
"Nyonya muda" sapa Sam saat melihat Joanna di parkiran.
"Sam mari bicara empat mata. Kita ke cafe djava bisa? Kamu gak sibuk kan?"
"Hmmm tidak nyonya, saya tidak sibuk. Mari kita naik mobil saya saja" ajak Sam pada Joanna.
Mereka menuju cafe djava dengan menempuh perjalanan kurang dari 45 menit.
"Sam, tolong ceritakan semua tentang oppa dan Sarah" pinta Joanna pada Sam saat mereka sudah berada di dalam cafe. Sam sedikit ragu akan bercerita, tapi Joanna tetap memaksanya untuk bercerita. "Ayo lah Sam, aku mohon please" kata Joanna sambil menangkupkan kedua telapak tangannya tanda memohon. Akhirnya Sam pun menceritakan semua yang dia ketahui tentang Boy dan Sarah.
"Haaahhh" tampak Joanna menghela napas panjang. "Sam, bisa tolong carikan pengacara untuk saya?" tanya Joanna hingga membuat Sam menatap bingung pada wanita yang ada di depannya.
"Maaf, tapi untuk apa nyonya?" tanya Sam balik pada Joanna.
"Aku menyerah Sam, selama hampir 6 bulan aku berusaha untuk membuat oppa jatuh hati dan melihatku hanya sia-sia Sam" kata Joanna menunduk sambil menyeka air matanya yang menerobos keluar. "Sam, aku ingin cerai dari oppa. Agar dia bisa mendapat kebahagiaannya." lanjut Joanna lagi.
" Nyonya, saya mohon jangan lakukan itu" pinta Sam pada Joanna. "Nona Sarah bukan wanita baik-baik nyonya, dia hanya memanfaatkan tuan saja. Saya harap nona bisa sedikit bersabar. Saat ini saya dan mertua anda sedang memgumpulkan bukti-bukti dari Sarah bahwa bukan wanita baik-baik dan bukan wanita yang pantas untuk tuan Boy" jelas Sam pada Joanna.
"Sam, aku hanya manusia biasa Sam. Aku ngerasa udah gak sanggup, aku capek Sam"
Joanna dan Sam masih terus mengobrol, dan dengan sedikit paksaan dari Sam, Joanna mau untuk bertahan di samping Boy. Akhirnya saat jam di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 3 sore, Joanna berpamitan untuk pulang. Awalnya Sam ingin mengantarkannya, namun Joanna tetap menolaknya.
"Sialan, ternyata begini kelakuanmu di belakangku Sam" geram Boy saat menerima wa dari Sarah yang mengirimi foto Sam dan Joanna dengan posisi Sam yang memegang tangan Joanna saat ia menenangkan Joanna yang menangis.
Boy lekas bergegas pulang saat setelah ia menerima pesan tersebut. Ia memperhitungkan untuk menunggu kepulangan Joanna dirumah. Boy sampai di apartmentnya pukul 5 sore karena jalanan sedikit macet. Boy sudah menunggu Joanna hampir 2 jam, namun tidak ada tanda-tanda kepulangan Joanna.
"Hallo Sam, kemana kamu membawa istriku pergi?" tanya Boy to the point saat menghubungi Sam.
"Hah?" Sam pun menjawab terkejut.
"Hah heh hah heh. Bukannya tadi kamu pergi dengan istriku? Sekarang kamu dan Joanna sedang dimana hah!!" kata Boy dengan nada membentak.
__ADS_1
"Maaf tuan, tapi nyonya Joanna sudah pulang dari jam 3 sore tadi" jawab Sam jujur. "Tuan bisa mengecek gps di ponsel nyonya muda bukan?" lanjut Sam lagi. Tanpa menjawab Boy langsung mematikan panggilannya.
"Haisshh selalu begitu, untung gue dulu pernah di bantu sampai gue punya segalanya saat ini" gumam Sam saat Boy tiba-tiba mematikan panggilannya. "Aaahh besok udsh jadi pengangguran gue hahahha" kata Sam sendiri sambil tertawa.
Boy lekas mengecek gps milik Joanna. Dia menemukan letak titik terakhir gpsnya di sebuah taman. Boy yang hanya menggunakan celana pendek dan kaos lengan pendek segera menyambar kunci mobil dan dompetnya. Ia bergegas menuju taman dimana gps Joanna berada.
Boy turun dari mobil dan segera berlari mengelilingi taman tersebut. Sampai dia menemukan apa yang dicarinya.
Ya, Joanna sedang duduk menyendiri dengan mengamati sekitarnya. Nampak di sekitarnya terdapat anak kecil beserta orang tuanya. Dari kejahuan Boy melihat Joanna tertawa sendiri, tapi sepersekian detik ia terlihat mengusap air matanya. Entah mengapa ada rasa tak biasa saat melihat istrinya seperti itu. Boy memutuskan untuk menghampiri Joanna dan duduk di sebelahnya. Joanna hanya menoleh sekilas pada Boy dan kembali melihat anak-anak yang sedang bermain dengan orang tuanya.
"Aku senang melihat mereka" kata Joanna membuka suara. "Dulu papi dan mami selalu mengajakku kesini" lanjutnya dan Boy hanya mendengarkannya. "Dulu aku mempunyai cita-cita jika aku menikah dan memiliki anak, aku akan mengajaknya bermain kesini sesekali waktu" nampak Joanna berhenti sejenak dan menghela napasnya dalam.
"Tapi memang benar kata orang jika ekspetasi selalu jauh dari kenyataan. Mungkin aku harus mengubur mimpi itu dalam-dalam untuk saat ini" Joanna menoleh sambil tersenyum ke arah Boy saat setelah menyelesaikan perkataannya. "Kenapa kesini?" tanyanya pada Boy.
Tanpa menjawab, Boy langsung memegang tangan Joanna dan menggandengnya untuk pergi dari taman tersebut. Sesampai di parkiran Boy membukakan pintu mobil tanda menyuruh Joanna untuk masuk. Di perjalanan tak ada yang membuka mulut untuk sekedar basa basi. Hening, sunyi hanya itu yang terasa di dalam mobil. Hingga akhirnya Boy memutar musik di dalam mobilnya. Dan kebetulan lagunya pas dengan perasaan Joanna saat ini. Hingga Joanna sesekali ikut menyanyi.
Tuhan tolonglah, hapus dia dari hatiku
Kisah cinta yang selalu aku banggakan
Kauhempas semua rasa yang tercipta untukmu
Tanpa pernah melihat betapa ku mencoba
Jadi yang terbaik untuk dirimu
Oh mengapa, tak bisa dirimu
Yang mencintaiku tulus dan apa adanya
Aku memang bukan manusia sempurna
__ADS_1
Tapi ku layak dicinta kar'na ketulusan
Kini biarlah waktu yang jawab semua
Tanya hatiku
Tanpa pernah melihat betapa ku mencoba
Jadi yang terbaik untuk dirimu
Oh mengapa, tak bisa dirimu
Yang mencintaiku tulus dan apa adanya (tulus dan apa adanya)
Aku memang bukan manusia sempurna
Tapi ku layak dicinta kar'na ketulusan
Kini biarlah waktu yang jawab semua
Aku memang bukan manusia sempurna
Tapi ku layak dicinta kar'na ketulusan
Kini biarlah waktu yang jawab semua
Waktu yang jawab semua
Tanya hatiku
... PASTO - TANYA HATI...
__ADS_1
"Mari kita bercerai"