Cinta Dan Dusta

Cinta Dan Dusta
Epilog


__ADS_3

"Aih, yasmin, kamu cantik banget!" Puji marsya sewaktu menyalami yasmin.Ā 


"Duh, makasih. Kamu dan aninda juga cantik malam ini!" Balas yasmin sungguh-sungguh.Ā 


"Selamat ya yas!" Ujar aninda saat gilirannya bersalaman.Ā 


"Okay my baby, muka kamu kok kurang senyum ya?" Cibir yasmin menggoda mantan teman sebangkunya itu.Ā 


"Ye, perasaan kamu doang tuh!" Aninda mengerucutkan bibirnya. Ia tak bisa lama-lama mengobrol dengan yasmin karena tamu yang lain sudah mengantre di belakangnya. Gilirannya menyalami satriya. "Selamet ya sat"


Satriya mengangguk. "Nin?"


"Apa?"


"Jemput pangeranmu di bawah pohon cinta kalian".


šŸšŸšŸ


Aninda membuka matanya sambil merasakan semilir angin yang sedari tadi membuainya. Dengan kaki gemetar ia melangkah mendekati pohon besar itu. Samar-samar ia melihat sosok pangeran kecilnya berdiri tegap di naungi pohon itu. Air matanya mengalir tanpa bisa di cegah. Air mata kerinduan yang begitu lama terbendung dilubuk hatinya yang terdalam.Ā 


Aninda mengubah langkah kecilnya menjadi setengah berlari hingga bisa melihat pangeran kecilnya dengan jelas. Jarak mereka sudah sangat dekat sekarang, tapi aninda memilih untuk berhenti. Air mata memenuhi kedua pipi, napasnya memburu.Ā 


Tatapannya tak pernah lepas dari pangeran kecilnya.Ā 


Entah apa yang akan aninda lakukan. Perasaan senang membanjiri batinnya. Tapi perasaan marah dan kecewa juga datang silih berganti. Ingin sekali ia menampar pangerannya, memarahinya habis-habisan karena bersikap pengecut. Namun, rindu yang membuncah membuat dia ingin memeluknya. Dilema membuat tangisnya semakin deras.Ā 


Vigo berjalan mendekati aninda pelan-pelan. Malam ini ia sungguh tampan dalam balutan jas hitam.Ā 


Aninda mundur beberapa langkah, takut dengan perasaannya yang kacau. Dengan sigap vigo menarik tubuh aninda ke dalam pelukan hangatnya.Ā 


Aninda tersedu.Ā 


Vigo hanya diam sambil mengelus kepala aninda. "Kenapa menangis?" Bisik vigo lembut.Ā 


Aninda memukul pelan dada vigo yang bidang. "Kamu tega! Jahat!"


Vigo tersenyum. "Maafin aku, putri kecilku, aku nggak bakal ninggalin kamu lagi"


Aninda masih terisak. Vigo menuntunnya untuk bersandar di bawah pohon rindang yang disoroti lampu itu. Vigo merogoh kantong celananya, dan mengambil sesuatu yang kemudian ia pasangkan di leher aninda. Sebuah kalung emas dengan bandul berlian mungil yaang indah. Inilah salah satu janji mereka dulu.Ā 


Aninda memandangi wajah vigo lekat-lekat. Dengan lembut vigo mencium keningnya. Aninda memeluk vigo lagi, tak ingin melepaskannya untuk yang kedua kalinya.Ā 

__ADS_1


"Kamu mau jadi cewekku lagi?" Tanya vigo.Ā 


Aninda mengangguk. "Kita belum pernah putus. Dan aku mau jadi cewekmu yang sekarang" Kemudian vigo mengaku bahwa ia memang sengaja menyuruh yovi mengatakan bahwa dirinya takkan kembali, menyuruh marsya untuk mempersiapkan pesta. Semua kejadian beruntun yang membuat aninda bingung. Yang pasti, vigo masih akan sekolah di SMA Harapan Jaya. Tampaknya kehidupan aninda akan menjadi indah. Ia telah menemukan pangeran kecilnya. Aninda tersenyum puas pada bulan temaram.Ā 


"Aku cinta kamu, Aninda Chandraningsih" bisik vigo lembut dengan sepenuh hati.Ā 


°


°


°


°


°


°


°


The End


āˆžāˆžāˆžāˆžāˆžāˆžāˆžāˆžāˆžāˆžāˆžāˆžāˆžāˆžāˆžāˆžāˆž


Best Lover


**Queenza mengajak pergi ke menara itu untuk mengikat janji. menurutnya sangat romantis, tapi bagi Brayan terkesan terlalu dramatis.


"Brayan." kata Queenza


"Ya?"


"Kamu ini..."


"Kenapa?" kata Brayan ke Queenza


"Kamu ngerti gak sih"


"Yah"


"Yah, bagaimana sih?" kata Queenza.yang mulai kesal

__ADS_1


"Kasih tauh gimana caranya mengikat janji di sana?" kata Brayan sambil menunjuk ke arah menara Eiffel


"Bener kamu gak tau!"


"Bener"


"Yah kamu payah!" kata Queenz


"Gimana caranya?" tanya Brayan


"Males jelasinya!"


"Kok males?"


"Yah kamu ini pura-pura **** atau gimana?" kata Queenza yang sudah kesal


"Gak tau Queenza"


Hening


"Mau undang penghulu ke sana?" tanya Brayan bingung


Queenza merengut memandangnya. mungkin dalam pikiranya, ini cowok bener-bener tidak romantis. Tidak bisa sedikit saja menyenangkan kekasih nya


"Jelasin detailnya Queenza!"


"Kamu susah ah!"


"Nggak tahu bener"


"Yah nggak pakai penghulu, Sayang..." cetus Queenza dengan kesal, seperti menejelaskan kepada anak kecil.


"Lantas?''


"Gitu aja nggak ngerti sih?"


"Jadi bukan nikah siri, begitu?" tanya Brayan dengan bingung


"Itu nikah beneran aja sekalian di indonesia!" gerutu Queenza


"Trus?!" tanya Brayan

__ADS_1


"Kita... mengikat janji di hadapan seluruh dunia, lewat youtube," kata Queenza dengan kesal.


Brayan membelalakkan mata**.


__ADS_2