
"Ini apa Boy?" tanya papa Danu pada anak sulungnya sambil menyodorkan ponselnya. Sejenak Boy terkejut dengan apa yang dilihatnya. "Tak perlu mengelaknya Boy" kata papa Danu. "Boy, boy dimana otak dan pikiran kamu. Bisa-bisanya kamu bikin perjanjian seperti itu. Dan bisa-bisanya kamu mainin hati perempuan." lanjut papa Danu dengan menahan emosinya.
"Maafin Boy pa, ma" kata Boy meminta maaf. "Boy terpaksa pa, ma. Dari awal Boy kan udah nolak perjodohan ini, Boy gak cinta sama Joanna pa, ma. Boy cuma cinta ke pacar Boy, yaitu Sarah."
"Dia bukan wanita baik-baik Boy" pekik mama Vina dengan emosi karena geram dengan anaknya itu. Saat mama Vina akan meluncurkan kata-katanya kembali, papa Danu lekas memegang erat tangan mama Vina dan dengan sedikit menggelengkan kepalanya tanda papa Danu meminta mama Vina untuk diam.
"Oke Boy, disini memang papa dan mama yang udah salah ngejodohin kamu sama Joanna. Kamu bisa menceraikannya Boy, lalu papa dan mama akan membawanya pergi serta kami akan memastikan kebahagiaan Joanna sendiri" kata papa Danu lalu beranjak pergi dari hadapan Boy.
"Kami salah menjodohkan kamu dengan Joanna. Harusnya Kevin yang kami jodohkan ke Joanna agar dia tak merasa sendiri dan tak pernah mengeluarkan air mata untuk laki-laki seperti kamu. Sekarang terserah Boy, terserah kamu mau ngelakuin apa. Mama dan papa udah gak peduli lagi" kata mama Vina dengan kesal lalu ia juga beranjak pergi dari hadapan Boy.
Pukul 10 malam belum nampak Kevin dan Joanna pulang. Boy yang berdiri di balkon kamarnya pun mengecheck ponselnya. Ia melihat beberapa story di wa nya. Saat melihat kontak Kevin, dia penasaran status apa yang di buat oleh adik satu-satunya itu. Boy pun membukanya, dalam statusnya nampak Kevin memotret Joanna yang sedang duduk di salah satu gerai makanan di dalam mall. Foto kedua nampak Kevin berpose bersama Joanna dengan pose yang sama-sama menggembungkan kedua pipinya dengan stiker ala-ala kucing. Mereka terlihat lucu, bahkan terlihat seperti sepasang kekasih. Kevin menulis caption dari foto itu dengan tulisan Ale Ale Menyegarkan 😝
Boy yang terlihat kesal pun terlihat masuk ke dalam kamarnya, ia menyambar rokoknya dan menyalakannya. Sudah 2 batang rokok yang ia nyalakan, tapi tak ada tanda-tanda Kevin dan istrinya pulang. Saat Boy akan menelpon Joanna, terdengar mobil Kevin memasuki halaman rumah. Boy lekas ke balkon kamarnya untuk melihat.
"Kayanya kita harus beli lemari deh. Kamu selalu kalap kalau ngajak main time zone" kata Kevin sambil menurunkan hadiah yang mereka tukar di time zone tadi. "Lagian, kamu kenapa sih hobi banget kaya gini" gerutu Kevin.
"Yaelah Empin, nyenengin gue sekali-sekali kek. Bahagiain gue simple loh, lu tahu sendiri kan hehehhe" jawab Joanna dengan cengengesan.
"Udah masuk sana, ntar ngamuk lagi pawang lu" usir Kevin pada Joanna.
"Gak bakalan lah, dia gak bakalan peduli gue mau apa. Gue ngilang aja gak bakal di cari sama dia" jawab Joanna santai. Boy yang mendengarnya pun merasa tak suka.
Ceklek suara pintu kamar di buka oleh Joanna. Ia masuk pelan-pelan dan mencari saklar lampu karena kamarnya dalam keadaan gelap. "Darimana aja kamu" suara dingin yang keluar dari mulut Boy membuat Joanna terkejut.
__ADS_1
"Astaga dragon... Ngagetin aja sih huh" kata Joanna sambil mengelus dadanya.
"Pakaian kaya gitu, berkeliaran sampai jam segini. Sama laki-laki lain pula" kata Boy marah hingga membuat Joanna mengernyitkan dahinya.
"Aku keluar sama Kevin, adik kamu. Bukan orang lain ya Boy" jawab Joanna yang memanggil suaminya tanpa embel-embel oppa lagi. "Lagian kenapa juga kamu marah-marah kaya gitu. Bukannya kamu gak peduli aku mau ngapain aja. Aku itu gak pernah terlihat di mata kamu, I'm like the bacteria in your eyes Boy !" kata Joanna marah penuh penekanan. Joanna lalu masuk ke kamar mandi dan menutup pintu kamar mandinya dengan kencang.
Brraaakkk......!!!!!
"****!!! Gue kenapa sih sebenernya. Kenapa gue marah2 kaya tadi" gerutu Boy merutuki kebodohannya.
Kantor Boy
"Sam, ke ruangan saya sekarang" titah Boy pada Sam melalu sambungan interkom.
"Masuk" jawab Boy saat mendengar ketukan pintu di ruang kerjanya. Sam pun berjalan masuk ke dalam dan berdiri di depan meja kerja Boy. Boy pun juga beranjak dari duduknya dan menghampiri Sam. Dan tiba-tiba Boy memukul Sam dengan kencang sampai Sam terhuyung ke belakang.
Buugghh..... Suara pukulan Boy terdengar keras, bibir Sam sedikit robek karena bogem mentah dari Boy. Sam yang bingung pun berusaha berdiri.
"Itu karena kamu ikut campur urusan pribadiku Sam" kata Boy dingin. Sam masih terdiam mencerna dan menerka apa yang sebenarnya terjadi. "Kamu ikut saya bertahun-tahun Sam, tapi teganya kamu menghianatiku" lanjut Boy.
"Maaf tuan" kata Sam sambil menunduk menahan perih di bibirnya.
"Bagaimana bisa kamu memberi tahu surat kontrak itu pada orang tuaku Sam. Kau tahu Sam? Mereka akan membawa pergi Joanna kapan saja"
__ADS_1
"Maaf tuan, bukankah itu yang tuan mau. Bukankah tuan ingin terlepas dari nyonya muda. Jadi menurut saya jika orang tua anda membawa nyonya muda pergi dari anda itu adalah kesempatan anda untuk bersama nona Sarah" jawab Sam dengan senyum miring.
"Kau... Berani kau berbicara seperti itu Sam!" marah Boy pada Sam.
"Tuan, bukankah tuan sendiri yang bilang jika tuan tidak pernah mencintai nyonya muda. Cinta tuan hanya untuk nona Sarah saja. Jadi untuk apa tuan mempertahankan nyonya muda. Lepaskan nyonya muda tuan, dia berhak bahagia. Meskipun saya tahu bahagia nyonya muda ada pada tuan" kata Sam dengan berani.
"Pergi kau Sam, keluar dari ruanganku" teriak Boy pada asisten pribadinya itu.
"Baik, saya akan pergi tuan. Dan saya juga akan mengundurkan diri. Saya akan mengirim surat pengunduran diri saya besok. Permisi...." kata Sam sambil menunduk hormat pada Boy.
Sam melangkah keluar, tapi saat Sam membuka pintu ruangan Boy, sudah ada Joanna yang berdiri di sana.
"Nyonya muda" kata Sam pelan. Joanna tersenyum pada Sam. "Kita butuh bicara Sam, tunggu saya di parkiran" kata Joanna pada asisten suaminya itu.
Setelah itu Joanna masuk ke dalam ruangan Boy, nampak Boy yang duduk di kursi kebesarannya dan sedang menutup matanya. Merasa ada yang masuk keruangannya, Boy mengira itu Sam yang kembali. Boy frustasi saat Sam mengatakan dia mengundurkan diri.
"Aku yakin jika kau kembali Sam?" tanya Boy dengan senyum smirknya namun masih memejamkan mata.
"Hmmmm" suara deheman Joanna yang membuat Boy langsung membuka matanya. "Ini aku bawain makan siang, di suruh sama mama" kata Joanna. Matanya melihat ke sekeliling dan ia menemukan foto Boy dan Sarah tergantung di ruangan itu. Dan juga ada sebuah pigura kecil di meja kerja Boy yang ia yakini juga ada foto Sarah. "Harusnya aku dan kamu yang ada di foto itu oppa" batin Joanna.
"Hmmmm" Boy berdehem saat Joanna terlihat terus memandang ke arah fotonya dan Sarah.
"Ahh ya udah, aku pulang dulu Boy. Bye...." pamit Joanna lalu bergegas pergi meninggalkan ruangannya.
__ADS_1
"Memang benar bahwa cinta tak mungkin berhenti secepat kita jatuh hati" batin Joanna.