
Sepulang dari cafe, mereka tak langsung kembali ke apartmentnya, tetapi menuju kerumah orang tua Boy. Saat Boy dan Nathan membicarakan kerja samanya, mama Vina menelepon agar Joanna dan Boy berkunjung ke rumah.
Saat mereka sampai, mama Vina sudah berada di teras untuk menyambut anak dan menantu kesayangannya itu.
"Haiii anak mama" sambut mama Vina pada Joanna dan langsung memeluknya. Mama Vina pun mencium pipi Joanna dengan gemas. "Kok pipi kamu agak tirusan ya Jo, badan kamu juga kayanya kurusan ya" celetuk mama Vina hingga membuat Boy sejenak memandangi tubuh Joanna.
"Mama benar, kenapa dia kurusan ya? Dan pipi chubbynya memang sedikit tirus" batin Boy sambil terus melihat istrinya.
"Boy, jangan-jangan kamu bikin Joanna makan ati ya? Awas aja kamu kalau berani nyakitin Joanna, mama akan bawa pergi dia sampai kamu tak akan pernah tau keberadaannya." kata mama Vina dengan tegas. Dan seketika itu juga Boy seperti sulit menerimanya. Ada rasa tak rela saat mamanya mengatakan itu.
"Ma, Joanna gapapa kok. Joanna hanya diet saja ma." kata Joanna agar mamanya tak menyalahkan Boy.
"Yaudah yuk masuk yuk, papa sama Kevin udah nungguin di dalam tuh" ajak mama Vina pada Joanna dan Boy.
Mereka lalu masuk bertiga dan menuju keruang keluarga. Nampak papa Danu memegang ipadnya sedangkan Kevin dengan stick ps dalam genggamannya.
"Wooiii Aleee Alleeekyuuu... Sini, gue udah siapin nih bakal kita maen nanti" kata Kevin sambil terus main ps.
"Pantesan gak ada yang mau sama kamu, tingkah kaya bocah gini. Kamu tuh kalau kaya gini terus pantesnya main sama anaknya Boy dan Joanna nanti"
celetuk mama Vina yang tak di respon oleh Kevin.
"Ma, mama salah loh ma. Gitu juga Empin ada yang naksir loh" kata Joanna yang membuat Kevin seketika menghentikan permainannya.
"Siape suka sama gue?" tanya Kevin penasaran.
__ADS_1
"Serius Empin lu gak nyadar gitu?" tanya Joanna yang di jawab gelengan kepala oleh Kevin. "Huufffttt ternyata kamu juga sama-sama gak peka ya kaya oppa" kata Joanna yang membuat Boy yang sedang minum langsung tersedak dan membuat Joanna menutup mulutnya karena kelepasan. "Ehh anu, aku ke kamar dulu ya pa, ma, Mpin, gerah nih mau mandi hehehehe" pamit Joanna dengan sedikit salah tingkah.
Boy juga akhirnya pamit untuk ke kamar setelah ngobrol dengan orang tua dan adiknya. Saat Boy masuk kamarnya, bertepatan Joanna keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang di lilitkan di tubuhnya dengan panjang hanya sepaha hingga mengekspos kulit tubuhnya yang putih bersih, leher jenjang yang putih dan kulitnya juga nampak halus. Boy yang melihatnya pun menelan salivanya berkali-kali.
Joanna tahu jika sedari tadi Boy melihatnya. Dengan santai ia berjalan masuk ke walk in closet. Dia memakai hot pant dan memakai kaos Boy yang terlihat besar saat di pakainya. Saat keluar, Boy kembali melihatnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kenapa berpakaian seperti itu" tanya Boy yang tak di hiraukan oleh Joanna. Ia malah pergi keluar kamar dan mencari Kevin.
"Empin.... Empin... Main yuuukk..." teriak Joanna sambil berjalan menuruni tangga dan menuju ruang keluarga. "Pa, ma, Empin mana?" tanyanya pada mertuanya.
"Kevin masih mandi nak" jawab papa Danu. "Gimana Boy sama kamu?" tanyanya pada sang menantu.
"Hmmm kami baik-baik aja kok pa" jawab Joanna sambil menampilkan senyumnya.
"Maafin Joanna ma, pa" kata Joanna pada kedua mertuanya. "Seharusnya memang Joanna gak masuk dalam kehidupan Boy ma. Joanna udah hancurin kebahagiaan Boy" kata Joanna sambil terisak. Dan saat itulah Boy sedang berada di ujung anak tangga paling bawah. "Joanna udah gak punya siapa-siapa lagi, Joanna pikir kalau Joanna nerima perjodohan ini, Joanna bakal punya pelindung. Bakal ada yang meluk Joanna saat Joanna sedih. Ada yang peduli saat Joanna sakit hiks hiks hiks" Joanna semakin terisak di pelukan mama mertuanya. Papa Danu langsung memeluk Joanna yang ada di dekapan istrinya dengan sayang layaknya ayah pada anak kandungnya.
"Kamu punya papa yang akan selalu sayang sama kamu, kamu punya mama yang akan manjain kamu. Dan kamu juga masih punya Empin yang akan selalu hibur kamu" kata papa Danu sambil mengelus pucuk kepala Joanna.
"Hhuufftt, maafin kami ya nak yang tak bisa mendidik Boy dengan baik sehingga Boy memperlakukan kamu seperti ini" kata mama Vina sambil meneteskan air matanya.
"Jo, kalau suatu hari kamu merasa udah nyerah sama Boy kamu bilang ya ke papa dan mama. Kami sendiri yang akan membawa kamu pergi jauh dari Boy. Dan kami sendiri yang akan pastikan kamu bahagia nak" kata papa Danu. Boy yang mendengar perkataan papanya pun merasa kesal dan ada rasa tak rela jika mereka akan membawa Joanna pergi suatu saat nanti.
"Ale ale.... Ya, Joanna Alexandra. Aku lebih suka memanggilnya Ale Ale. Karena bagiku dia menyegarkan, selalu bisa membuat orang lain tertawa dengan keceriaannya. Hah, hanya kakak saja yang gak bisa ngerasain kesegaran itu karena masih di butakan oleh Sarah" kata Kevin yang sedari tadi berdiri di belakang Boy tanpa sepengetahuan Boy tentunya. Kevin lalu segera bergegas pergi bergabung dengan Joanna dan orang tuanya.
"Duh halah, telenovela apalagi ini?" celetuk Kevin yang membuat ketiga orang di ruang tengah itu langsung melepaskan pelukan mereka.
__ADS_1
"Ferguso... Aku menantimu sedari tadi, kemana saja kau Ferguso" kata Joanna pada sambil berdiri.
"Ahh Marimar, apa kau tak bisa mencium bau ketekku yang wangi ini" jawab Kevin sambil berjalan ke arah Joanna dan meraih kepalanya lalu memitingnya di ketiaknya.
"Kevinnnn...!!" teriak mama Vina.
"Canda mah, Kevin wangi tau mah. Masa iya ceo ganteng kaya gini bau ketek"
"Bau tau Empin" kata Joanna sambil menutup hidungnya. "Yuk main yuk" ajak Joanna pada Kevin.
"Yuk let's gooooooo girl" ajak Kevin sambil menggandeng tangan Joanna.
"Hati-hati kalian" kata papa Danu pada anak-anaknya.
"Kemana mereka pa, ma?" tanya Boy yang baru datang dan duduk di depan orang tuanya.
"Palingan juga time zone lagi. Kemarin aja mereka pulang bawa banyak banget hadiah. Noh sampe mereka beli lemari buat nempatin hadiahnya" jawab mama Vina sambil menunjuk lemari yang di sebut.
"Boy, boleh papa bertanya sesuatu?" tanya papa Danu pada Boy.
"Boleh pa. Memang papa mau nanya apa?"
Papa Danu terlihat mengambil ponselnya yang disimpan di atas meja. Lalu mengutak atiknya seperti mencari sesuatu.
"Ini apa Boy ?"
__ADS_1