
Boy mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia menyusuri jalan ke tempat bakso yang diinginkan istrinya. Beberapa menit kemudia ia sampai di tempat dan melihat Joanna sedang menikmati bakso dengan lahap. Nampak juga Anton yang duduk di hadapannya memandang Joanna sampai terbengong karena Joanna tak hanya memesan satu mangkok, tapi empat mangkok sekaligus. Bakso kepunyaan Anton belum tersentuh sama sekali, karena ia merasa kenyang melihat menantu majikan bapaknya itu makan.
"Tega kamu Jo, suami sendiri ditinggal dirumah, kamu malah minta antar si Anton" sungut Boy sambil mendudukkan bokongnya di dekat Anton. Namun bukannya menanggapi, Joanna malah terlihat menikmati baksonya.
"Kamu pulang aja sana Ton, biar Joanna pulang sama aku" suruh Boy pada Anton.
"No, Anton tetap di sini, dia belum makan baksonya." Ucap Joanna ketus. "Eiittsss gak ada penolakan, kalau kamu protes mending kamu aja yang pulang sana" ucap Joanna lagi ketika Boy akan membuka mulutnya. Akhirnya Boy pun ikut memakan bakso di sana. Setelah habis tiga mangkok dan menghabiskan es jeruk dua gelas, Joanna mengajak mereka pulang.
💞💞💞💞
Hari ini Kevin dan Felli akan bertolak ke kota Bandung untuk mencari papa Felli, namun pagi ini justru ada drama telenovela ala Joanna. Dari pagi-pagi buta ia sudah bangun dan menggedor kamar adik iparnya yang tak lain adalah Kevin.
Dok dok dok dok dok "Vin... Oi Vin.... Bukain Vin" teriak Joanna dari luar kamar Kevin. ia terus menggedor pintu kamar Kevin hingga membuat Kevin yang masih mengarungi mimpinya terbangun karena ulah kakak iparnya itu. Kevin mendengus kesal sambil berjalan ke arah pintu kamarnya.
"Ishh ngapain sih lu gedor-gedor kamar gue?" tanya Kevin kesal pada Joanna. "Wooyy kak Boy, bini lu nih aarrgghh" teriak Kevin memanggil kakaknya yang tak tahu sang istri lepas dari pelukannya karena ia sedang terlelap tidur setelah pertempuran yang menguras tenaganya semalam.
"Iiihh jangan teriak-teriak Vin" kesal Joanna mendengar teriakan Kevin. "Gue nanti ikut ya Vin" mohon Joanna pada adik iparnya itu.
"Ikut kemana?" tanya balik Kevin yang sudah was-was jika Joanna tahu ia dan Felli akan ke Bandung ke rumah papa Felli.
"Kerumah papanya Felli lah" jawab Joanna sambil cengar cengir.
"Gak ada gak ada, gue kesana mau minta restu papanya Felli, bukan mau holiday Ale Ale rasa Jeruk" jawab Kevin yang tak mau Joanna sampai ikut, karena akan merepotkan baginya.
"Tapi aku pengen ikut" kata Joanna dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"No Ale, big no.!!!" jawab Kevin sambil bersedekap dada dan bersender di pintu kamarnya.
"Iiihhh kamu nyebelin, uncle gak sayang sama kita baby" kata Joanna menghentakkan kakinya lalu kembali ke kamarnya dengan mengelus perutnya.
__ADS_1
Brrrraaakkk suara bantingan pintu membuat Kevin terkaget dan terjingkat.
"Astaga, itu anak kesambet apa sih. Bener kata mama, bumil memang mengerikan hiiiiiii" ucap Kevin bergidik ngeri lalu kembali masuk ke kamarnya.
Saat sarapan mereka semua berkumpul di meja makan, termasuk Felli juga sudah ada disana karena semalam ia menginap dirumah utama dan tidur di kamar tamu. Mereka semua terlihat menikmati sarapan masing-masing kecuali Joanna yang hanya mengaduk-aduk makanan yang ada di piringnya. Melihat itu semua yang ada di meja makan saling memandang satu sama lain.
"Sayang, makanannya gak sesuai selera kamu ya? Kok cuma di aduk-aduk aja" tanya mama Vina pada menantunya itu.
"Joanna gak mood ma" jawab Joanna lesu. "Joanna ke kamar dulu" ucapnya lagi lalu beranjak meninggalkan meja makan. Membuat mama dan papa mertuanya melihat ke arah Boy yang tengah asyik menikmati sarapannya.
"Boy......" panggil papanya.
"Iya pa, ada apa?" jawab Boy dengan masih menikmati sarapannya.
"Istri kamu kenapa? Kok gak kaya biasanya?" tanya papanya lagi.
"Astaga, drama telenovela apa lagi yang di mainkan istrimu wahai kanda?" ucap Kevin sedikit frustasi menghadapi istri kakaknya itu.
"Bener Vin kamu gak ngebolehin Joanna ikut?" tanya mamanya.
"Iya ma, gak kebayang aja ma repotnya aku gimana. Apalagi setelah hamil ini dia jadi nyebelin ma. Aku gak sanggup wes ma" jawab Kevin sambil angkat tangan.
"Biar nanti Boy kasih pengertian pa, ma" ucap Boy lagi.
Saat ini Boy akan pergi ke kantor, meskipun sedang dalam mode ngambek, Joanna tetap turun untuk mengantarkan Boy ke depan. Saat Joanna sedang di samping mobil bersama Boy, Kevin dan Felli terlihat akan berangkat juga.
"Jo, kita berangkat dulu ya" pamit Felli pada Joanna namun tak di tanggapi oleh Joanna. Joanna malah masuk ke pelukan Boy sambil menangis. "Heii jangan nangis dong, aku sama Kevin cuma ke Bandung. Nanti sore juga pulang kan, aku bakal bawain oleh-oleh khas Bandung nanti" ucap Felli lagi.
"Aku maunya ikut, gak butuh oleh-oleh. Aku bisa beli sendiri, bahkan sepabriknya suami aku bisa beliin" jawab Joanna yang masih ada di pelukan Boy.
__ADS_1
"Heh Ale Ale rasa Jeruk, kita nih cuma ke Bandung. Nanti habis itu kita mau ke mama Felli. Lu boleh ikut nanti kalau ke mamanya Felli. Lu tahu kan dimana mama Felli tinggal?" ucap Kevin membuat Joanna melepas pelukannya dari Boy.
"Beneran aku boleh ikut?" tanya Joanna dengan mata menyipit.
"Ya boleh lah, asal sama laki lu" jawab Kevin sambil terkekeh.
Joanna tertawa lebar dan melihat ke arah Boy, "Kita ikut ya yang nanti ke Bali. Soalnya mama Felli ada di Bali" ajak Joanna pada Boy yang membuat Boy diam karena sedang memikirkan jawaban yang tepat untuk menolak Joanna. Karena Boy takut tentang kehamilan Joanna jika naik pesawat. "Kamu gak mau? Aku cuma pengen ikut mereka ke Bali loh, aku anggap akan jadi babymoon kita. Kalau kamu gak bisa sih ya gapapa" kata Joanna santai yang membuat Boy terlihat bernafas lega. Namun dia tak tahu hal licik apa yang ada di otak sang istri.
"Beneran gapapa yang kalau kita gak berangkat? Soalnya...." belum juga Boy menyelesaikan ucapannya, tapi sudah di potong saja oleh Joanna.
"Kita? Kamu aja kali, aku enggak. Aku tetep berangkat lah, aku mau minta di temenin sama oppa Seo In Guk itu tuh" kata Joanna sambil menunjuk Anton dengan dagunya.
"Hah? No no no" kata Boy dengan menggerakkan jari telunjuknya ke kiri dan ke kanan. "Iya kita babymoon ikut mereka ke Bali" ucap Boy lagi.
"Beneran?" tanya Joanna meyakinkan.
"Ash you wish baby. Tapi kita harus ke dokter Naura dulu. Kita konsultasi jika kamu akan naik pesawat" jawab Boy yang mendapat pelukan dan ciuman bertubi-tubi dari istrinya.
"Benar-benar pasangan yang aneh dan membagongkan" kata Kevin lirih namun masih dapat di dengar oleh Joanna.
"Kamu akan bucin pada saat waktunya adikku sayang" kata Joanna dengan terkekeh.
Akhirnya setelah perdramaan itu, Boy bisa pergi ke kantor dan pasangan Kevin Felli bisa berangkat ke Bandung. Sedangkan Joanna masuk ke dalam rumah untuk makan, karena perutnya menjadi lapar saat moodnya kembali baik lagi.
BERSAMBUNG......
TETEP DUKUNG AKU YUK DENGAN LIKE, KOMEM, VOTE, DAM MASUKKAN NOVEL INI KE FAVORIT KALIAN. OH YA, JANGAN LUPA HADIAH BUAT AKU YA HEHEHHEHE.
SARANGHAE READER 😘😘😘
__ADS_1