
Joanna pov
Haii.. Namaku Joanna Alexandra, teman-temanku biasa memanggilku Jojo atau Anna. Beberapa bulan lagi aku tepat berusia 25 tahun. Aku hidup sebatang kara setelah tragedi kecelakaan maut yang merenggut nyawa papi dan mamiku. Aku sempat down saat kehilangan mereka, duniaku serasa seperti runtuh saat itu juga. Namun aku bersyukur ada Felli dan Stevi, kedua sahabat terbaikku yang selalu ada disisiku untuk menguatkanku.
Aku adalah lulusan terbaik di universitas terkenal di kotaku. Saat ini pun aku juga bekerja sebagai staf divisi keuangan di sebuah perusahaan besar. Dan puji Tuhan, gajiku lumayan banyak dan cukup untuk aku tabung dan untuk aku hidup sebulan. Aku bukan tipe wanita yang suka foya-foya ataupun memakai maupun membeli barang branded.
Joanna pov end
Author pov
Joanna memiliki tubuh yang ramping dan proporsional, dia memiliki wajah yang mungil, mata sipit dengan bulu mata lentik, hidung mancung serta bibir mungil kemerahan seperti cerry.
Dia tipe gadis yang periang, ceria, humoris, dan mudah bergaul dengan sekitarnya.
"Jo, lu bener gapapa kita tinggal sendiri?" tanya Stevi merasa tak enak untuk meninggalkan Joanna sendirian setelah beberapa hari menemani Joanna dirumahnya.
"Iya, gue gapapa. Kalian tenan dan santai aja lagi. Lagian besok gue juga udah mulai kerja lagi kok" jawab Joanna dengan senyum teduhnya.
"Ya udah kalo gitu kita pulang dulu ya, kalo ada apa-apa lu cepet telpon kita" sahut Felli yang juga merasa tak tega untuk meninggalkan Joanna.
Setelah kedua sahabatnya pamit pulang, Joanna segera masuk ke dalam rumah dan tak lupa mengunci pintunya. Dia meyakinkan dirinya bahwa dia harus bisa melewati semuanya, dia meyakinkan dirinya bahwa akan ada pelangi setelah hujan.
"Mi, makasih udah ajarin Joanna banyak hal. Makasih sudah mengajarkan Joanna untuk mandiri. Pi, Joanna juga makasih sama papi karena papi udah ngajarin Joanna disiplin dan harus berusaha lebih dulu untuk mendapatkan apa yang Joanna ingini. Makasih pi, mi atas semua kasih sayang dan perjuangan kalian semasa hidup untuk Joanna. Joanna bangga jadi anak kalian pi, mi" monolog Joanna sambil memegang dan mengelus gambar dalam foto yang ia pegang sambil sesekali mengusap air matanya.
Setelah puas bermonolog dengan foto papi dan maminya, Joanna meraih ponselnya yang beberapa hari tak ia sentuh sama sekali. Saat dia membuka aplikasi wa, Joanna merasa terkejut karena ada banyak pesan yang masuk ke ponselnya.
"Ehh busyet, ini orang seperusahaan wa gue apa. Banyak banget ini wa masuk, udah kaya mahasiswa demo aja banyaknya" beo Joanna sambil menscroll pesan wa nya ke bawah.
"Bisa-bisa seharian gue gak cebok kalo ngladenin ini wa" kata Joanna lagi sambil keluar dari aplikasi wa dan membuka aplikasi musiknya. Dia membuka aplikasi musiknya, dia mensetel musiknya secara acak.
Saat ku sendiri kulihat photo dan video
Bersamamu yang tlah lama kusimpan
__ADS_1
Hancur hati ini melihat semua gambar diri
Yang tak bisa ku ulang kembali
Kuingin saat ini engkau ada di disini
Tertawa bersamaku seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar Tuhan tolong kabulkanlah
Bukannya diri ini tak terima kenyataan
Hati Ini hanya rindu
Segala cara telah kucoba
Agar aku bisa tanpa dirimu oh
Namun semua berbeda
Kuingin saat ini engkau ada di disini
Tertawa bersamaku seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar Tuhan tolong kabulkanlah
Bukannya diri ini tak terima kenyataan
Hati Ini hanya rindu oh
Hanya rindu
Kuingin saat ini engkau ada di disini
__ADS_1
Tertawa bersamaku seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar Tuhan tolong kabulkanlah
Bukannya diri ini tak terima kenyataan
Oh bukannya diri ini tak terima kenyataan
Hati Ini hanya rindu oh
Hati Ini hanya rindu hm
Kurindu senyummu Ibu
*Andmesh _ Hanya Rindu
"Yaelah pas banget sama suasana hati gue" keluh Joanna saat mendengar lagu dari Andmesh tersebut.
"Mi, pi, kuatkan Joanna ya... Selalu lindungi Joanna dari sorga ya mi, pi. Kalo Joanna rindu kalian, Joanna harap kalian mau datang dan peluk Joanna meskipun cuma di mimpi" air mata Joanna kembali menetes saat bermonlog sendiri tentang orang tuanya.
Setelah mengusap air matanya, Joanna beranjak ke ksmar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi dia langsung menuju dapur untuk membuat makanan untuknya karna cacing di perut mulai berdemo ria sambil dangdutan. Dia membuka kulkasnya dan tak menemukan apapun kecuali air putih dalam botol, cokelat kesukaannya dan juga telur.
"Beuhhh apes banget dah, udah sekarang hidup sendirian, stok bahan makanan di kulkas habis juga. Terpaksa deh gue makan soto dalam bentukan mie. Haaahhh...." gerutu Joanna sambil menghela nafas panjang.
Meskipun baru ditinggal kedua orang tuanya, bukan berarti Joanna tak sedih, namun dia berusaha untuk menata hatinya, berusaha untuk terlihat baik-baik saja meskipun sebenarnya dia rapuh dan sangat terluka.
Setelah selesai makan dan mencuci bekas mangkuknya, ia beranjak ke kamarnya kembali untuk istirahat. Karena Joanna memutuskan untuk masuk kerja esok hari.
"Tuhan, terima kasih atas semua nikmat yang Kau berikan untukku. Kalau boleh aku meminta memutar waktu, aku minta agar papi dan mami masih tetap disini, bersamaku dan memelukku serta memberiku kasih sayang setiap hari. Melihatku menikah dan hamil serta melahirkan cucu yang tampan dan cantik. Aku ingin mereka bermain dengan cucu-cucunya juga. Tapi apa yang sudah menjadi ketentuan dan takdirku, aku tak bisa merubahnya. Aku mohon Tuhan, selalu berkatiku dan ingatkanku untuk bersyukur atas semuanya. Aku yakin papi dan mami telah bahagia di Sorgamu Tuhan, amen..." hanya bersua dalam doa yang dapat dilakukan oleh Joanna saat ini.
Haii haii haiii... Aku minta dukungannya ya untuk karyaku yang ini. Dukung aku biar semangat nulis meskipun direcokin bocilku.
Yuk tetep pantengin karya on goingku ini ya reader..
__ADS_1
Terima kasih 😘😘