Cinta Joanna

Cinta Joanna
Boy Pusing


__ADS_3

Merasa ada yang menempel di keningnya, Joanna pun terbangun. Ia mengerjapkan matanya, kepalanya terasa pusing saat ia berhasil membuka lebar matanya.


"Boy...." kata Joanna lemah.


"Ya, I'm here baby" jawab Boy membantu istrinya bangun. Ia membantu Joanna bersandar pada ranjangnya. "Baby, are you oke?" tanyanya pada Joanna yang di jawab dengab deheman dan anggukan oleh istrinya.


"Kamu kenapa disini?" tanya Joanna pada Boy.


"Aku ingin menjemputmu Jo. Aku menunggumu dari siang dirumah, tapi sampai sore kamu belum juga pulang. Ponselmu gak bisa di hubungi, kau membuatku khawatir sayang" jawab Boy panjang lebar.


"Aku ingin disini, lebih baik kamu balik ke rumah sakit. Bukankah Sarah lebih membutuhkanmu sekarang" kata Joanna halus tapi membuat Boy tersindir.


"Maafin aku Jo, aku..." belum selesai Boy berkata, Joanna sudah menyelanya.


"Aku capek Boy. Jika memang tak bisa mencintaiku, setidaknya jangan menyakitiku" sela Joanna akan perkataan Boy yang belum usai.


"Hei dengerin aku dulu," pinta Boy pada istrinya. "Aku udah memutuskan hubunganku dengannya beberapa hari yang lalu. Dan saat aku menemaninya kemarin, aku memberi pengertian kepadanya tentang keputusanku untuk lebih memilih pernikahan kita daripada mempertahankan hubunganku dengan dia. Joanna sayang, bahkan aku sudah menghancurkan surat perjanjian kita. Bahkan filenya yang ada di laptop aku sudah ku hapus." jelasnya pada Joanna. Boy lalu memegang kedua tangan Joanna dan menciumnya. "Jadi Joanna Alexandra, maukah kamu menjadi istriku yang akan menemaniku dalam suka dan duka, dalam sakit dan senang?" tanyanya pada Joanna.


"Aku sudah menjadi istrimu beberapa bulan yang lalu jika kau lupa" jawab Joanna membuat Boy menghela napasnya kasar. Niatnya romantis malah keki abis pikir Boy.


Untuk beberapa saat mereka saling diam dengan pikiran masing-masing. Hingga beberapa saat terdengar dering ponsel dari Boy. Boy mengambil ponsel di saku jaketnya.


"Mama" kata Boy sambil menunjukkan layar ponselnya ke Joanna lalu ia mengangkatnya.


"Iya ma"


"............"


"Udah ma, ini Boy lagi sama menantu kesayangan mama" mama Vina yang tak percaya akhirnya mengalihkan panggilannya ke panggilan video.

__ADS_1


"Mana mantu mama?" tanya mama Vina saat video callnya di angkat Boy. Tanpa menjawab, Boy mengarahkan ponselnya ke Joanna.


"Halo ma, maaf ya Joanna bikin mama khawatir. Tadi siang sehabis ketemu Felli sama Stevi aku mampir kerumah Joanna. Eh Joanna malah ketiduran ma, bangun-bangun udah ada Boy disini."


"Ahh syukurlah kalau kamu baik-baik aja sayang. Kalau saja itu si bocah tua nakal gak bisa nemuin kamu, hmmmm sudah mama beliin pisang terus mama telen biar dia semedi di dalam perut mama"


"Haiissshh mama ada-ada saja" sahut Boy kesal mendengar kata-kata mamanya. "Ya udah kalau gitu Boy tutup ya ma. Oh ya, kita gak pulang malam ini ma. Kita mau nginep disini. Bye mamacu yang syantek" Boy mematikan video call mamanya secara sepihak lalu ia kemudian terkekeh.


"Kamu kenapa ketawa?" tanya Joanna yang bingung melihat suaminya tiba-tiba tertawa.


"Gapapa, pasti sekarang mama lagi ngomel dan mengumpatku" jawab Boy yang membuat Joanna geleng-geleng kepala.


Saat ini mereka sama-sama bersandar di ranjang, mereka berbicara tentang banyak hal. Bahkan Boy yang lebih cerewet bertanya tentang istrinya.


Rencana menginap yang di katakan Boy pun gagal di lakukan karena besok pagi Boy ada meeting penting. Jika berangkat dari rumah Joanna akan memakan waktu yang lama karena harus mengambil setelan jas kerjanya. Saat akan pulang pun mereka sedikit berdebat karena Joanna awalnya ingi tetap dirumah lamanya. Tapi Boy tak kehabisan akal untuk membujuknya hingga Joanna pun menurut saat diajak pulang ke rumah utama.


Selesai meeting dengan klien, Boy dan Sam kembali ke perusahaan. Ada banyak dokumen dan berkas yang harus di periksa oleh Boy. Sam kembali bekerja karena Boy yang menekan gengsinya dan menghubungi Sam, memintanya kembali bekerja. Boy sadar jika ia tak bisa msnghandle semua tanpa bantuan Sam.


"Tuan, maaf saya langsung masuk. Baru saja saya mendapat kabar jika proyek pembangunan di Bandung mengalami kendala, jadi mau tidak mau besok kita harus kesana" kata Sam menyampaikan berita mendadak itu. Boy memijit pangkal hidungnya, ia merasa pusing dengan pekerjaannya. Beberapa hari ini dia tak memiliki banyak waktu untuk bermanja pada istrinya. Apalagi saat ini dia sedang gencar-gencarnya menjalankan misi ninaninu. Karena sampai saat ini dia belum juga bisa membobol gawang pertahanan istrinya.


"Kau saja yang berangkat Sam. Ajaklah Dika atau Firman, atau kau ajak saja mereka berdua sekalian" kata Boy menanggapi berita yang baru di sampaikan oleh asistennya itu.


"Maaf tuan, tapi kita membutuhkan tuan disana untuk melihat dan mengambil keputusan secara langsung" jawab Sam membuat Boy semakin kesal. Boy lantas berdiri dan mengambil jasnya.


"Kau selesaikan ini semua, aku pusing mau pulang" kata Boy mulai kumat seenaknya sendiri.


"Tapi tuan, anda masih punya satu jadwal lagi hari ini" cegah Sam saat atasannya itu hendak berjalan keluar ruangannya.


"Ck," decak Boy kesal. "Apalagi Sam?" tanyanya pada sang asisten.

__ADS_1


"Tuan hari ini ada janji bertemu dengan nona Clara tuan" jawab Sam membuat Boy mengkerutkan alisnya.


"Ya ya ya kau saja yang menemuinya, aku geli melihat wanita itu. Make upnya sangat menor, dia memakai lipstick seperti orang yang baru saja memakan ayam hidup-hidup, membuatku mual ingin muntah saja. Apalagi pa******nya seakan akan tumpah, haiisshh membayangkannya saja aku jijik dan geli" kata Boy nyinyir. Sam menghela nafasnya kasar, mau tidak mau akhirnya ia mengerjakan titah boss besarnya itu. Sedangkan Boy, ia sudah melajukan mobilnya untuk pulang kerumah. Ia ingin segera bertemu dengan istrinya yang akhir-akhir ini membuatnya sering kesal.


Pukul 3 sore, Sam bertemu dengan klien Boy yang bernama Clara. Dan benar saja apa yang di katakan bossnya itu, bahkan saat ini Sam bergidik ngeri melihat dandanan dari kliennya itu.


"Melihatnya bukannya nafsu malah mual gue. Astaga dragon, dandananya udah kaya ondel-ondel. Yang benar saja, mana ada laki-laki yang mau sama dia" batin Sam merinding saat melihat Clara berjalan ke arahnya.


"Selamat sore tuan Sam, dimana tuan Boy?" to the point Clara menanyakan Boy.


"Maaf nona Clara, sore ini saya yang menggantikan tuan Boy untuk membahas kerjasama ini" jawab Sam datar dengan wajah dingin.


"Memangnya tuan Boy kemana?" tanyanya lagi.


"Tuan Boy sedang mencarikan pesanan istrinya yang sedang ngidam nona" jawab Sam asal. "Bisakah kita bahas kerjasama ini sekarang?" tanyanya pada Clara karena ia rasa ia bisa muntah di tempat jika lama-lama melihat Clara. Akhirnya mereka pun dengan serius membahas kerjasama antara perusahaan Boy dan perusahaan orang tua Clara.


Boy langsung memarkirkan mobilnya saat sudah sampai dirumah. Bahkan ia memarkirkan mobilnya asal dan malah menyuruh sopir rumah untuk memarkirkan dengan benar.


"Ton, tolong bawa masuk ke garasi ya" titahnya pada Anton sambil melempar kunci mobilnya. Anton adalah anak dari pak Ali, sopir pribadi mama Vina. Saat Boy masuk ke dalam rumah, Boy melihat mamanya sedang menonton sinetron di chanel ikan terbang sambil ngedumel dan menggerutu sendiri.


"Mama lihat apa sih sampai ngomel-ngomel sendiri kaya gitu?" tanya Boy saat melihat aksi mamanya.


"Ini nih Boy, coba lihat sini. Dia tuh jahat tahu gak sih Boy, dia udah ngerebut suami sahabatnya, ehh sekarang malah nyakitin anaknya. Hiihhh pengen mama jambak, mama pites itu perempuan" cerita mama Vina emosi dengan tontonannya sendiri. Sedangkan Boy hanya geleng-geleng kepala tak habis pikir dengan reaksi mamanya saat melihat sinetron. "Tumben kamu udah pulang?" tanya mamanya yang sadar jika ini belum saatnya Boy pulang.


"Mau ngadon ma" jawab Boy sekenanya lalu segera berlari ke lantai atas menuju kamarnya. Saat masuk ke dalam kamar ia melihat pintu balkon yang terbuka, Boy yakin jika istrinya sedang berada di balkon. Saat Boy akan keluar, tiba-tiba ia di kejutkan oleh sesuatu.


"Aaaaaaaaaaaaa....... "


Ahh kira-kira Boy di kejutkan oleh apa ya ?? Yuk tetep dukung aku dengan like, vote, dan masukkan novel ini ke daftar favorit novel kalian ya... Terima kasih 😘😘

__ADS_1


__ADS_2