
Adegan itu begitu cepat, Farada yang tadinya terdiam karena tertegun oleh sikap Molan, tersadar. Ia memukul bahu Molan yang tangannya masih menempel dipundaknya, lalu mendorong tubuh pria itu dengan keras. "Jangan kurang ajar dong, saya tahu kamu anak pemilik hotel ini tapi jang...huufftt", ucapan Farada terhenti, mulutnya dibekap Molan dengan tangan, "sstt..diam, tolong kerja samanya".
Dari arah lain agak jauh dari tempat mereka berada, kembali Donna terlihat berjalan seperti orang marah, Ia mencari Molan yang sengaja menghindarinya diam - diam pergi dari arena pesta.
Sedangkan Molan, Ia kemudian menarik tangan Farada untuk mengikutinya dengan perlahan ke arah pintu luar, "ikut denganku sebentar, jangan berisik!", katanya sambil berbisik di telinga Farada. Dan, entah mengapa pula, Farada bertingkah seperti kerbau yang di cucuk hidungnya, malah membiarkan tangannya ditarik, mengikuti langkah Molan meninggal ruangan itu, dan ikut berjingkrak agar tak kedengaran oleh Donna.
"Lepasin !..", Farada berontak menghentakkan tangannya yang masih di tarik oleh Molan, tapi pria itu tetap menggenggam tangannya, "mau kemana sih !", Farada sedikit berteriak. Mereka sudah berada di luar area hotel dan menuju sebuah stasiun gondola. Molan tetap diam, ketika sampai di tempat pembelian tiket lori (gondola) baru buka suara, "temani aku jalan - jalan naik ini", katanya sambil menunjuk gondola yang berhenti di depan mereka. Tak ada lagi kesempatan Farada untuk menolak atau kabur dari pria di sampingnya ini sekarang, gondola sudah membawa mereka pergi dari situ.
Molan menarik nafas lega, Ia mengusap dadanya, Ia terbebas dari kungkungan Donna yang tadi berusaha mengajaknya berdansa, dan berusaha menciumnya, agresif karena sedikit pengaruh wine yang diminum gadis itu.
Farada hanya menunduk dengan muka di tekuk, wajah cemberut karena kesal tak bisa menolak ajakan Molan. Andai tadi dia tak berhenti dan langsung menuju kamar, mungkin sekarang ini dia sudah berendam dalam air hangat, pikirnya...atau sudah berbaring di tempat tidur. Huh !..gumamnya perlahan sambil membuang nafas dengan kasar.
Tingkahnya tak luput dari perhatian Molan yang duduk di sebelahnya, pria itu senyum - senyum, dia tahu pasti gadis ini kesal karena ulahnya. "Kamu lagi kesal ya?", tanya Molan tanpa dosa.
"Pake nanya, tuan jangan seperti ini, harusnya tadi itu saya sudah di kamar, saya mau mandi air hangat, mau tidur", gerutu Farada dengan muka sinis, tepatnya cemberut.
"Jangan panggil tuan dong, panggil Molan, itu nama saya".
Farada hanya diam dengan wajah menekuk wajah menunduk kebawah, Ia tak menanggapi pertanyaan Molan. "Oh ya, kamu gadis yang siang tadi melempar muka saya pake bola salju kan?", sambung Molan kemudian sambil menyenggol bahu Farada dengan ujung jarinya.
"Ishh, jangan pake sentuhan kenapa sih!", Farada menengok ke arah Molan sebentar dengan sinis. Sejenak kembali menatap ke depan. Farada baru sadar, hamparan pemandangan dari atas gondola ternyata sangat indah, suasana kembang api dan suara petasan bersahutan menghiasi langit. Waahh..indahnya gumamnya perlahan tapi masih bisa di dengar oleh Molan. Tanpa sadar, wajah gadis itu seketika berubah ceria, Ia senyum-senyum sendiri. Maklum, seumur - umur baru kali ini bisa melihat festival pesta kembang api yang begitu meriah, dan itu Ia saksikan di negeri orang. Terlihat norak memang, tapi Farada pikir ah kapan lagi gue kesini? batinnya, sambil kepalanya disandarkan ke kaca gondola.
Molan perhatikan dengan intens wajah Farada dari samping. Cantik natural ! pikirnya, tanpa polesan make up berlebih, terkesan cuek. Pria ini jadi ikut - ikutan senyum - senyum sendiri seperti Farada walau dengan objek pandangan yang berbeda.
"Tuh lihat sebelah sana, wow !..", Farada menunjuk ke arah samping kanannya, percikan kembang api membumbung tinggi di udara dengan bentuk seperti cendawan besar warna-warni, "bagus kan?", ujarnya menambahkan sambil menepuk tangan Molan. Tetapi selanjutnya dia tersadar siapa yang dia ajak bicara. Mukanya memerah karna malu telah berani menyentuh tangan pria yang belum di kenalnya itu. "Maaf...", katanya kemudian, menunduk kesamping.
"Iya, indahnya...", jawab Molan pendek, tapi pandangannya tak mengarah ke arah yang di tunjuk Farada, tapi menatap lembut ke wajah gadis yang di sampingnya itu, "tapi...masih kalah indah oleh gadis yang disamping saya ini".
"Dihh...!", Farada mencibir, Ia tahu kemana arah omongan pria itu. Tapi tetap saja dadanya berdesir. Buaya mulai mainkan peranannya gumam Farada pelan.
"Kamu ngomongin saya?", Molan menautkan alisnya. "Ehh...nggak, ge-er amat!", sahut Farada cepat, Ia melengos.
Molan kembali tersenyum penuh arti, ucapan Farada tadi cukup terdengar di telinganya.
__ADS_1
"Ngomong - ngomong, nama kamu siapa sih?".
Farada tak menghiraukan pertanyaan Molan, Ia pura - pura nggak dengar, Ia menopang dagunya dengan tangan melihat ke kiri.
"Yaudah, kalo nggak mau ngasih tau, ntar saya juga pasti tau", Molan pun menarik nafas perlahan, pria ini pun juga mengalihkan pandangannya, ke arah kanan.
Tak ada percakapan selanjutnya yang terjadi, masing - masing sibuk dengan pikirannya.
***
Ketika Farada akan membuka pintu kamarnya, tiba - tiba Tissa setengah berlari dari lift menghampiri, "Kamu dari mana Fara?, aku sampai muterin gedung nyari kamu, nggak ada?", katanya kemudian.
"Oh..ituu..,tadi aku keluar sebentar liat - liat pesta kembang api", jawabnya sambil berpikir.
"Sama siapa?...", selidik Tissa heran sambil menjeda kalimatnya, "Soalnya kamu itu kan tanggung jawab aku selama disini, nah tadi setelah kejadian kamu ceburin itu bule, kamu menghilang aja, aku cari - cari nggak ketemu".
Tissa mengikuti langkah Farada masuk kamar.
"Mmmh...", ucap Farada ragu, duh perlu dikasih tau nggak yah? ntar disangka macem - macem lagi, batinnya bermonolog.
"Itu...gimana yah ngomongnya, soalnya tadi waktu aku putuskan kembali aja ke kamar ini, tiba - tiba itu cowok...siapa namanya anak yang punya hotel ini?".
"Kamu pergi sama tuan Molan?, serius..?", sambung Tissa cepat, mata mendelik, Ia membuka tutup mulutnya, "kok bisa...? waahhh", imbuhnya menambahkan.
"Denger dulu Tissa, pokoknya tadi itu nggak sengaja, tiba - tiba tangan aku di tarik pergi oleh si Molan itu, dia lagi menghindari ceweknya", Farada menjeda sebentar, Ia membuka sepatu heels nya dan membiarkan tergeletak sembarangan di lantai, "trus dia berlagak seolah kita orang lagi pacaran agar ceweknya itu tak menyangka itu si Molan, pacarnya. Karena dia memunggungi cewek itu, cahaya lampu nggak begitu terang disitu, yaa jadinya jalan - jalan deh naik gondola liat pesta kembang api", kata Farada menjelaskan.
Tissa kembali melongo, "ya ampun, hati - hati loh sama tuan Molan itu?, dia selengek-an orangnya".
"Iya, aku tau...tapi tadi dia nggak macem - macem kok!", ujar Farada santai, Ia tak menceritakan bahwa Molan mendorongnya ke tembok dan bibir mereka begitu dekat hampir di rampas oleh Molan karena aksi pura - pura nya tadi.
"O yaudah, kamu istirahat dulu deh kalo gitu, aku juga mau tidur, besok kita masih ada jadwal, semangat !", Tissa kemudian mengepalkan tangannya ke atas.
Sementara itu di tempat lain...
__ADS_1
Molan telah kembali ke arena pesta dari aksi menculik Farada, disitu hanya tinggal beberapa temannya yang masih betah, tentunya dengan alkohol. Donna sudah tak terlihat disitu, Ia sudah kembali ke kamarnya. "Hai bro, tadi kemana aja?, Donna sampai marah - marah loh disini", sapa salah satu temannya. "Udah biarin aja...", jawab Molan datar, dan menerima sodoran botol alkohol.
Molan bukan tipe peminum alkohol, tapi Ia tak menolak jika di acara party seperti ini. Ia pun menenggak minuman yang di sodori temannya tersebut sambil di iringi tepuk tangan memberi semangat pada Molan.
Satu jam lamanya mereka berpesta, sampai akhirnya Molan pamit untuk kembali ke kamarnya. Kepalanya terasa berat akibat mulai pengaruh minuman keras. Beberapa temannya menawarkan diri untuk mengantarkannya, tapi Ia menolak. Tommy, sahabat yang tadinya ingin dimintai tolong entah kemana, mungkin sudah kembali ke kamar pikirnya.
Molan melangkah agak sempoyongan ketika memasuki lift, pengaruh alkohol makin terasa, pandangannya mulai nanar, dia menekan nomor lantai sembarangan saja, pikirannya mulai tak sinkron. Beberapa saat kemudian pintu lift terbuka, Molan melangkah dengan terhuyung - huyung, Ia merasa tak kuat lagi.
Di kamar Farada...
Farada tengah bersiap untuk tidur, Ia hampir selesai membersihkan mukanya dengan oil cleanser. Tiba - tiba pintu kamarnya ada yang mengetuk agak keras. "Siapa sih?...", ucapnya pelan sambil melirik jam, sudah malam. Ia belum beranjak dari meja rias, mungkin Tissa kali ya ? tapi ngapain juga malam - malam gini, kan katanya mau tidur?
Tok..tok..tokk!
Gedoran pintu makin keras. Farada jadi tersentak, "Iya sebentar..siapa sih?", Farada buru - buru buka pintu tanpa melihat dulu dari lubang kaca kecil.
"Heii..!", teriak Farada kaget, badannya terdorong ke belakang karena seseorang menerobos masuk kamarnya, Ia langsung menutup hidungnya karena aroma alkohol begitu menyengat dari tubuh pria tersebut.
Si pria itu tanpa basa basi langsung menuju kamar dan menghempaskan tubuhnya ke spring bed.
Farada awalnya tertegun, " Molan !!", teriaknya setelah tahu siapa orang yang menerobos dan langsung mengejar ke kamar berusaha menarik baju Molan dari belakang, tetapi Ia ikut jatuh mengikuti Molan yang menghempaskan tubuhnya. Alhasil, Farada terjerembab ikut jatuh ke kasur dengan sebelah tangannya menimpa punggung pria itu. "Molan!!", teriaknya lebih kencang, tak ada lagi embel - embel sungkan. "Pergi dari sini, ngapain kamu hah!", ujar Farada sambil memukul punggung Molan.
Tetapi,
Molan tetap memicingkan matanya, dan tak lama kemudian terdengar dengkuran halus, Ia langsung tertidur di bawah pengaruh alkohol.
Farada yang berjongkok di samping Molan geram, "Arrrggghhh...!", teriaknya mengepalkan tangan ingin memukul kembali, tapi tak jadi. Ia tak tahu harus berbuat apa. Pria di depannya ini seperti orang pingsan. Bau alkohol membuat perutnya mual, Ia akhirnya keluar kamar sambil menghentak - hentakan kakinya kesal menuju sofa, tak lupa mengunci pintu kamar tersebut dari luar.
Kira - kira dua puluh menit kemudian, Ia pun akhirnya tertidur di atas sofa.
-
-
__ADS_1
Lanjut...