
***
Satu minggu telah berlalu...
Kabar aninda berpacaran dengan yovi menyebar luas disekolah. Kini semua orang tahu mereka resmi menjadi sepasang kekasih. Aninda sampai gerah karena hampir semua orang membicarakan dirinya. Kebanyakan diri mereka cenderung membicarakan sisi negatifnya. Seperti, betapa beruntungnya gadis ***** itu mendapatkan pangeran sekolah, sampai-sampai ada rumor aninda memakai pelet untuk menggaet yovi.
"Omongan mereka nggak usah digubris nin" kata yovi lembut ketika sedang duduk berdua dikursi yang berada dikoridor usai jam sekolah.
Aninda memutar kedua bola matanya kesal. "Iya. Tapi kadang keterlaluan"
"Jangan terlalu dipusingin dong. Minggu depan ulangan umum semester dan kamu mesti belajar serius"
"Aduh, belum siap buat ulangan umum nih!" Aninda menggaruk rambutnya.
"Yuk belajar!" Yovi menarik lembut tangan aninda.
***
Rupanya yovi mengajak aninda belajar dirumahnya. Aninda masih saja terkagum-kagum dengan kemegahan rumah pacarnya. Sudah lama ia tak berkunjung, jadi maklum kalau ia masih saja melongo memandangi tatanan rumah mewah itu.
Aninda duduk lesehan dikarpet ruang keluarga, menunggu yovi ganti baju. Ia melepas tas punggungnya, lalu mengeluarkan lembar latihan tes semester yang baru saja dibagikan guru. Aninda membaca beberapa soal yang sama sekali tak ia pahami. Beberapa kali dahinya berkerut dan bibirnya mengerucut.
"Baca apaan nin?" Suara wanita yang tak dikenal aninda membuyarkan konsentrasi gadis itu. Ia menoleh, mencari sumber suara yang ternyata berasal dari dapur. Wanita itu membawa minuman dinampan.
__ADS_1
Sesaat aninda bingung. Biasanya mbok tiyem yang membawakan minuman. Kok sekarang waninta cantik ini?
"Kok bengong? Mari, minum dulu. Haus kan pulang sekolah" wanita itu tersenyum lebar sambil duduk disofa empuk.
"Wah, tumben mama membuatkan minuman" vigo muncul dari kamar. Wajahnya sudah pulih kembali.
Oh, ini mama si kembar! Batin aninda. Buru-buru dengan senyum konyolnya dia memberi salam, "selamat siang, tante"
Wanita cantik itu terkekeh melihat kekikukan aninda. "Siang nin"
Aninda bersalaman dengan Tante Lira, ibu kekasihnya. Kali ini ia tersenyum manis.
"Mau kemana vig?" Tanya mama heran karena vigo mengenakan jaket.
"Apa peduli mama?" Jawab vigo ketus sambil berjalan keluar tanpa pamit.
Menghadapi situasi yang tak terduga itu, aninda bingung harus berkata apa. "Mungkin dia lagi ada masalah tante"
Tante Lira tersenyum. "Nggak nin. Vigo bersikap seperti itu juga salah tante"
"Udahlah ma, vigo emang gitu kok" yovi muncul dari kamarnya. Ia mengambil minuman dimeja, lalu memilih duduk disamping aninda. Tangannya meraih salah satu lembar soal.
"Ya sudah, tante tinggal dulu ya nin. Kalian belajar yang rajin" tante lira beranjak kedalam.
Aninda tersenyum mengiyakan, ia masih sedikit kikuk. Tante lira cantiknya bukan main, pantas saja anaknya ganteng semua. Apalagi kata teman-teman aninda, si ayah keturunan bule. Lengkap sudah bibit keren keluar tersebut.
__ADS_1
***
Ulangan umum semester tiba...
Sepanjang koridor SMA Harapan Jaya dipenuhi kumpulan wajah-wajah tegang. Siswa dan siswinya sibuk dengan buku catatan mereka. Tes pertama adalah matematika.
Aninda menggaruk-garuk kepalanya, otaknya hampir meledak melihat rumus-rumus trigonometri dari catatan. Restiana yang duduk disebelahnya masih serius menghafal.
"Bro, jangan lupa kirimin jawaban ya!" Teriak cowok gendut yang berjalan didepan aninda.
Cowok gendut itu rupanya berteriak pada yovi yang berpapasan dengannya. Ia menepuk pundak yovi dengan ekspresi girang.
Yovi tersenyum kalem sambil mengacungkan jempol. Ia mendekati aninda, kemudian berjongkok didepannya. Teman-teman aninda yang melihatnya cengegesan penuh iri.
"Gimana? Udah siap?" Tanya yovi menatap mata aninda yang menyiratkan kegugupan.
______________________________________
Like
Komen
Vote❤😘
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
S.A.L™