
Merli mendengus kesal. “cewek kecentilan!”
Pikiran aninda langsung melompong. Ia sungguh tak paham situasi yang sedang dihadapinya.
Keringat dingin meleleh dari dahinya. Itu pertama kalinya ia dilabrak kakak kelas. Aninda ketakutan. Ia tak seperti biasanya yang berani melawan.
Nasib malang yasmin masih membuat aninda down.
“nin, aku cuman minta kamu jauhin yovi” kata marsya lalu mengajak kedua temannya meninggalkan aninda yang masih tersungkur dilantai.
Aninda masih belum bergerak. Kaget. Akhirnya ia tahu makna tatapan dingin marsya selama ini bisa berpapasan dengannya. Ia paham kenapa marsya selalu buang muka bila tak sengaja melihat ia bersama yovi.
Apakah marsya sudah menghubungi yovi hingga cowok itu sekarang menjauhi aninda?
***
Ricko yang sedang berlatih karate sempat kaget mendengar suara “gedebum” dari toilet. Ia terdiam sesaat, kemudian memutuskan untuk mengeceknya. Restiana membuntutinya.
Butuh sekian menit untuk melintasi ruang latihan karate yang luas.
Ricko berkerenyit saat dari kejauhan terlihat kakaknya berjalan bersama kedua temannya.
Pasti mereka dari toilet karena tak ada ruang lain di dekat situ. Apa barusan mereka tidak mendengar suara keras? pikir cowok itu bingung.
Terdorong rasa ingin tahu, ia melanjutkan langkahnya memasuki toilet cewek.
“anin!” teriak ricko kaget begitu mendapati aninda tersungkur dilantai. Ia segera membantu aninda berdiri.
Restiana juga terkejut.
“ya ampun! Nin kamu kenapa?” Aninda menggeleng pucat, tatapan matanya kosong.
Ricko dan restiana memapah aninda ke UKS. Disana ada petugas yang selalu siap mengurus murid-murid yang tiba-tiba sakit atau butuh bantuan yang berkaitan dengan kesehatan.
“kamu istirahat disini dulu ya nin. Kami harus kembali ke kelas.” Ricko menyentuh lembut tangan aninda yang kini terbaring diranjang UKS. Ia memandangi cewek itu dengan perasaan iba. Lalu ia mengajak restiana kembali ke kelas.
__ADS_1
“res, jangan lupa memberitahukan guru soal aninda yang perlu berisitirahat sebentar” ricko mengingatkan restiana saat mereka harus berpisah menuju kelas masing-masing.
Restiana mengangguk.
***
Dikelas ricko sulit berkonsentrasi. Rasa gusarnya pada marsya timbul lagi.
Dia berencana menegur dan mengingatkan marsya soal kelakuannya yang sudah kelewat batas.
Tak seorang pun boleh menyakiti orang yang dicintainya. Dulu aninda yang selalu melindunginya, sekarang gilirannya.
***
“apa? Si nenek sihir habis ngelabrak kamu?” yasmin berteriak dikamarnya, matanya berkilat menatap aninda.
“ya dan aku baru tahu ternyata ricko adik marsya” jawab aninda lemas.
Aninda tertawa terpingkal-pingkal.
“aku juga baru tahu suamiku ternyata teman curhat vigo”
Aninda melongo. “tahu dari mana?”
“kemarin waktu vigo kesini nin. Mukanya frustasi banget.”
“kenapa dia yas?” aninda berubah gelisah.
“ceile… mulai perhatian nih” ledek yasmin.
“iiiih… apaan! Maksudku kan kalau dia susah aku senang yas”
“cie cie… muka kamu merah tuh nin”
__ADS_1
Aninda tersenyum kecut pada yasmin.
Yasmin menjawil pipi aninda.
” aku belum sempet tanya sama satriya, coba ntar malem ya”
“nggak penting kok yas. Lagian buat apa. Cowok sengak kayak dia kok digubris” aninda memasang wajah cemberut.
***
Pada saat yang sama, di tempat berbeda…
Ricko menghampiri marsya d
ikamar dengan amarah meluap-luap. “aku nggak mau kakak nyakitin dia!”
“aku nggak nyakitin dia rick. Aku ngingetin aja”
“nggak boleh ada yang nyakitin dia. Inget itu kak!” seru ricko sambil berbalik kearah pintu.
“buat apasih rick, ngarepin cewek yang bahkan nggak bersimpati padamu?” marsya berteriak keras ketika ricko berada diambang pintu.
Ricko berhenti sejenak tanpa menoleh. “harusnya pertanyaan itu juga buat kakak”
______________________________________
Like
Komen
Vote❤😘
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
S.A.L™