Cinta Joanna

Cinta Joanna
Finally Ninaninu


__ADS_3

"Ma, pa, aku keluar dulu" pamit Kevin pada orang tuanya saat setelah selesai makan malam.


"Mau kemana kamu?" tanya papa Danu.


"Ada misi penting pa hehehehe" jawabnya dengan cengengesan.


"Hilih, pasti juga mau nemuin Felli. Kasih dia kepastian Vin, jangan sampai dia merasa di tarik ulur hatinya. Kalau dia udah ngerasa gak ada harapan sama kamu, dia pasti akan sedikit demi sedikit menjauh dari kamu. Ntar kamu kebakaran jenggot lagi kalau tahu dia jalan sama cowok lain." nasihat mamanya panjang lebar.


Saat ini Kevin sudah ada di dalam mobil, sepanjang perjalanan dia selalu teringat akan semua kata-kata mamanya. Dia melajukan mobil dengan cepat ke arah rumah Felli. Sesampainya disana, ia bingung harus turun atau tidak. Ia akhirnya memutuskan untuk turun dari mobil dan mengetuk rumah Felli. Namun lama ia mengetuk, tak ada sahutan dari dalam. Kevin memutuskan untuk menunggu Felli di teras rumahnya. Dan benar saja, Felli terlihat datang. Namun Felli tak terlihat sendiri, ia bersama seseorang.


"Darimana saja kamu" tanya Kevin yang terlihat marah saat Felli terlihat turun dari motor seorang lelaki. Felli yang kaget karena Kevin berada di rumahnya pun tak bisa berkata-kata. Ia malah tenggelam dengan pertanyaan sedang apa pria ini ada di rumahnya.


"Ehh selamat malam pak Kevin" sapa pria yang bersama Felli. Kevin melihat ke arah suara itu berasal, mengkerutkan dahinya dan menyipitkan matanya.


"Apa kita saling kenal?" tanya Kevin pada pria itu.


"Iya pak, ehh bukan, lebih tepatnya saya yang tahu bapak. Saya Doni pak, dari divisi keuangan" jawab pria itu gugup serta penasaran kenapa malam-malam atasannya itu ada dirumah Felli. Merasa wanitanya di tatap oleh pria lain, Kevin mendekat kearah Felli dan merangkulnya. Sedangkan Felli yang di rangkul Kevin pun merasa terkejut serta bingung.


"Sayang, kamu lupa ya jika hari ini ada janji sama mama?" tanya Kevin tiba-tiba yang membuat Felli semakin bingung. Melihat kebingungan Felli, Kevin pun sedikit meremas bahu Felli yang ia rangkul.


"Ahhh iya, aku lupa kalau hari ini aku ada janji sama mama" jawab Felli terpaksa mengikuti permainan Kevin itu. "Oh ya Don, makasih ya tebengannya" ucap Felli pada Doni dengan senyum cantiknya.


"Cih, saat bersamaku saja dia tak pernah tersenyum seperti itu" gerutu Kevin dalam hati.


"Oh iya Fell, kalau gitu aku pulang dulu ya. Sampai bertemu besok" pamit Doni pada Felli yang di iyakan oleh wanita itu. "Pak Kevin, saya permisi dulu pak, selamat malam" pamitnya juga pada Kevin. Namun Kevin hanya menjawabnya dengan deheman saja.


Setelah terlihat Doni menjauh dari rumahnya, Felli melepas rangkulan Kevin.


"Ada apa malam-malam kesini?" tanyanya pada pria pujaan hatinya itu.


"Buat nemuin kamu lah, masa iya nemuin tetangga kamu" jawab Kevin menyebalkan.

__ADS_1


"Ada perlu apa? Udah malem, gak enak di lihat tetangga" kata Felli sedikit acuh pada Kevin.


"Ikut aku sekarang, ada hal yang ingin aku bicarain berdua sama kamu" kata Kevin sambil menarik tangan Felli dan memasukkannnya ke dalam mobil dan aksinya itu berjalan mulus karena tak ada penolakan dari Felli.


💞💞💞


Grreeeppp...... Joanna memeluk Boy dari belakang. Melingkarkan kedua tangannya di perut kekar Boy. Ia memberanikan diri mengusap-usap perut Boy dari luar kaosnya. Boy menarik sebelah sudut bibirnya, ia lantas mematikan rokoknya yang masih setengah. Boy membalikkan badannya dan mendapati istrinya sudah berseragam dinas dan siap bertempur. Lekuk tubuh yang menggoda dapat Boy lihat sempurna di depan matanya.


"Mau menggodaku heemm?" tanya Boy yang sudah kehilangan fokus saat melihat penampilan istrinya saat ini.


"Bukankah marah karena ini?" tanya Joanna yang dengan perlahan memberanikan diri mencium bibir suaminya dan melingkarkan kedua tangannys ke leher suaminya.Mendapat serangan mendadak dari istrinya, Boy mun mulai mengimbanginya. Ia lingkarkan kedua tangan kekarnya ke pinggang ramping istrinya dan lebih memperdalam ciumannya.


Tersadar jika mereka masih di balkon, akhirnya Boy mengangkat tubuh istrrinya, menggendongnya di depan seperti koala dengan tidak melepas tautan bibir mereka. Boy berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu balkon dengan sebelah kakinya.


Braaakk, pintu pun tertutup dengan sempurna. Boy melangkah ke arah ranjang, ia naik ke atas ranjang dengan Joanna yang masih tetap di gendongannya.


Ia rebahkan tubuh istrinya perlahan di atas ranjang, ia lepas sejenak tautan bibirnya. "Akan ku hajar jika cunguk itu menggedor kamar kita lagi" kata Boy sedikit kesal mengingat kejadian sore tadi.


"Baby, are you ready hmm? tanya Boy dengan mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya yang menoleh ke samping karena malu. "Heii kenapa?" tanya Boy sambil membenamkan wajahnya ke leher istrinya dan menciuminya.


"A..akuuhh malu" jawab Joanna dengan setengah mendesah hingga membuat kabut n**** Boy semakin tebal. Tanpa menunggu lama, ia merobek seragam dinas istrinya hingga terpampanglah pegunungan yang indah. Boy segera menyerang dua benda kenyal itu, me****** dan me****** choco chips milik istrinya hingga meloloskan *******-******* dari mulut Joanna.


Puas di bagian atas, Boy mulai turun dan menciumi perut istrinya. "Semoga kamu cepat hadir nak" batin Boy dengan terus menciumi perut sang istri. Setelahnya, Boy lekas melepas segitiga bermuda milik Joanna dan melemparnya ke sembarang arah.


"Tahan sedikit baby" kata Boy sambil mengarahkan rudalnya ke inti Joanna.


"Sssshhttt" desis Joanna saat rudal suaminya berada di depan pintu miliknya. Boy memasukkannya perlahan dan sedikit demi sedikit, karena ini pertama bagi Joanna maupun Boy. "Aahhh ssshhhtt saa..kiitt sayang" kata Joanna dengan ujung mata yang berair. Melihat itu Boy mencium kedua mata istrinya lalu mencium bibirnya untuk memberi ketenangan pada istrinya, merasa istrinya sudah rilexs Boy lekas menghentakkan rudalnya hingga sekarang masuk dengan sempurna di inti istrinya.


"Ahhhhhh sshhhttt" desah keduanya bersamaan. Boy memacu perlahan, namun lama-lama ia menghentak dengan ritme yang sedikit cepat. Kamar yang acnya dingin pun terasa panas karena pergumulan mereka. Mereka mereguk dan memadu kasih menyatukan serta menyalurkan rasa cintanya. "I came baby" kata Boy sambil terus memacu permainanya. "Ahhhhhh......" desah mereka bersama saat sama-sama menggapai puncak kenikmatan.


"Thanks baby, I love you, love you so much" kata Boy yang sudah berbaring sambil memeluk istrinya dan mencium kening serta pucuk kepala istrinya berkali-kali.

__ADS_1


💞💞💞


Sementara itu, Kevin dan Felli sedang dalam perjalanan menuju ke suatu tempat yang akan mereka datangi setelah berdebat panjang di dalam mobil. Felli menyandarkan kepalanya dan melihat ke arah luar kaca mobil. Hanya hening dan saling diam yang terasa di dalam mobil tersebut hingga beberapa menit kemudia mereka sampai di tempat tujuan mereka. Kevin memarkirkan mobilnya dan membuka atap mobilnya.


"Kenapa harus jauh-jauh kesini sih kalau cuma mau ngomong kan bisa dirumah aja" kesal Felli yang berbicara sambil merapatkan tangannya karena kedinginan. Kevin yang melihat Felli kedinginan pun segera melepas jaketnya dan memakaikannya pada Felli.


"Kamu mau ngomong apa sih?" tanyanya pada Kevin tapi yang di tanya belum juga memberi jawaban. "Ini tuh udah malam, aku besok harus bekerja" lanjutnya lagi karena kesal Kevin tak kunjung menjawab.


"Dan kamu sedang bersama pemilik perusahaannya kalau lupa" kata Kevin terdengar menyebalkan.


"Iya, iya aku tahu. Cepetan ngomong, aku capek, ngantuk, disini dingin banget juga" kata Felli lagi.


"Huufffttt...." terdengar Kevin menghela nafasnya kasar. "Fell, sebenernya aku pengen ngomong ini dari kemarin-kemarin. Tapi kamu tahu sendiri kan, beberapa hari ini aku sibuk dan...."


"To the point aja Vin, gak usah bertele-tele" sela Felli saat Kevin belum menyelesaikan ucapannya.


"Cih, sejak kapan kamu berani menyelaku seperti ini" kesal Kevin.


"So?"


"Kamu tahu kan Raisa kemarin datang. Fell...." belum sempat Kevin melanjutkan ucapannya, Felli kembali menyelanya.


"Iya aku, dan aku cukup tahu diri. Tenang aja Vin, aku gak bakal ganggu hubungan kamu sama dia, aku tahu kamu cinta banget sama dia. Bahkan saat dia ninggalin kamu begitu saja, kamu masih mempunyai cinta yang sama. Dan kalaupun perasaanku ganggu kamu, maaf aku akan berusaha membuangnya atau mungkin kamu ingin resend dari perusahaan pun akan aku lakuin. Setidaknya aku gak ngebuat hubungan seseorang rumit. Dan yah, selamat Vin cintamu udah kembali" kata Felli panjang lebar dengan menekan rasa sesaknya serta menahan air matanya agar tak menetes di depan Kevin.


"Udah ngomongya?" tanya Kevin yang sedari tadi hanya mendengarkan celotehan Felli.


"Udah, jadi sekarang anterin aku pulang. Aku capek Vin" pinta Felli lirih. Kevin tahu jika saat ini Felli sedih karena kesalah pahamnya sendiri. Tanpa menunggu lama, Kevin meraih tengkuk leher Felli dan mencium bibirnya lembut. Felli yang kaget hanya mengerjap-ngerjapkan matanya. Kevin melepaskan ciumannya saat merasa tak ada balasan dari Felli.


"I love you...."


Panjang ya say... Iyalah biar kalian seneng... Makasih ya yang tetep nungguin aku up. Terus dukung aku dengan like, komen, vote, dan masukkan ke favorit kalian. 💓💓

__ADS_1


__ADS_2