aninda karena serangan bertubi-tubi pihak lawan. Entah berapa kali jaring kelas aninda bergetar. 


Aninda gemes sendiri melihat teman-teman sekelasnya yang mati angin di lapangan. Mereka seperti takut memegang bola, apalagi merebutnya. Tak heran bila bola selalu saja dikuasai kelas vigo. Ups, bahkan lihatlah! Dengan mudahnya vigo melakukan tembakan three point. Cewekcewek dari segala penjuru kelas langsung bersorak heboh memuji penampilan vigo yang memang superkeren. Hampir semua kelas mendukung kelas vigo. 


"Ayo, jangan mau kalah sama makhluk mars!" Teriak aninda berang. 


Mendengar teriakan aninda, vigo jadi lebih ganas lagi. Dengan tenang ia merebut bola dan berhasil melakukan three point lagi. 


Aninda makin kesal.


Vigo berpaling dan kemudian mengedipkan sebelah matanya pada aninda. Skor akhir pertandingan 41-6. Kelas aninda benar-benar dibantai. 


"Aduh! Kalian mainnya gimana sih? Kemarin pas latihan bagus, kok sekarang jadi melempem gini!" Cerocos rizka kesal sambil melangkah bersama-sama para pemain kekelas. 


Jangan ditanya betapa sewotnya aninda. Ia masih berada dilapangan, sengaja menunggu vigo yang sedang berjalan kearahnya. Begitu jarak mereka sudah dekat, aninda memelototi vigo. Cowok itu tersenyum angkuh. 


Belum sempat aninda mengomeli vigo, guru olahraga memanggil vigo. "Kamu dipanggil kepala sekolah"


Vigo berjalan lurus mengikuti guru olahraga tanpa sempat menyapa aninda. 


"Ninda!" Panggil restiana setelah kepergian vigo. "Kamu masih disini rupanya. Ada temen sekelas umar yang nyariin kamu. Dia nunggu didepan kelas kita"

__ADS_1


Tanpa ba-bi-bu aninda berlari menuju kelasnya. Seorang cewek yang tak asing lagi dimata aninda terlihat sedang menunggu dirinya. Cewek itulah yang pernah mengatakan umar amnesia. 


"Hai nin, aku cuma mau ngasih alamat umar padamu. Dia sakit" kata cewek itu sambil menyodorkan potongan kertas yang berisi alamat umar. 


"Umar yang nyuruh kamu?" Tanya aninda bingung. 


Restiana yang berdiri disamping aninda juga tak kalah bingungnya. 


Cewek itu mengangguk. Kemudian ia langsung pergi tanpa memperkenalkan dirinya. 


Aninda berdiri mematung. Semoga jalan takdirku segera terungkap, batinnya senang. 


 


***


Seorang nenek yang sudah sangat tua membukakan pintu. 


"Permisi nek, saya aninda, temen sekolah umar. Bisa saya ketemu umar?" Sapa aninda halus.


"Umar baru saja tidur. Besok saja ya" nenek itu sepertinya tak suka ada yang mengganggu umar.  "Oh... Tolong beritahu umar, aninda mencarinya ya nek"


 


***

__ADS_1


Hp aninda berbunyi keras. Aninda yang sedang menonton TV segera mengangkatnya begitu membaca nama "Yovi" dilayarnya. 


"Vigo disitu?" Terdengar nada panik yovi. 


"Nggak. Kenapa yov? Kok panik banget?"


"Dia dituduh ngancurin piala karate nin! Tadi dia dipanggil kepala sekolah. Dan sampe saat ini belum pulang. Udah kucari kemana-mana, tapi nggak ada" jelas yovi terburu-buru. 


"Kok bisa?" Seru aninda terkejut. 


"Salah satu piala yang ada di ruang karate ilang. Terus ditemuin diruang basket dalam kondisi rusak. Katanya, ada anak yang ngaku lihat vigo yang ngelakuin"


"Siapa anaknya?"


______________________________________


Like


Komen


Vote😘❤


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


S.A.L™

__ADS_1


__ADS_2