Cinta Joanna

Cinta Joanna
Setan Mesum


__ADS_3

"Joa, Joanna....." panggil Boy saat sudah pulang dari kantor. Boy langsung ke dapur karena dia mencium bau yang sangat sedap. Ia melihat istrinya memakai hot pant dan kaos oblongnya sedang berdiri di depan kompor. Boy menaruh tas kerja dan jas nya di kursi dapur lalu memeluk istrinya dari belakang.


"Uhh astaga" kaget Joanna saat tangan suaminya melingkar sempurna di pinggangnya. "Kamu ngagetin aja sih."


"Aku udah panggil-panggil kamu dari tadi sampai kerongkongan aku kering tapi kamu gak jawab" kata Boy dengan masih memeluk istrinya.


"Aku lagi masak mas, jadi gak dengar kamu manggil" jawab Joanna pada suaminya.


"Kamu panggil aku apa? Mas?" tanya Boy pada Joanna.


"Iya, memang kenapa? Mas kan bagus lebih sopan ke suami. Daripada aku panggil kamu Boy, Boy Bo Bo Boy hahahhaha" jawab Joanna dengan terkekeh.


"Iissshh awas kamu ya" kata Boy sambil mencubit pipi istrinya dengan gemas.


"Isshhh sakit oppa" protes Joanna pada Boy. "Udah, kamu mandi dulu sana. Bau acem tau heheheheh" usirnya pada Boy.


"Iya, iya aku mandi. Bau acem juga kamu sekarang kalau tidur pasti ngetek ke aku" jawab Boy dengan nada yang di buat kesal. "Oh iya, aku lebih suka kamu panggil oppa daripada mas. Secara aku sama gantengnya kan kaya idola kamu itu, walau yah sejujurnya ganteng aku kemana-mana sih" narsis Boy sambil melangkah pergi dari dapur.


"Haiisshh sejak kapan dia ikut gesrek kek gue sama adeknya" gumam Joanna.


Joanna melanjutkan masaknya, ia memasak sendiri tanpa mau di bantu oleh bi Mar. Ia memasak beberapa menu untuk makan malam. Apalagi sekarang ia tinggal di rumah utama setelah drama panjang dari mama Vina yang membuat Boy dan Joanna tinggal di rumah utama.


Malam ini Joanna memasak beberapa makanan khas Italia untuk menu makan malam mereka. Joanna membuat pizzeta, crostini, spaghetti carbonara, rissoto, tiramisu, dan pannacotta.








"Bi, bi Mar" panggil Joanna pada asisten rumah tangga mama Vina. Bi Mar pun langsung menuju dapur saat ia mendengar panggilan dari nyonya mudanya. "Bi, ini nanti tolong di bawa ke meja makan ya bi. Oh iya, itu yang itu buat bibi sama yang lain" kata Joanna saat bi Mar sudah ada di dapur.


"Baik nyonya" patuh bi Mar pada nyonya mudanya itu.


"Ya udah aku mandi dulu ya bi" lanjut Joanna lalu pergi ke kamarnya untuk menyegarkan tubuhnya.


Sesampainya di kamar ia melihat Boy yang sudah bersandar di ranjang dan mengomel sendiri karena main game di ponselnya. "Astaga, kenapa dia sebenarnya" gumam Joanna saat melihat Boy ngedumel dan marah-marah sendiri.


Melihat istrinya masuk kamar, Boy meletakkan ponselnya di atas kasur dan tiba-tiba merentangkan kedua tangannya. "Peyuk" katanya dengan wajah yang lucu seperti anak kecil yang sedang minta peluk maminya. Joanna yang melihatnya bergidik ngeri, semakin hari ada saja tingkah absurd suaminya itu. "Kamu gak mau peyuk aku?" tanya Boy dengan wajah yang di buat sedih.

__ADS_1


"Ehh anu, bukan, bukan gak mau. Aku belum mandi, masih bau asem" jawab Joanna kikuk. "Aku mandi dulu ya, tungguin aku kalau mau ke bawah" kata Joanna.


"Yes baby" jawab Boy dengan cengirannya.


Setelah tiga puluh menit, terlihat Joanna keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk kimono dan rambut yang sedikit basah. Boy yang melihatnya pun beberapa kali menelan salivanya.


"Suit suit.... You are so sexy baby" kata Boy dengan siulannya yang membuat istrinya geleng-geleng. Saat akan masuk ke walk-in closet, Joanna berbalik dan menghampiri suaminya. Ia memegang dahi Boy dan ganti memegang dahinya. "Why baby?" tanya Boy melihat tingkah istrinya.


"No fever" gumam Joanna sendiri. "Kamu gak kesambet kan? Semakin hari semakin absurd aja sih" tanya Joanna pada suaminya. Mendengar pertanyaan istrinya Boy langsung terkekeh dan menarik pinggang istrinya. "Awwww oppa" pekik Joanna kaget karena tiba-tiba di tarik paksa oleh Boy.


"Iya, kamu bener. Aku lagi kesambet nih" kata Boy yang membenamkan kepalanya di dada Joanna. Joanna yang sedikit risih pun berusah mendorong kepala suaminya, namun Boy malah semakin erat memeluknya.


"Hust hust pergi kamu... Pergi dari tubuh suamiku" kata Joanna dengan menepuk-nepuk punggung Boy.


"Aw aw aw sakit sayang. Ahh kdrt kamu mah" protes Boy pada istrinya.


"Ya kan biar setannya pergi sayang" jawab Joanna.


"Apa? Kamu panggil aku apa barusan? Coba ulangi." pinta Boy pada istrinya. Joanna yang sadar ia memanggil suaminya sayang pun menutup mulutnya dengan telapak tangannya. "Ayo ulangi lagi coba" pinta Boy lagi.


"Sa.. Sa..yang" jawab Joanna dengan terbata dan jangan tanyakan bagaimana wajahnya saat ini, karena pipinya sudah semerah tomat. "Udah ihh, aku mau pakai baju dulu. Habis itu kita ke bawah"


Joanna sudah siap, ia memakai kaos santai dan celana jeans pendek selutut. Melihat istrinya keluar dari walk-in closet, Boy pun menghampirinya.


"You are so beautiful" kata Boy lalu mencium gemas pipi Joanna.


"Siapa yang ngegombal? Aku tuh ngomong apa adanya" bela Boy saat istrinya mengatainya.


"Isshh ka.... mppphhhttt" belum selesai Joanna ngomong, bibirnya sudah di bungkam dengan ciuman oleh Boy.


"Haiisshh ini fix sih, kamu kesambet setan mesum" kata Joanna saat Boy melepas ciumannya. Mendengar perkataan istrinya Boy hanya terkekeh dan mengacak rambut Joanna. "Isshh.... Berantakan nanti rambut aku. Ayo ke bawah, aku udah laper banget ini"


Mereka pun akhirnya bergegas ke bawah menuju meja makan.


Saat bi Mar menata makanan di meja makan, terlihat Kevin memasuki rumah. Ia baru saja pulang dari kantor bersama Richard.


"Masak apa bi?" tanya Kevin saat berjalan mendekat ke meja makan. Belum juga bi Mar menjawab ia sudah membuka suaranya kembali. "Wah italian food"


"Iya den, nyonya muda yang masak semuanya" jawab bi Mar.


"Rich, lu makan malam disini aja deh. Lu cobain deh masakan bininya si Bo Bo Boy, enak banget loh"


"Ohh ternyata lu yang ngajarin bini gue manggil Bo Bo Boy!!" seru Boy saat mendengar Kevin mempelesetkan namanya.


"Bukan gue kali kak, gue di ajarin bini lu malahan"

__ADS_1


Mendengar jawaban adiknya, Boy langsung menoleh ke arah istrinya yang sudah nyengir kuda sambil mengangkat tangannya dengan menunjukkan jari telunjuk dan jari tengan membentuk huruf V.


"Anak-anak mama udah pada ngumpul semua nih" kata mama Vina saat memasuki ruang makan di ikuti papa Danu di sampingnya.


"Waaahh italian food ma," kata papa Danu saat melihat menu yang terhidang di meja makan. "Waahh ada pannacotta kesukaan papa juga itu" tunjuk papa Danu memberi tahu istrinya.


"Tumben ini bi Mar masak kaya gini?" tanya mama Vina.


"Bukan bi Mar ma, mana bisa bi Mar bikin kaya gini. Bi Mar kan spesialisasi masakan Indonesia" kata Kevin menjawab pertanyaan mamanya.


"Lalu ini semua beli?" tanya papa Danu.


"Gak kok pa, ini semua tuh masakan mantu papa" kali ini Boy yang menjawabnya.


Akhirnya mereka menikmati hidangan makan malam buatan Joanna. Setelah makan malam selesai, mereka pindah ke ruang keluarga untuk bersantai.


"Rich, Felli gimana?" tanya Joanna pada Richard yang membuat Kevin menoleh juga ke arah Richard.


"Gimana apanya?" tanya balik Richard pada Joanna.


"Ya kan lu deket sama Felli, dia oke kan?" tanya Joanna.


"Hmm ya, dia oke. Tapi ya kadang-kadang masih galau sih dia"


"Iyalah galau, orang yang di sukai gak peka" sahut mama Vina hingga membuat Kevin yang sedang minum tersedak.


"Lu kenape Mpin?" tanya Joanna pada Kevin yang di jawab dengan gelengan. "Oh ya Rich, gue titip Felli ya. Tahu sendiri kan keadaan Felli gimana." pinta Joanna pada Richard. Namun belum sempat Richard menjawab, Kevin menyelanya.


"Emang dia barang main di titipin" kata Kevin ketus lalu beranjak pergi dari ruang keluarga.


"Noh liat sendiri kan, aslinya juga suka dia mah. Tapi gengsinya gede" kata Richard.


Sejak Kevin pergi karena kesal, mereka mengobrolkan banyak hal hingga terdengar deringan ponsel Boy tanda panggilan masuk.


"Aku angkat telpon dulu ya beib" pamit Boy pada Joanna yang dijawab dengan anggukan.


"Udah beib beiban ya sekarang, cepetan bikinin cucu dong ahh kalau gitu. Biar rumah ini rame gitu." kata mama Vina menggoda menantunya itu. Sedangkan Joanna terlihat menahan malu.


"Bener tuh ma, apalagi kalau langsung punya dua ma. Rumah ini pasti bakal rame banget deh hehehehe" timpal papa Danu membuat pipi Joanna semakin memerah. Sementar mereka mengobrol, Boy pergi ke teras depan untuk mengangkat panggilan teleponnya.


"Ya, Hallo.. "


Kira-kira siapa ya yang menghubungi Boy??


Tungguin kelanjutannya besok ya.

__ADS_1


Tetep dukung author yuk dengan like, vote, dan masukkan novel author dalam favorit kalian 😘😘😘


__ADS_2