
Pukul 9 malam Boy tampak sudah memasuki apartmentnya. Namun apartmentnya terlihat sepi dan gelap.
"Apa Joa lupa menyalakan lampunya" batin Boy. Dia melihat ke sekeliling nampak rapi dan tidak menemukan jejak keberadaan Joanna dimanapun. Boy berpikir jika istrinya ada di atas di kamarnya.
"Jo, Joa..." panggil Boy dengan sedikit berteriak tapi tidak ada sahutan sama sekali dari istrinya itu. "Joa jangan bercanda deh, Joanna...." panggil Boy lagi sambil masuk ke kamar dan menyalakan lampu kamarnya. Namun saat lampu menyala ternyata sang istri pun tak ia dapati di dalam kamar. Boy lalu mengecek ke kamar mandi namun nihil. Boy merogoh ponselnya dalam saku celana jeansnya dan mencoba menelpon Joanna, namun si*lnya ponsel Joanna mati.
"****, kemana kamu Joa" gerutu Boy karena tak dapat menghubungi istrinya. Di saat kebingungannya, ponselnya berdering. Boy berpikir jika itu istrinya, tanpa melihat nama yang tertera di ponselnya Boy dengan cepat mengangkatnya.
"Haloo Joa"
"Joa ? Hei ini mama Boy, Joanna kemana? Apa dia pergi?" tanya mamanya.
"Tadi Joa pergi bareng Kevin sama dua sahabatnya ma, dan sekarang Joa belum pulang. Hpnya Boy telpon gak bisa, kayanya mati. Kevin belum pulang juga ya ma?"
Mama Vina memandang ke arah Kevin yamg sedari tadi asyik main ps dengan Richard, asisten serta sahabatnya. "Kevin udah dirumah dari tadi Boy, malah udah main ps dari jam 7 sama Richard." kata mama Vina. Saat hendak menyahuti mamanya, terdengar pintu apartmennya terbuka.
Cekklleeek "Ma itu Joa pulang, Boy tutup dulu ya telponnya." kata Boy yang langsung menutup panggilannya. Boy segera berlari turun ke bawah, dan yang pertama dia lihat adalah Joanna yang basah kuyup dan terlihat kedinginan. Ada sedikit rasa sedih di hati Boy saat melihat istrinya seperti itu.
"Kamu darimana saja? Kenapa jam segini baru pulang dan malah basah kuyup seperti itu?" tanya Boy yang sama sekali tak di tanggapi oleh Joanna. Joanna hanya melihatnya sekilas dan terus melangkah kedalam kamar lalu langsung membersihkan dirinya di kamar mandi. Selesai itu Joanna segera turun untuk mengepel lantainya yang basah. Tapi ternyata Boy sudah selesai membersihkannya.
"Ini minum, setidaknya bisa menghangatkanmu" kata Boy sambil menyodorkan cokelat panas kesukaan Joanna. Setelah Joanna menerimanya, Boy bergegas naik ke atas. Namun dia tak langsung masuk ke kamarnya. Melainkan dia memperhatikan Joanna.
__ADS_1
Joanna meletakkan gelasnya di atas meja makan, dia duduk dan menelungkupkan kepalanya diantara dua tangannya "Aku gak butuh cokelat panas Boy, yang aku butuh kamu bisa menerima pernikahan ini dan belajar mencintaiku. Aku sudah tak punya siapa-siapa selain kamu" batin Joanna yang masih di posisi yang sama dengan bahu yang terlihat bergetar karena tangisnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi hari ini padamu Jo" batin Boy lalu ia segera masuk ke dalam kamar. Ia mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Sam.
"Ya tuan ? Ada yang perlu saya bantu" tanya Sam di seberang telepon.
"Tolong kamu cek cctv dari mall xx dari jam 4 sore, lalu kamu cek cctv sepanjang jalan mall ke arah kanan sampai pemakaman orang tua Joanna. Atau jika kamu lihat keberadaan Joanna, tolong kamu cek dia pergi kemana saja. Karena saat pulang dia terlihat sedih dan basah kuyup" jelas Boy pada asisten serta sekretaris pribadinya tersebut.
"Baik tuan, nanti saya akan menghubungi anda" jawab Sam menyanggupi perintah tuannya itu.
Sesaat setelah Boy menaruh ponselnya diatas nakas, dia melihat Joanna masuk ke dalam kamar. Joanna nampak tersenyum pada Boy.
"Oppa, maaf ya tadi aku pulangnya telat. Maaf gak bisa bikinin oppa makan malam karena aku gak tahu kalau oppa akan pulang jam segitu" kata Joanna meminta maaf pada oppanya itu. Tapi Boy hanya memandangnya tanpa menjawab permintaan maaf dari istrinya. Sadar suaminya terus memperhatikannya, Joanna langsung menunduk. "Oppa, aku tidur dulu ya. Selamat malam, selamat tidur oppa" kata Joanna lalu bergegas ke sofa untuk menata agar nyaman untuknya tidur. Untungnya badannya mungil, hingga sofa yang di tempatinya cukup untuk tidur.
"Tuhan, terima kasih untuk hari ini. Terima kasih atas berkatMu hari ini. Terima kasih atas perlindunganmu hari ini. Maaf Tuhan, jika aku masih suka mengeluh. Ya Tuhan, bekatilah suamiku dan berkatilah pernikahan kami. Amen" doa Joanna dengan suara yang lirih tapi masih bisa terdengar samar oleh Boy.
Deggg... jantung Boy berdetak saat mendengar Joanna menyebutnya dalam doanya. Ada rasa damai saat mendengar istrinya mendoakannya.
"Oppa...." panggil Joanna
"Hmmm. Apa Joa?"
__ADS_1
"Oppa boleh gak kalau aku terina endors?"
"Hah? Endors apa?"
"Macem-macem oppa. Ada kosmetik, baju, makanan juga ada" jawab Joanna menjelaskan. "Aku pasti akan bosan kalau hanya dirumah saja tanpa melakukan apapun, apalagi oppa juga udah melarang aku buat kerja kan?" lanjut Joanna.
"Boleh, tapi jangan ambil banyak-banyak. Nanti dikira aji mumpung. Apalagi semua orang tahu kalau kamu istrinya seorang Boy" jawab Boy.
"Baik Oppa, selamat tidur oppa, saranghae" kata Joanna sambil menyilangkan ibu jari dan telunjuknya kearah Boy.
Baru saja mereka akan tidur, tiba-tiba bel pintu apartmentnya berbunyi hingga membuat Boy menggerutu kesal.
"Biar aku saja oppa yang membuka pintunya" kata Joanna sambil berdiri dari tempatnya dan bergegas turun. Tapi Boy pun akhirnya mengikuti istrinya ke bawah karena penasaran siapa yang datang malam-malam seperti ini.
Cekleekk suara Joanna membuka pintu dan mendapati seorang wanita yang sedang berdiri di depan pintu apartmentnya. Tiba-tiba wanita tersebut langsung masuk ke dalam dan berhambur memeluk Boy yang berdiri di belakang Joanna.
"Apalagi ini Tuhan...." kata Joanna dalam hati sambil memejamkan matanya.
Yuk bantu aku like dan vote juga ya...
Terus dukung aku biar semangat nulis ya reader..
__ADS_1
Saranghae 😘